Wisata Alternatif Hutan Bakau Mangrove Bali
Desember 11, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Wisata Alternatif Hutan Bakau Mangrove Bali

“If there are no mangroves, then the sea will have no meaning. It is like having a tree without roots, for the mangroves are the roots of the sea…” – Words of a Thai fisher from the Andaman Coast

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau,dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi. Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Luas bakau di Indonesia mencapai 25 persen dari total luas mangrove dunia. (sumber : wikipedia) Selain sebagai penahan ombak dan abrasi, akhir-akhir ini mangrove memiliki fungsi yang lain, penambah cantik panorama pantai. Beberapanya bahkan menjadi area kunjungan pariwisata baru, salah satunya sebut saja Wisata Alternatif Hutan Bakau Mangrove Bali.

Siapa yang tak kenal Pulau Bali? Pulau Bali merupakan primodana pariwisata yang sudah terkenal di seluruh dunia. Bali juga terkenal dengan pantainya, hampir semua wisatawan yang berlibur di sana pastinya akan mengunjungi tempat wisata pantai, terutama pantai yang memiliki pasir putih dengan pemandangan sunset atau sunrise-nya yang indah. Bali memang tidak ada habisnya untuk dinikmati, selain pantai juga terkenal dengan keindahan alamnya. JIka anda sudah bosan dengan wisata pantai cobalah wisata alamnya, salah satunya wisata Hutan Bakau Mangrove Bali.

Kawasan Hutan Mangrove Bali memiliki luas sekitar 1.300 hektar. Terletak di Kabupaten Badung tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai sekitar 100 meter dari Patung Dewa Rucci yang terkenal. Pengadaan dan pengelolaan Hutan Mangrove ini merupakan kerja sama antara Menteri Kehutanan Republik Indonesia dengan JICA, Japan International Cooperation Agency. Hasil dari kerja sama ini maka didirikanlah Pusat Informasi Mangrove atau Mangrove Information Center pada tahun 2001.

Hutan Bakau Mangrove awalnya merupakan jalan berupa rawa-rawa lumpur oleh karena itu pengelola Hutan Mangrove di Bali pada tahun 2009 menyediakan jembatan kayu dengan panjang jembatan mencapai 2 km untuk menelusuri kawasan hutan bakau ini. Di beberapa titik disediakan pos-pos yang dibangun dari kayu yang sengaja di buat bagi pengunjung untuk dapat menikmati pemandangan hutan bakau dari ketinggian. Dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk bisa mengelilingi seluruh kawasan hutan ini dan menikmati eksotismenya hutan bakau. Disarankan untuk datang pada saat pagi atau menjelang sore hari agar cuaca tidak terlalu terik. Jika terus menyusuri jembatan kayu hingga ke ujung, anda akan disambut dengan pemandangan jalan tol dan birunya Laut Teluk Benoa yang begitu mempesona. Banyak spot-spot indah yang dijadikan tempat untuk befoto, bahkan mangrove ini terkenal sebagai salah satu tempat foto prewedding yang diminati oleh turis baik domestik maupun internasional. Tempat ini dibuka untuk pengunjung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 WITA hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,-  saja. Jika bosan dengan wisata pantai yang itu-itu saja di Bali, trekking hutan mangrove patut untuk dicoba.

Kehadiran Mangrove di sisi pantai bukan hanya untuk menyelamatkannya dari abrasi dan ombak namun pula sebagai penambah cantik pemandangan. Dengan mempertahankannya bukan hanya menyelamatkan warga pesisir pantai dari bencana namun pula menjadi objek pariwisata alternatif-nya, seperti di Hutan Bakau Mangrove Bali.

Liputan Yudiari Widyawaty, Kontributor Warna Nusantara

Suasana
3 out of 5
Akses
4 out of 5
Kebersihan
5 out of 5
Fasilitas Umum
3 out of 5
Overall

Kehadiran Mangrove di sisi pantai bukan hanya untuk menyelamatkannya dari abrasi dan ombak namun pula sebagai penambah cantik pemandangan. Dengan mempertahankannya bukan hanya menyelamatkan warga pesisir pantai dari bencana namun pula menjadi objek pariwisata alternatif-nya, seperti di Hutan Bakau Mangrove Bali.

3.75

Good
3.75 out of 5

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *