April 30, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Welcome Gulali di Cafe Gulali

“Jadi bisa dibilng Cafe Gulali itu bukan cafe resto tapi cafe katro.” – Bapak Kahfi, Pengelola Cafe Gulali

Jalan Dago Kota Bandung sedari dulu hingga kini tidak pernah berhenti menebarkan pesonanya. Pelancong dari dalam kota, luar kota bahkan luar negeri tak pernah bosan untuk menikmatinya. Jalan di utara Kota Bandung ini seperti menggambarkan kota ini yang seutuhnya, sejuk dengan rindangnya pepohonan serta komoditi wisata fashion dan kuliner di kiri-kanannya. Tak mau ketinggalan hadir meramaikan Jalan Dago adalah Cafe Gulali.

Sebetulnya Cafe Gulali tepatnya berlokasi di Jalan Badaksinga No. 2 Bandung, namun areal ini masih termasuk ke kawasan Dago. Sesuai namanya “gulali”,  adalah merupakan panganan kudapan khas sunda. Panganan ini sejenis permen terbuat dari gula merah yang didalamnya ditaburi kacang, biasanya menggunakan bambu sebagai pegangannya. Menurut namanya pula, cafe ini berupaya untuk melestarikan budaya lokal. Sesuai dari rasa gula yang manis, serta kacang sebagai pengembangannya, seperti itu pula harapan Bapak Kahfi dan Ibu Tia terhadap cafe ini, dapat diterima masyarakat dan berkembang.

Di Cafe Gulali ini nilai budaya dan originalitas memang diangkat. 15 tenant yang ada di sana memiliki keunikan-keunikan masing-masing. Jangan heran pula makanan-makanan tradisional yang cukup otentik bisa kita dapatkan di sini. Jadi walaupun kelasnya cafe resto tapi di dalamnya berbeda dengan yang lain, terdapat makanan-makanan tradisional dan modern. “Jadi bisa dibilng Cafe Gulali itu bukan cafe resto tapi cafe katro”, jelas Pak Kahfi.

Sebagai penghargaan bagi pengunjung, Cafe Gulali menyajikan komplimen yang unik, gulali. Jadi di tempat lain ada welcome drink kalau di Cafe Gulali ada welcome gulali. Selain welcome gulali tadi, semua pengunjung dapat mempergunakan semua fasilitas yang ada di sana, mau karaoke, main gitar, foto-foto ataupun berselancar dengan wifi yang cepat. Semua ini sesuai dengan kepercayaan Pak Kahfi dan Bu Tia bahwa fasilitas-fasilitas yang lengkap adalah salah satu yang membuat orang nyaman dan betah. Kisaran harga disana dimulai dari Rp 500,- hingga Rp 43.500,-.

Merasa percaya diri mengusung konsep yang mereka anggap katro namun dengan dukungan teman-teman yang mampu bertahan, tetap percaya diri bertarung di rimba kuliner Jalan Dago. Melalui welcome gulali-nya, adalah sebuah upaya dari Cafe Gulali dalam melestarikan budaya sunda. Sebuah upaya yang patut diapresiasi dan tanpa malu diikuti oleh pengembang usaha kuliner lainnya.

 

Liputan Irvan Minz Priono & Awiel_Wilman (Kontributor Warna Nusantara)

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *