Warisan Keluarga Dandi Ariwardhana
Juli 8, 2014
Warna Nusantara (335 articles)
0 comments
Share

Warisan Keluarga Dandi Ariwardhana

“Makanan itu dapat mengikat hubungan bathin antar seseorang dan lainnya, bahkan dengan yang sudah meninggal sekalipun.” – Dandi Ariwardhana

Ungkapan tadi dibuktikan pada sebuah siang di dapur pribadinya yang apik. Kuliner yang disajikan untuk tim Dapur Nusantara adalah kuliner yang disajikan turun-temurun dari neneknya, ibunya hingga dirinya. Biasa membantu nenek dan ibunya memasak saat kecil membuatnya hafal akan semua hidangan yang mereka buat. Hingga sekarang jika kangen kepada kedua orang yang sangat ia cintai itu – keduanya sudah meninggal dunia, maka Dandi Ariwardhana akan segera bergegas ke dapur dan memasak. Hal yang biasa dia lakukan dengan nenek dan ibunya dulu. Makanan-makanan warisan keluarga inilah yang disajikannya bagi Warna Nusantara. Makanan yang sudah menjadi tradisi di keluarganya bahkan daerah asalnya, Tasikmalaya. Makanan tradisi ini mungkin hampir dimiliki setiap keluarga dengan setiap ciri khasnya dan kadang disajikan berdasarkan moment tertentu. Secara kebetulan menu-menu ini sangat cocok dihidangkan pada Bulan Ramadhan baik itu untuk santap sahur dan buka puasa maupun untuk hari raya Idul Fitri.

Menu pertamanya, Rujak Bali Campur dengan Bumbu Bunga Kecombrang. Hidangan ini pas disajikan untuk hidangan berbuka puasa. Terutama bagi yang suka makanan segar untuk berbuka. Makanan ini biasa disajikan oleh Masyarakat di daerah Tasikmalaya Jawa Barat, daerah asal leluhurnya. Sama halnya seperti rujak-rujak nusantara lainnya namun yang membedakan adalah penggunaan daun kecombrang untuk kuah rujak dan penambahan jeruk bali dan pisang batu pada buah-buahannya. Sangat berhati-hati dengan penggunaan daun kecombrang karena sebagian orang bisa tidak menyukai aromanya namun Dapur Nusantara menyarankan anda untuk mencobanya, dijamin ketagihan. Jangan lupa tambahkan kerupuk sebagai pelengkap kesempurnaan serta gunakan pincuk daun pisang sebagai penambah keasrian.

Hidangan berikut adalah tempe goreng kelapa dan nasi goreng kunyit kencur. Menu hidangan ini sangat pas untuk santap sahur. Disamping rasanya yang enak, pembuatan dan penyajiannya pun mudah. Untuk tempe goreng kelapa pembuatannya mirip dengan mendoan namun digoreng lebih garing. Hal yang paling membedakan adalah penggunaan  kelapa parut dalam adonannya yang membuat rasa lebih gurih.  Untuk makanan utamanya adalah nasi goreng kunyit kencur. Nasi goreng ini lebih mendekati ke nasi goreng oriental di mana tidak dipergunakannya kecap sebagai bumbu penyedapnya. Nasi goreng ini setelah jadi menyerupai nasi kuning karena penggunaan kunyit dan kunir sebagai bahan utamanya namun rasanya tentu saja berbeda. Uniknya Dandi tidak pernah membuang kulit luar kunyit dan kunir sepeti kebanyakan yang kita lakukan. “Rasanya akan berbeda jika kita membuang kulitnya,” ujarnya. Dan satu lagi sarannya yaitu jangan menyatukan telur ke dalam nasi yang kita goreng karena si telur akan menyerap semua bumbu. Hal unik lainnya adalah bumbu pecel kering yang dipotong kemudian dimakan langsung. Sensasi luar biasa.

Dua menu berikut adalah resep yang biasa ada di setiap Hari Raya Idul Fitri keluarga Dandi, Gurame Acar Kuning dan Kasreng Domba. Ikan Gurame yang sudah di goreng terlebih dahulu kemudian dagingnya diangkat dan dipotong kecil-kecil – supaya mudah saat dikonsumsi, disiram dengan bumbu kuning. setelah diangkat diberi acar yang segar. Makanan berikutnya adalah Kasreng Domba, daging domba atau kambing yang digoreng tanpa menggunakan minyak, secara si daging sendiri akan mengeluarkan lemak sendiri. Teknik menggoreng ini hampir sama dengan sangrai. Yang perlu diperhatikan adalah pemilihan daging kambingnya, daging yang dipergunakan mesti dari bagian punggung karena pada bagian ini biasanya dagingnya empuk tidak seperti bagian paha yang lebih keras karena lebih berotot. Sebagai pelengkap adalah emping melinjo. Emping ini sebelum digoreng terlebih dahulu dibumbui dengan asem dan gula jawa dan dijemur terlebih dahulu. Rasanya betul-betul berbeda dari emping biasa.

Sebagai menu penutup Karamel Puding with avocado and strawberry cream karamel sauce atau singkatnya puding karamel. Puding karamel ini yang manis dikombinasikan dengan buah-buahan segar – alpukat dan strawberry. Yang terakhir adalah minuman lemon with strawberry stick. Minuman es lemon dengan jus strawberry yang sudah dieskan. Dare to try.

Tim Dapur Nusantara merasa sangat nyaman berada di dapur Dandi Ariwardhana yang tertata sangat baik. Disamping itu kehangatan dan keramahan si empunya dapur sangat terasa. Rasa itupun mengalir terus hingga ke makanannya. Makanan tradisi yang menjadi warisan tak ternilai Dandi Ariwardhana. Memang begitulah adanya ketika kita bersama bisa ngobrol dan bercengkrama di dapur, ikatan batinpun mulai tumbuh. Terima kasih atas jamuan makan siangnya Kang.

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *