Januari 12, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Tumpeng Kenduri Masyarakat Indonesia

Hampir di setiap acara kenduri dalam masyarakat Indonesia selalu ada tumpeng. Sajian nasi berbentuk kerucut ini dalam sejarahnya berasal dari Pulau Jawa, Madura dan Bali. Kepercayaan masyarakat kuno yang mengagung-agungkan gunung sebagai persemayaman arwah-arwah leluhur dan dewa-dewa  mempengaruhi bentuk kerucut dari tumpeng. Agama Hindu yang berkembang di indonesia pada abad pertama turut mempengaruhi keberadaan tumpeng ini. Bentuk dari sesajen masyarakat Hindu Bali yang mirip dengan tumpeng adalah salah satu bukti pengaruh dari agama ini. Namun pada jaman sekarang, tumpeng sudah menjadi milik seluruh masyarakat Indonesia apapun agamanya. Potong tumpeng untuk meresmikan gedung, merayakan ulang tahun dan acara-acara lainnya sudah menjadi tradisi di masyarakat kita.

Tumpeng berbahan dasar nasi. Walaupun biasanya tumpeng itu berwarna kuning karena menggunakan kunyit, namun adapula tumpeng itu berwarna putih. Dibentuk mengerucut dengan disertai lalab-lalaban, ikan teri dan ayam goreng dan telur ayam yang utuh. Sebenarnya dari bahan-bahan tersebut mengandung nilai filosifis yang berarti tangan merapat menyembah Tuhan dengan khusu dan sabar, tabah dan ulet dalam menjalani hidup, kebersamaan dan kerukunan, bertindak dengan perencanaan yang matang, menjadi tauladan. Folosofis yang dijungjung tinggi oleh Masyarakat Indonesia.

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *