November 14, 2014
Warna Nusantara (335 articles)
0 comments
Share

Trend Foodtruck Pelestari Makanan Tradisional

Penulis menghadiri acara Localicious 3 (8-9/11/2014) yang dilaksanakan oleh ICA BPD Jabar dan tim manajemen Kota Baru Parahyangan.   Dalam acara tersebut terdapat hal yang menarik perhatian penulis, yaitu keberadaan truk makanan yang atraktif atau dikenal pula dengan istilah foodtruck.  Penulis pun mencoba menggali informasi terhadap fenomena dan trend truk makanan di Indonesia.

Berdasarkan Wikipedia pengertian Food Truck pada link http://en.wikipedia.org/wiki/Food_truck yang diakses pada 14 November 2014. Maka dapat diketahui bahwa truk makanan adalah  truk dimana penjual menjual makanannya.  Truk yang menyerupai restoran  ini menjual beragam menu dengan beragam design truk, kemasan dan  makanan yang unik.

Penulis melihat bahwa keberadaan truk makanan dapat terlihat di berbagai acara seperti karnaval, acara olahraga, perkantoran, kampus, taman.  Biasanya mereka menjual menu makanan biasa atau makanan ringan dan banyak pula yang membeli. Truk makanan saat ini menjadi fenomena yang populer. Sebenarnya truk makanan sudah populer di Amerika Serikat,  dan Kanada, penulis termasuk gemar menonton keberadaan truk makanan tersebut di media televisi “Asian Food Channel.

Berdasarkan informasi Wikipedia ternyata sejarah truk makanan ini dimulai oleh “The Texas Chuckwagon” yang dimulai oleh para peternak yang kesulitan memasak saat menggembala ternaknya. Kondisi itu membuat Charles pada tahun 1866 menciptakan truk makanan yang dilengkapi tong air dan peralatan memasak yang dikreasikan pada truk bekas  Angkatan Darat Amerika.  Pada tahun 1890-an truk makanan “The Owl” sudah terdapat di Kota New York di daerah perkantoran.  Kemudian mobil kantin diciptakan pada tahun 1950 dioperasikan di markas Militer Amerika Serikat. Demonstrasi truk makanan terbesar terdapat di Tampa Amerika Serikat. Pada 31 Agustus 2013, di kota ini terdapat 99 truk hadir, dan muncul pula Asosiasi Mobil Makanan  Philadelphia yang berupaya melindungi dan mendukung hak-hak bisnis mereka.

Saat ini untuk keberadaan mereka dapat dilacak melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter.  Orang dapat menemukan letak truk makanan favorit mereka setiap saat  dan memperoleh informasi terbaru tentang menu serta lokasinya.  Saat ini media sosial merupakan senjata promosi untuk keberhasilan penjualan truk makanan tersebut. Selain itu demi menjaga keamanan sudah ada sistem pengamanan menggunakan pelacakan lokasi melalui media sosial.   Bahkan liputan tentang truk makanan mancanegara pun sudah dapat dilihat pada media Asia Food Channel.

Tunjukan Nasionalisme Melalui Truk Makanan

 Saat menghadiri event  Localicious 3 terdapat kehadiran “Komunitas Truk Makanan Bandung.”  Komunitas yang didirikan pada 9 Maret 2014 ini dipimpin Rezha Noviana alumni mahasiswa STPB yang memiliki usaha truk makanan “Wildwings”. Komunitas truk makanan di Kota Bandung saat ini memiliki 18 anggota.  Anggotanya komunitas ini adalah Pojok Nasi, Sushi Han Ei, Wild Wing, Mokoja, Frutezze, Cireng Sinden, Mac Duren, Toyo Chicken, Food Wagon, Dimsamsu, Nomat, Takoman.

Benny juru bicara komunitas yang juga memiliki Numberone Broadcasting School menyampaikan, keberadaan komunitas ini bermaksud agar sesama anggota menjadi guyub.  Ketika melihat begitu uniknya truk makanan yang menjadi anggota komunitas, penulis pun penasaran dengan biaya pembuatan truk tersebut.  Benny pun menyampaikan bahwa pada dasarnya permodalan dikembalikan kepada masing-masing tetapi memang diharapkan truk makanan anggota komunitas ini memiliki nilai khusus dan atraktif.  Saat ini dalam berjualan mereka merapat ke pemerintah propinsi dan dinas pariwisata dan selama ini pun kegiatannya didukung oleh pemerintah kota. Komunitas ini saat ini memfasilitasi anggotanya dengan mencarikan event-event, menyampaikan standar keamanan dan higiene.  Bagi para wirausahawan  yang berminat dapat bergabung dalam komunitas ini dengan menghubungi Rezha Noviana di nomor mobile 087823353 dan 081224800609.  Peminat dapat mendaftar dengan membayar biaya administrasi pertama kali Rp. 250.000, dan membayar iuran perbulan sebesar Rp. 50.000. Bergabung dengan komunitas ini adalah terjaminnya informasi event dan juga biaya sewa stand dalam sebuah event menjadi lebih murah.  Saat ini bahkan mereka sudah melanglang nusantara baik di pulau Jawa dan Sumatera.

Martin owner truk makanan “Pojok Nasi”, menanggapi pertanyaan penulis bagaimana mereka mengelola menu yang disajikan kepada pembeli dalam lahan mobil yang terbatas. Ia menjawab pada dasarnya tidak terlalu rumit karena pada dasarnya hanya memaksimalkan operasional persiapan dan proses memasak hingga penyajian saja.  Tetapi memang yang terpenting adalah adalah semua konsep harus matang dan perlengkapan operasional terbuat dari bahan baku stainless steel.  Ia pun menyatakan mampu mengelola pojok nasinya setiap hari selama 2.5 tahun dengan tiga orang SDM-nya dengan arahan yang teliti dari istrinya Cherry Kurniady.

Menu yang disajikan adalah makanan tradisional Indonesia seperti Nasi Ayam Goreng, Nasi Ayam Kremes, Nasi Ayam Penyet, Nasi Goang Menak Sunda, Nasi Tutug Oncom, Nasi Bebek Goreng, Nasi Bebek Cabe Ijo, Nasi Iga Goreng,Nasi Sate Ayam, Nasi Sate MaranggiCherry menyampaikan konsep truk makanannnya “Pojok Nasi” karena ingin menjadikan nasi sebagai menu andalannya.  Suaminya pun, Martin menambahkan Pojok Nasi Foodtruck adalah salah satu divisi dari Pojok Nasi Goang Group yang terdiri dari  Pojok Nasi Goang (pasar Cisangkuy), Pojok Nasi (Krang Kring), Pojok Sate (Koloni 108), Pojok Nasi Goang (Foodcourt Dago 152-AntroPark), Roemah Kajoe Villa & Resto.  Group ini selalu menampilkan masakan tradisional nusantara warisan nenek moyang Indonesia.  Usahanya tetap menunjukkan rasa kecintaan kebangsaan terhadap bangsa Indonesia yang kental dan melatarbelakangi pemilihan menu tradisional dalam usaha truk makanannya.

Truk makanan yang menarik lainnya adalah Cireng Galing Nyinden yang sejak tahun 2010 menjual menu unggulan Cireng Rasa terasi, Cireng Cengek, Cireng tanpa terasi yang disajikan dengan Sambal Jeruk Nipis Cabe Rawit.  Cireng adalah makanan khas orang Sunda etnik yang berasal dari Jawa Barat yang terbuat dari tepung tapioka, tepung terigu, garam, bawang putih, daun bawang sudah dikenal sejak di Jawa Barat sejak tahun 1980-an. Weny Lafrosia menyampaikan cirengnya pun dapat dipesan antar. Jangan dikira, menu cirengnya ini sudah merambah Kota Malang, Sumedang, Jakarta Timur, Batam, Cikampek.  Wanita cantik ini menyampaikan pesannya bagi para pelaku usaha makanan tradisional agar tidak takut bersaing dan lemah secara mental karena semua pelaku usaha kuliner memiliki rasa yang unik.

Selain yang mengusung menu tradisional ada pula pilihan bagi para anak muda yang suka nongkrong seperti Mokoja coffe and snack yang memberikan sensasi unik dari penyajian kopinya.  Penulis yang sebenarnya tidak menyukai kopi, disiang itu meneguk habis kopi Mokoja.  Sambil minum ternyata Truk Mokoja memiliki fasilitas Wifi, jadi bila hangout bersama rekan-rekan anda, Truk ini dapat menjadi pilihan.  Adalagi kolaborasi alumni lulusan STPB yang mendirikan truk makanan “Wildwings.” Gilbert menyampaikan bahwa truknya menyajikan menu andalan Honey Glaze Wings, Wings Smokey Barbeque, Chilli Chesee Wings, Thai Chilli Wings.  Menu itu disajikan dengan kentang goreng dan dijual paket dengan Cold Lemon Tea. Rasanya memang enak dan mudah disantap saat kita tidak memiliki waktu banyak saat makan siang.

Apakah anda tertarik untuk mencoba beragam olahan nikmat, dan dijamin bersih lingkungan setelah selesai acara?  Tak ada salahnya anda mengundang mereka dalam event anda dapat menghubungi contact person dibawah berikut :

  1. Pojok Nasi (02295646411 dan 0838 9565 9000)
  2. Truk Makanan Cireng Galing Nyinden (087823216116)
  3. Wildwings (087823353 dan 081224800609)
  4. Fruitzee (0818211045)
  5. Mokoja Coffe and Snack (022 2517429)

Semoga saja warna perkembangan truk makanan di Indonesia tetap dan semakin mengakar kepada budaya Indonesia.

Dituturkan oleh Dewi Turgarini Kepala Divisi Publikasi ICA BPD Jabar

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *