The Movie Influence
November 25, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

The Movie Influence

“I do believe that movies are subject to a million interpretations.” – Oliver Stone

Sejak pertama kali diputar, film banyak memberikan pengaruh pada kehidupan manusia. Dari mulai gaya hidup, mode, kendaraan hingga ke makanan. Karena ini pula tidak jarang film dijadikan sebagai media promosi yang efektif dari sebuah produk. Seperti contohnya film-film James Bond yang selalu memakai peralatan hingga kendaraan keluaran terbaru, membuat para penggemarnya menanti-nanti seri mobil, jam tangan hingga barang mewah terbaru apa yang akan dikenakannya. Contoh lainnya bisa kita lihat di awal tahun 90-an berapa juta wanita di dunia ini yang memotong pendek rambutnya ala Demi Moore dalam film Ghost. Ya, itulah Movie Influence.

Beberapa waktu yang lalu bioskop tanah air diramaikan oleh sebuah film komedi yang berjudul The Wedding & Bebek Betutu. Film yang dibintangi oleh para pemeran Komedi Show Extravaganza ini cukup mendapatkan perhatian dari penggemar film komedi tanah air. Bukan karena ceritanya yang lucu saja namun juga karena kerinduan akan kemunculan kembali Tora Sudiro dkk. Bagi warga Bandung film ini bisa jadi diidolakan karena mengambil lokasi di Kota Bandung bahkan Walikotanya yang Populer, Ridwan Kamil tampil dalam salah satu adegannya. Lokasi pengambilan gambarnya banyak dilakukan di hotel bergaya Reinnesance di Kota Bandung, GH Universal.

Dari judulnya The Wedding & Bebek Betutu nampaknya hotel dengan arsitektur indah ini memang cocok dipergunakan, dimana spot-spotnya yang cocok diambil terutama dalam scene-scene pernikahan. Memang GH Universal terkenal sebagai salah satu hotel di Kota Bandung yang memiliki tempat dan pelayanan bagus untuk pesta pernikahan. Lewat film ini pula masyarakat umumnya bisa melihat keindahan lain dari hotel. Bukan itu saja pengaruhnya, para tamu yang datang mulai bertanya-tanya tentang Bebek Betutu, yang disebut-sebut dalam satu scene nya “terbaik di Kota Bandung.”

Untuk menjawabnya GH Universal menyediakan menu Bebek Betutu ini. Makanan khas Bali yang coba dihidangkan di Bandung. Berbicara tentang panganan ini, sebagai bahan informasi, Bebek Betutu pertama kali diproduksi oleh Men Tempeh bersama suaminya semenjak tahun 1976. Mereka berjualan makanan ini tepatnya di Terminal Lama Gilimanuk, berjarak 3 jam dari Kota Denpasar. Makanan ini terkenal dengan penggunaannya yang kaya rempah terutama cabainya yang membuat lidah lumayan keriting.

Sepertinya kita yang tidak terbiasa dengan menu yang pedasnya ekstra tidak usah khawatir dengan Bebek Betutu yang disajikan disini karena penggunaan cabainya yang bersahabat. Walaupun demikian tetap tidak merubah kelezatannya karena penggunaan rempah lainnya yang menyesuaikan. Bebek yang digunakan berjenis bebek peking dengan berat rata-ratanya 2,5 kg. Satu ekor bebek ini dibagi menjadi 4 porsi jadi perporsi beratnya sekitar 600 gr. Dalam satu ekor bebek diolah dengan menggunakan rempah bawang merah sebanyak 40 siung. Sebagai pendamping disediakan menu kangkung plecing serta nasi beras merah. Yang istimewa adalah sambalnya, Sambal Matah. Sambal khas dari Bali yang bentuknya lebih menyerupai acar namun hanya menggunakan tiga rempah utama yaitu bawang, sereh dan cabai. Sebagai menu penutup tersedia tiramisu soes.

Entah berapa banyak film yang sudah kita tonton dan akhrnya mempengaruhi kehidupan kita. Demikian halnya pengaruh film pada GH Universal. Kalau bukan karena film The Wedding & Bebek Betutu yang pengambilan gambarnya dilaksanakan disini, mungkin kita tidak akan bisa menikmati kelezatan Bebek Betutu ala GH Universal.

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *