Desember 12, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Terpana Teppan Chef Ghama

[vc_row][vc_column][vc_column_text]

“Mereka melempar spatula yang sama, memutar spatula yang sama namun dengan teknik yang berbeda dengan saya.” – Chef Ghama, Teppanyaki Chef

Nusantara memang tidak pernah kehabisan talenta di bidang kuliner. Selain makanan yang dihasilkan luar biasa, teknik memasakpun mengagumkan sampai menjadi atraksi memukau para penikmatnya. Salah satunya adalah Chef Ghama yang membuat kita terpana dengan teppan-nya.

Teppan adalah alat memanggang. Alat ini otentiik dengan makanan Jepang bernama Teppanyaki. Walaupun demikian untuk atraksi juggling Teppan berawal di Amerika Serikat. Pertunjukan yang antraktif dari chef-chef Teppan ini memmang salah satu yang menjadikan Restoran Jepang yang menyajikan Teppanyaki laris manis dikunjungi penggemar. Perbedaan Teppanyaki di Jepang dan Amerika adalah keontentikan makanannya. Karena keotentikan makanan jenis ini berpengaruh pada alat memasaknya. “Alat memasak Teppanyaki yang otentik lebih berat sehingga tidak bisa digunakan untuk juggling,” jelas Chef Ghama.

Keahlian ber-jugling Teppan ini di dapat Chef Ghama ketika bekerja di sebuah Restoran Jepang di Amerika Serikat. Sebelumnya, selulus kuliah di STP Bandung atau lebih dikenal dengan ENHAII di tahun 1992 kemudian bekerja di Grand Hyatt Jakarta. Periode tahun 1995 hingga 1997 berkesempatan untuk bekerja dan menimba ilmu di Swiss. Sepulang dari sana bekerja di Adelaide, Australia hingga akhirnya pulang dan bekerja di Hard Rock Bali. Rentang waktu itu hanya keahlian memasak western yang didapatnya. Pada tahun 2000 berkesempatan untuk bekerja di sebuah restoran di Amerika Serikat. Berawal dari Visa Turis hingga akhirnya restoran tempatnya bekerja menjadi sponsor untuk mendapatkan ijin bekerja. Di Amerika ini pengetahuan tentang Asian Food di dapat. Di tahun ke-7 mental di sana, seorang teman mengajaknya untuk bekerja di sebuah Restoran Jepang. Tak dinyana keahlian juggling teppan ini bermula. Kemampuannya terasah selama 5 tahun sampai akhirnya memutuskan untuk pulang kampung, mengejar cita-citanya.

Cita-citanya adalah mengembangkan Teppanyaki di Nusantara. Impiannya akhirnya terwujud dengan mengelola salah satu Restoran Teppanyaki di Jakarta. Hingga saat ini sudah beberapa Chef Teppanyaki terlahir dari hasil didikannya. Untuknya memiliki basic kuliner adalah wajib hukumnya sebelum belajar menjadi seorang Chef Teppanyaki. Melempar spatula itu ada tekniknya, tidak asal melempar. Dengan teknik yang benar maka akan menjadi sebuah atraksi yang enak dipandang mata. Bukan hanya teknik yang menghasilkan aksi spektakuler saja, kualitas makananpun harus diperhatikan.  “Boleh saja mereka melempar spatula yang sama, memutar spatula yang sama dengan teknik berbeda dengan saya,” ujar Chef Ghama. Untuk itu pelajari teknik dengan benar. Usulnya bagi yang mau belajar, jangan hanya melihat kemudian mempelajarinya sendiri, harus dibimbing oleh ahlinya karena basik dan teknik harus benar.

Kunci dari Teppanyakinya yang enak adalah “api.” Baja yang dijadikan bahan dasar pembuat teppan harus pula diperhatikan. Bahan baja harus mendukung, baja akan cepat melengkung terkena api jika bahan baja yang digunakan di bawah standar. Chef Ghama biasa meletakkan masakannya di tengah teppan, agar jika masakannya gosong bisa di geser ke pinggir.

Hingga saat ini keahlian Chef Teppanyaki kurang banyak diekspos padahal banyak chef handal di bidang ini yang masih berkiprah di luar negeri khususnya Amerika Serikat yang berasal dari Indonesia. Contohnya adalah Chef  Djoko, salah satu Chef  panutannya. Mereka menjadi selebritis di restorannya. Atraksi juggling-jugglingnya dinanti-nantikan. Bahkan pengunjung rela antri untuk masuk restoran mereka.

Tidak menutup kemungkinan kuliner nusantara disajikan dengan menggunakan Teppan karena alatnya yang memungkinkan.  Kedepannya memang ini yang akan dia kembangkan. Dapat dibayangkan, kuliner nusantara yang tercipta dari teppan-nya Chef Ghama. Kita tunggu saja.

 

Foto dan Reportase Donnie Kurniawan, Senior Reporter Warna Nusantara

 

 

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_gallery type=”image_grid” interval=”3″ images=”2811,2812,2813,2823,2824,2825″ onclick=”link_image” custom_links_target=”_self”][/vc_column][/vc_row]

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *