November 12, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Si Jenggo yang Jadi Presiden, Chef Henry Alexie Bloem

“Melestarikan masakan Nusantara itu harus dimulai dari Rumah.” – Chef Henry Alexie Bloem, President of Indonesian Chef Association

Berjalan tegap dengan bodi tinggi besar, lebih tinggi dibandingkan ukuran normal orang Indonesia. Tato tempak jelas di kiri-kanan lengannya menambah gahar penampilan. Kepala plontos dengan raut muka yang keras seolah melambangkan jiwanya yang keras pula. Sekilas pandang orang beranggapan dia adalah seorang penyanyi rock atau pemeran film action bahkan mungkin pemain sinetron spesialis peran antagonis. Si Jenggo, demikian orang tua memanggilnya waktu kecil, tokoh koboi pembasmi kejahatan yang tanpa ampun mengganyang musuh-musuhnya. Tak dinyana dikemudian hari si anak ini bisa menjadi Presiden. Presidennya Asosiasi Chef Indonesia atau biasa kita kenal, Indonesian Chef Association (ICA).

Chef Henry Alexie Bloem si tokoh Jenggo tadi tidak pernah bercita-cita untuk berkarier di industri kuliner. Kehidupan remajanya diisi oleh kenakalan-kenakalan bahkan selulus SMA cita-citanya hanya ingin nongkrong jadi preman di Kuta. Dorongan sang Ibu yang asli Bali memaksanya untuk melanjutkan sekolah di Hotel & Tourism Trainning Centre PPLP Dynaputra, Denpasar. Wajar saja Sang Ibu mengarahkan ke sana karena beliau sudah terlebih dahulu memiliki usaha kuliner dengan membuka Nasi Jenggo.

Sedikit mengulas tentang sejarah Nasi Jenggo, panganan ini sangat terkenal bahkan bisa dijadikan sebagai salah satu makanan khas Bali. Nasi Jenggo ini biasa disajikan dengan porsi kecil dibungkus daun pisang dengan lauknya babi panggang. Di sekitar tahun 70-an Ibunda Chef Henry Bloem membuat nasi ini untuk dijual bagi kuli-kuli Pelabuhan Benoa. Sampai akhirnya bisa terkenal dengan sebutan Nasi Jenggo berkaitan dengan adat di Bali yang biasa memanggil nama seorang Ibu dengan nama panggilan anak terbesarnya. Pada saat kanak-kanak Chef Henry Bloem biasa dipanggil Jenggo oleh Ayahnya. Nama panggilan ini yang melekat di lingkungan tetangganya hingga akhirnya Sang Ibu memiliki julukan Men Jenggo dan menular ke nasi bungkusnya. Berkat usaha kuliner ibunya ini juga yang sedikit mempengaruhi instuisi memasaknya dan pada akhirnya memiliki segudang prestasi dan mendapatkan penghargaan baik dari dalam dan luar negeri sebagai Chef Terbaik.

Sangat peduli dengan kelestarian masakan tradisi Nusantara. Menurutnya melestarikan masakan tradisi nusantara ini harus dimulai dari rumah, ibu-ibu harus memasak makanan tradisional nusantara untuk disajikan ke anak-anaknya, anak-anaknya mulai mengenal dan lebih familiar dengan masakan tersebut. Usaha Chef Henry Bloem sendiri cukup besar untuk melastarikan masakan tradisional nusantara ini, salah satunya adalah dengan menyajikan masakan tradisionalnya ke tamu-tamu asing bahkan setiap ke luar negeri yang dia sajikan adalah masakan tradisional Indonesia. Sarannya untuk para chef adalah untuk membuat masakan tradisional nusantara itu seotentik mungkin dan gali sejarahnya. Demikianpun untuk organisasi yang dipimpinnya sekarang, Indonesian Chef Association, yang salah satu programnya adalah melestarikan masakan tradisional nusantara. Salah satu perwujudan dari program ini adalah anjuran kepada para chef untuk menyajikan masakan tradisional nusantara.

Sebagai Presiden ICA, Chef Henry Bloem didapuk untuk unjuk kebolehan memasaknya dihadapan penonton pada acara Localicius 3 lalu. Menu yang disajikan adalah “Lawar Nyawan,” masakan tradisional dari daerah asalnya Bali. Makanan ini memakai bahan baku utama larva sarang lebah madu dan salah satu rempah yang digunakan adalah “menyan.” Menyan dipergunakan bukan untuk ritual memanggil arwah tapi rempah ini memang biasa dipergunakan oleh masyarakat Bali sebagai penguat aroma. Demikianlah chef nyentrik kita ini. Si Jenggo yang bandel tanpa masa depan namun pada akhirnya dengan segudang prestasi di industri kuliner berhasil menjadi President of Indonesian Chef Association.

Executive Interview Chef Rahmi Johan Contributor Warna Nusantara dengan Chef Henry Alexie Bloem, President Indonesian Chef Association

 

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *