September 2, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Si Entong dari Subang

Kabupaten Subang, Jawa Barat terkenal dengan kekayaan wisata alamnya. Wisata alam Gunung Tangkuban Parahu dan Pemandian Air panas Ciater adalah 2 obyek pariwisata yang dimiliki oleh kabupaten ini. Bukan hanya menjadi kebanggaan Subang saja tempat wisata ini sudah menjadi kebanggaan Jawa Barat. Bahkan Gunung Tangkuban Parahu sudah menjadi ikon provinsi ini. Namun bagaimana dengan Kota Subang yang merupakan ibukota kabupaten ini?

Kabupaten Subang dilalui oleh Jalur Pantura atau Pantai Utara Jawa namun tidak demikian dengan Kota Subang. Kota ini berjarak sekitar 5 km dari jalan cagak, sebuah jalan yang menghubungkan dengan Kabupaten Purwakarta. Jalan ini biasanya sangat padat dilalui kendaraan disaat mudik. Sama seperti kota-kota di daerah lain Nusantara, Kota ini memiliki kuliner yang unik.

Suatu sore kami sampai di Kota Subang. Setelah selesai check in di sebuah hotel, seperti biasa kami segera menanyakan kuliner yang unik, menjadi ciri khas dan tentu saja enak. Jawaban nanas segera muncul ketika kami menanyakan hal itu. Sepertinya buah nanas tidak menarik hati kami walaupun Nanas Madu Subang sangat terkenal dengan rasa manisnya yang bak madu. Sampai akhirnya kami mendengar jawaban Ikan Entong Bakar, nah, ini patut di coba. Wajar saja kita temui banyak kuliner dengan nuansa ikan laut di Kota Subang karena jaraknya yang dekat dengan laut. Salah satu yang menarik tentu saja Ikan Entong ini.

Ikan Entong atau di beberapa daerah di Nusantara disebut Ikan ayam-ayam sejarahnya dulu tidak disukai oleh para nelayan karena kulitnya yang keras. Bahkan oleh karena itu ikan-ikan ini banyak dibuang. Hingga akhirnya seorang nelayan yang merasa sayang hasil tangkapannya dibuang berhasil mengolah ikan ini hingga bisa dikonsumsi.

Daging ikan entong memiliki tekstur yang kasar seperti daging ayam. Mungkin karena hal ini di sebagian daerah disebut ikan ayam-ayam. Rasanya juga tidak jauh dengan daging ayam. Tulang-tulangnya besar hingga akhirnya kita perlu sedikit perjuangan untuk mendapatkan dagingnya.

Biasa dimasak dengan cara dibakar dagingnya yang lezat dengan resapan bumbunya hingga ke tulang-tulangnya. Seperti layaknya menikmati sop kaki sapi yang biasa kita hisap tulangnya hingga terasa sumsumnya demikin pula dengan tulang ikan entong ini. Bumbunya yang meresap kedalam tulang begitu terasa gurih ketika kita hisap.

Nasi putih yang masih mengepulkan asap ditambah sambal kecap serta lalaban akan sangat menggugah selera. Jadi kalau anda sedang berada di Kota Subang silahkan cari warung-warung makan yang menyajikan si entong. Biasanya buka selapas maghrib dijamin perhatian anda akan Tangkuban Parahu dan Pemandian Air Panas Ciater akan teralihkan sejenak.

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *