Setia di Dapur Imaginer Bersama Aty Kusmiati
Agustus 25, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
1 comment

Setia di Dapur Imaginer Bersama Aty Kusmiati

“Selamat memasak, jangan hindarkan acara masak-memasak. Cobalah untuk menjadi ibu yang bijak, selalu bisa memenuhi permintaan suami dan anak-anak akan makanan yang dihidangkan diatas meja makan.” – Aty Kusmiati, Penyiar Acara Dapur Mara, Radio Mara FM 106.7 Bandung

Sudah menjadi fitrahnya bagi kaum wanita untuk kembali ke dapur. Salah satu perwujudan dari tugasnya merawat rumah tangga adalah dengan menghidangkan makanan yang lezat diatas meja makan untuk dapat disantap seluruh anggota keluarganya. Hal yang harus dipersiapkan oleh para dara calon istri dan ibu. Hal yang sebetulnya tidak perlu dicemaskan mengingat perkembangan teknologi yang sangat cepat. Akses internet yang menggoda penggunanya dengan berbagai kemudahan. Termasuk didalamnya jutaan resep dan metode memasak yang dapat kita akses kapan dan dimanapun. Walaupun demikian masih tetap ada yang setia mendengarkan acara memasak lewat siaran radio. Mereka setia di dapur imaginer bersama Aty Kusmiati.

 

Aty Kusmiaty yang oleh para rekan sejawatnya dikenal dengan panggilan Madame Aty. Suaranya masih dapat kita nikmati hingga kini, sedari kita kecil bahkan sebelum kita lahir. Tepatnya di tahun 1968-an beliau memulai siarannya di Radio Mara FM 106.7, Bandung. Acara yang diasuhnya hingga kini adalah Dapur Mara, acara edukasi memasak yang disampaikan langsung melalui siaran radio. Mengakui sangat menyukai dunia ini, dunia yang sudah dijalaninya semenjak berkuliah di Fakultas Hukum, Universitas Katholik Parahyangan, Bandung. Berawal dari radio kampus tersebut hingga akhirnya kakak kelasnya menawari untuk bersiaran di radio ini. Tawaran yang tidak bisa ditolaknya berhubung ketenaran radio ini pada saat itu.

Sebetulnya alasan lain yang membuatnya menerima tawaran ini karena suka akan dunia penyiaran, bahkan saat itu management dari radio bersangkutan memberikan kebebasan untuk membuat program sendiri. Dikarenakan belum ada program acara untuk wanita khususnya ibu-ibu akhirnya Madame Aty membuat program ini hingga lambat-laun penggemarnyapun bertambah. Bahkan dari banyaknya minat penggemar ini beliau mengadakan acara off air berupa arisan ibu-ibu yang notabene ajang ini dijadikan acara mencari jodoh para ibu untuk anak-anaknya.

Jatuh bangun dunia radio mengiringi karier penyiarannya hingga kini, bahkan sempat acara ini ditinggalkannya untuk beberapa waktu dikarenakan kesibukannya menjadi Anggota Dewan DPRD Jawa Barat. Walaupun demikian dunia kuliner yang kadung dia tekuni tidak begitu saja ditinggalkan. Menjadi anggota dewan yang mengharuskannya mengunjungi daerah-daerah memberikan kesempatan yang banyak untuk menggali makanan-makanan khas daerah tersebut. Hingga akhirnya ilmu kulinernya pun semakin bertambah.

Memang demikianlah Madame Aty. Memiliki latar belakang pendidikan yang jauh dari dunia kuliner namun karena kemauannya akhirnya ilmu kuliner ini dapat dikuasai layaknya seorang praktisi. Bahkan kadang kala beliau tidak malu untuk bertanya langsung pada penggemarnya yang tak enggan pula berkomunikatif di acara yang diasuhnya. Madame Aty bahkan dipuji oleh beberapa chef karena mampu secara langsung menjawab semua pertanyaan pendengarnya secara langsung. Hal ini sangat sulit dilakukan oleh mereka. Hal ini juga yang dibuktikan oleh Tim Warna Nusantara ketika ikut bersiaran dengannya. Tanpa membawa buku bahkan bantuan internet dengan lancar Madame Aty menjawab semua pertanyaan penggemarnya.

Penggemar acara memasak di radio ini boleh dikatakan sudah menjadi penggemar fanatiknya. Bahkan penggemarnya sudah turun-temurun hingga generasi ke-3, dari nenek ke ibu hingga sekarang cucu-cucunya yang sudah menjadi ibu-ibu muda. Bahkan suatu ketika pernah datang kepadanya seorang bapak yang menunjukan koleksi rekaman acara Dapur Mara yang direkam oleh almarhum istrinya. Sepertinya acara ini sudah menyatu dengan hatinya, walaupun berhalangan hadir seperti beberapa waktu yang lalu harus pergi ke luar negeri untuk menjenguk anaknya yang tinggal disana, Madame Aty mempersiapkan rekaman suaranya secara penuh untuk satu bulan acara Dapur Mara.

Walaupun suaranya yang khas sudah terdengar lebih dari 4 dekade namun Madame Aty tidak mau ketinggalan jaman. Beliau selalu meminta lagu-lagu yang sedang populer saat iniuntuk mengiri acaranya, sebagai penambah semangat. Tak heran bayak muda-mudi yang kini ikut pula menantikan acara Dapur Mara.

 

Demikianlah Madame Aty Kusmiati yang sangat cinta dengan dunianya, dunia penyiaran dan kuliner. Lewat suaranya yang khas bahkan penjelasannya yang sangat cerdas serasa kita berada di dapur menyaksikannya memasak langsung, dapur imaginer yang dinanti penggemarnya. Semoga dapat memberikan edukasi kuliner lewat acara Dapur Mara di Radio Mara FM 106.7 Bandung hingga 3 dekade ke depan. Ya, karena mungkin itu waktu yang diperlukan bagi negeri yang selalu bermasalah dengan regenerasi ini untuk mendapatan pengganti seperti Madame. “Selamat memasak, jangan hindarkan acara masak-memasak, cobalah untuk bisa menjadi ibu yang bijak, selalu bisa memenuhi permintaan suami dan anak-anak akan makanan yang dihidangkan diatas meja makan,” demikian kamipun menutupnya sama seperti Madame Aty Kusmiaty menutup acara Dapur Mara di Jumat pagi yang lalu.

 

Exclusive Interview Yudiari Widyawati, Reporter Warna Nusantara dengan Aty Kusmiaty, Penyiar Dapur Mara, Radio Mara FM 106.7, Bandung

 

 

 

 

 

 

 

Comments

  1. babi | bubebo Agustus 26, 21:37
    […] Hehe. Ada myokap di portal berita. ❤️ http://www.warnanusantara.com/setia-di-dapur-imaginer-bersama-aty-kusmiati […]

Write comment

Klik di sini untuk membatalkan balasan.

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *