Sengaja Dibuat Ketjil
Agustus 18, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Sengaja Dibuat Ketjil

“Great things are done by a series of small things brought together.” –  Vincent Van Gogh

Jangan remehkan sesuatu yang kecil karena dari sanalah sesuatu yang besar berasal. Namun bagaimana dengan sesuatu yang bisa menjadi besar namun tetap dibuat kecil? Mungkin itu hanya prosesnya saja karena tetap saja hasil akhirnya, besar. Terlampau jauh berbicara nampaknya namun seperti demikianlah Kopi Ketjil yang sengaja dibuat Ketjil.

 

Kembali ke trah-nya kedai atau warung kopi, adalah sebuah tempat bukan hanya untuk menikmati kehangatan kopi namun tentu saja kehangatan yang timbul dari obrolan-obrolan disana. Bahkan sang legenda komedi nusantara membawa kekhasan obrolan warung kopi kedalam konsep lawakannya. Disebut kembali ke-trah-nya karena para pemilik kedai kopi generasi ke-3 sudah melupakan kehangatan khas warung kopi, lebih mengutamakan kenyamanan dari segi tempat, dengan penyejuk ruangan beserta fasilitas internet yang super cepat. Sepele alias kecil nampaknya, namun budaya ngopi yang sesungguhnya perlahan terkikis. Kalau boleh jujur Nusantara ada di kedai kopi. Di kedai ini Bhineka Tunggal Ika betul-betul dilaksanakan bahkan permusuhan yang hanya dapat diselesaikan lewat moncong senjata dapat bergencatan senjata sejenak pula disini.

 

Memang sengaja tidak dibuat besar adalah jawaban diplomatis sang pengelola Kopi Ketjil. Karena menurutnya pula ketika kedai kopi itu kecil dalat lebih membangun suasana, bisa ngobrol dengan pengunjung lebih dekat secara langsung. Merasa lebih relevan dengan generasi ke tiga kopi yang lebih mengutamakan keahlian dalam menyajikan, mengolah kopi maka Bebi Rombey selaku pemilik yang mempunyai hasrat dibidang arsitektur dan tentu saja kopi.

 

Sama seperti didaerah lainnya memang demam kopi ini melanda demikian pula di Yogya. Tak kurang dari 400 kedai baru dibuka menggantikan kopi blandongan atau kopi tradisional semacam kopi tubruk, kopi arang, kopi jos dan lain sebagainya. Sebelum erupsi Gunung Merapi, kopi jenis arabica dari lereng gunungnya cukup terkenal. Karena hancur tertimpa lahar sekarang ini petani banyak mananam kopi jenis robusta, oleh karena ini banyak kedai yang menggunakan kopi dari daerah lain sebagai pelengkapnya, semisal kopi Jawa Barat.   Khususnya di Yogya, meledaknya film AADC2 banyak yang mencari kedai kopi yang ada dalam salad satu adegannya.

Sengaja kecil tempatnya, karena dari kecil ini kita tidak merasa sendirian, pasti ngobrol. Atmospir yang dibangun adalah kehangatan dan kebersamaan. Banyak kopi yang enak di Jogja namun coba saja jalan-jalan ke Demangan Baru No. 5. Kopi yang besar namun sengaja dibuat kecil, kecil yang menghangatkan.

 

Liputan Yudiari Widyawaty, Kontributor Warna Nusantara

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *