Rumah Makan BUGEL  “Kudu Masak Kajeun Ku Saleter Beas”
Desember 24, 2013
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Rumah Makan BUGEL “Kudu Masak Kajeun Ku Saleter Beas”

RM Bugel – Picung

Mesti masak walaupun hanya seliter beras” kurang lebih begitu terjemahan Bahasa Indonesianya. Itulah pesan dari Almh. Hj. Tiah Suryati – pendiri Rumah Makan Bugel yang akan diingat terus oleh penurus-penerusnya. Maksud dari pesan dalam Bahasa Sunda itu kurang lebihnya adalah walaupun hanya laku satu liter beras, RM. Bugel harus tetap ada. Pun halnya dengan Ani Susanti penerus generasi ke – 4 dari Almh. Hj. Tiah Suryati yang dengan tekadnya yang kuat serta keuletannya tetap melestarikan Rumah Makan ini.

RM. Bugel dirintis semenjak tahun 1945 dan resminya berdiri Tahun 1957, hingga sekarang masih mempertahankan masakan sunda sebagai sajian utamannya. Disamping rasanya yang tidak berubah dari dulu dikarenakan para juru masak yang sudah berpuluh tahun setia berada didapur RM. Bugel, loyal, rendah hati dan kekeluargaan, suasananya pun tetap tidak berubah, dikarenakan pengelola Rumah Makan ini tetap mempertahankan bentuk asli bangunannya. “Makanan tradisional yang bisa diterima oleh semua kalangan mulai dari pejabat sampai dengan sais delman semua membaur makan di RM. Bugel,” begitu menurut Bu Ani mengenai kekhasan dari RM. Bugel. Dengan kata lain harganya terjangkau oleh kalangan sais delman dan rasanya bisa terpakai oleh kalangan pejabat. Namun hal itu memang yang kami temui ketika berkunjung kesana, semua kalangan berbaur menikmati makanannya.Rumah Makan Bugel atau RM. Bugel terletak di Jl. Raya Pangalengan No. 368, Kamasan – Banjaran, Kab. Bandung, Jawa Barat. Dinamai Bugel karena memang terletak di daerah bernama Bugel. Jika anda hendak berpariwisata ke daerah Pangalengan, Bandung Selatan maka anda akan melewati Rumah Makan ini. Jaraknya dari pusat kota Bandung + 18 km, cukup jauh namun akan terbayarkan dengan suasana alam yang asri dan terutama rasa dari masakannnya. Sesuai dengan lokasinya, RM. Bugel menyajikan masakan tradisional Sunda.

Hampir semua masakan sunda ada di RM. Bugel namun yang paling banyak diminati adalah telur gulung, gepuk, pepes atau pais ayam, tumis jengkol, tumis rebung, tumis picung dan ulukutek leunca. Salah satu keunikan yang lainnya adalah bahan-bahan masakannya yang segar didapat dari membeli langsung ke pasar tradisional sekitar juga didapat dari tukang sayur dan petani yang sudah menjadi lengganan secara turun temurun pula. Hal yang menjadikan RM. Bugel bermanfaat bagi sekitarnya.

RM. Bugel dengan kesederhanaannya mampu bertahan hingga sekarang. Dengan tekad dan keuletan serta jiwa pantang menyerah dari pengelolanya, Rumah Makan ini tetap melestarikan masakan sunda. Dengan masakannya mampu mempersatukan semua golongan untuk berbagi tempat melepas lapar. Kesederhanaan yang menjadikannya daya pikat, daya pikat untuk datang dan mencicipi masakannya.

“The greatest dishes are very simple.” — Auguste Escoffier, the “Emperor of Chefs”

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *