Rindu Rumah
Februari 4, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Rindu Rumah

Tiada tempat seindah rumah kita. Sejauh apapun kita pergi hasrat untuk kembali ke rumah selalu tumbuh.  Suasana rumah, senyum sapa orang tua kita bahkan kangen kumpul bersama saudara-saudara. Ikatan yang tumbuh ini sedikitnya terjadi karena campur tangan ibu. Beliau yang secara tidak langsung mempersatukan bahkan mengikat batin kita melalui kasih sayangnya bahkan masakannya. Masakan ibu merupakan salah satu alat diplomasi untuk mempersatukan keluarganya. Ibu selalu berinovasi menghadirkan makanan yang tujuan utamanya untuk menghindarkan anggota keluarganya makan di luar namun notabene hal ini yang membuat kita rindu rumah.

Kerinduan akan masakan rumah ini yang bisa kita nikmati di Boemi Mitoha. “Mitoha” yang dalam Bahasa Sunda berarti “mertua” diambil sebagai nama resto ini karena sang pemilik yang memfavoritkan masakan mertuanya. Menu-menu yang dulu disajikan disini kebanyakan berasal dari resep-resep yang mertua sajikan di rumah, sebagian besar lagi berasal dari hasil kreasi sang Chef.

Selain kangen akan masakan mertua resto yang beralamat di Jalan Ciliwung no. 15, Bandung ini sengaja mengeluarkan menu-menu masakan nusantara dalam rangka untuk melestarikannya. Merupakan kepercayaan sang pemilik akan makanan tradisional yang jauh lebih unggul dari makanan luar negeri bahkan makanan junkfood. Makanan rumahan jauh lebih enak dari makanan-makanan tersebut, selain lebih orisinil dan segar. Seperti contohnya ikan gurame yang ditangkap langsung dari kolamnya. Konsep dengan dapur terbuka sengaja ditampilkan agar penikmat makanan di Boemi Mitoha dapat melihat langsung apa yang akan dimakannya sehingga dari segi kesegaran dan kebersihannya mereka dapat dipercayai.

Makanan unik seperti keripik jengkol serta sambal katel dapat ditemui di Boemi Mitoha. Memang menu-menu yang dihadirkan tidak secara gamblang mengikuti resep-resep leluhur namun merupakan hasil kreasi dari Chef Ano, Executive Chef Boemi Mitoha. Menurutnya masakan itu bergantung kepada bagaimana meracik bumbu dan cara mengolah bahan baku sehingga hasilnya akan berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Salah satu menu unggulan lain adalah penggunaan Ayam Kampung asli, bukan ayam pejantan bahkan ayam broiler. Memang susah didapat namun ternyata bisa ditemukan. Salah satu usaha untuk memberdayakan peternak ayam kampung pula.

Kekayaan kuliner nusantara sebenarnya muncul dan dijaga dari rumah. Walaupun sama rempah-rempahnya namun pengolahannya dan penyajian yang berbeda dari ibu-ibu di masing-masing rumahnya secara turun-temurun membuat kayanya kuliner kita. Adalah salah satu misi dari Boemi Mitoha ini untuk melestarikan serta menjaga kuliner nusantara dari gempuran kuliner luar. Sedikitnya generasi penerus yang datang kesana akan mengenal makanan tradisional serta ikut melestarikannya. Kenikmatan makanannya tentu akan membuat kita kembali, seolah kita rindu rumah.

 

Liputan Chef Rahmi Johan, Kontributor Warna Nusantara

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *