Reinaissance le Parisj Van Java
Oktober 6, 2015
Warna Nusantara (335 articles)
0 comments
Share

Reinaissance le Parisj Van Java

“The Renaissance is studded by the names of the artists and architects, with their creations recorded as great historical events.” – Arthur Erickson

Sesuai dengan artinya Reinaissance dalam Bahasa Perancis bisa diartikan dalam Bahasa Inggris sebagai “rebirth” atau terlahir kembali. Demikian kaum seniman abad ke-14 hingga ke-17 menggambarkan era ini dimana bisa disebut terlahir kembali karena era ini bisa dikategorikan sebagai era modern berkesenian dimana pada jaman sebelumnya seni lebih dipengaruhi oleh agama. Di masa ini muncul hasil-hasil karya seni yang hingga kini mempengaruhi aliran-aliran seni sebut saja karya-karya Leonardo da Vinci dan Michaelangelo. Peninggalan lainnya yang masih dapat dinikmati adalah bangunan-bangunan megah di Eropa seperti Istana Versailles, Menara Piza dan lain sebagainya. Gaya bangunan khas ini pula yang akan kita rasakan ketika menginjakan kaki ke GH Universal Hotel Bandung. Bahkan satu-satunya hotel di Bandung yang dengan hanya melihat saja akan membangkitkan kenangan ke masa itu. Karena itu GH Universal Hotel bisa disebut sebagai reinaissance le Parisj Van Java.

Suasana alam dataran tinggi Setiabudi Bandung yang masih segar serasa pas dengan arsitektur GH Universal Hotel. Hotel yang sangat indah dengan menawan. Selintas benak kita akan terbawa ke sebuah istana tempat tinggal bangsawan Eropa yang biasa duduk di balkon dengan menikmati teh hangatnya. Sepertinya itulah sedikit kesan yang ingin diberikan oleh Management dan staff GH Universal Hotel.

Dulu dikenal sebagai Green Hill Resort setelah berubah konsep menjadi hotel berubah nama menjadi GH Universal. Bukan hanya hotel bergaya reinaissance nya saja yang bisa kita nikmati namun beberapa fasilitas lainnya seperti spa, kolam renang, kids klub, jaringan internet serta tentu saja kulinernya.

 

Berbicara tentang kuliner GH Universal Hotel Bandung memiliki dua restoran yang siap memuaskan tamunya. Restoran tersebut adalah Fat Dragon dan Belle Vue. Dengan hadirnya dua restoran ini diharapkan dapat mengakomodir selera para tamu. Tidak usah bingung dengan selera karena jika kita ingin menikmati makanan khas gaya Asia seperti Dimsum, Nasi Goreng serta Bubur selera nusantara, tinggal bergerak ke lantai 2 untuk menikmati hidangan khasnya di Fat Dragon Resto, demikian pula jika ingin menikmati makanan ala Western terutama Perancis dan Italia langsung saja naik ke Lantai 5 untuk merasakan makanan otentiknya di Belle Vue Resto. Seperti halnya yang pernah Tim Warna Nusantara angkat di edisi terdahulu, jajaran pastry di hotel ini adalah salah satu yang direkomendasikan. Jangan takut dengan harga yang akan menyesuaikan dengan kemegahan hotelnya karena ternyata harga yang ditawarkan oleh kedua resto ini bersahabat.

 

Bagi para pecinta binatang salah satu fasilitas di GH Universal Hotel ini mungkin bisa menjadi daya tarik tersendiri. Fasilitas terbaru yang dikhususkan untuk binatang peliharaan ini sengaja diciptakan agar tidak hanya sang empunya saja yang menikmati kenyaman hotel namun pula hewan peliharaannya. Disini secara khusus sang hewan akan dimanjakan dengan  perawatan khusus yang ditangani langsung oleh profesional dibidangnya.

Bisa disimpulkan bahwa renaissance adalah awal dari kebudayaan modern yang terlepas dari kungkungan yang menghambat kreatifitasnya. Demikian pula dengan GH Universal Hotel ini, layaknya sebuah monumen penanda kota kreatifitas. Dengan gaya arsitektur renaissance-nya pula bisa diartikan sebagai era baru pelayanan hotel di Kota Bandung.

 

Liputan Fadly Shaputra & Yudiari Widyawaty (Kontributor Warna Nusantara)

 

 

 

 

Lokasi
3 out of 5
Kamar
4 out of 5
Layanan
3 out of 5
Kebersihan
4 out of 5

3.5

Average
3.5 out of 5

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *