Juli 23, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Pulang ke Kampung Ramadhan Novotel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kampung adalah sebuah area tinggal sekelompok manusia lebih luas dari dusun tapi lebih kecil dari kota dengan populasi penduduk antara beberapa ratus hingga ribuan orang saja. Seringnya dinamai kampung karena jaraknya yang jauh dari kota dan kehidupan masyarakatnya pun lebih tertinggal daripada masyarakat kota. Namun itu dulu, derasnya komunikasi telah menipiskan perbedaan tadi hingga akhirnya beberapa budaya asli masyarakat kampung mulai hilang. Kerinduan akan budayanya tadi yang menjadikan kita ingin kembali ke sana. Pulang ke kampung.

Di bulan yang suci ini banyak hotel yang menawarkan paket-paket ramadhan. Khusus untuk di Novotel Hotel Bandung program Ramadhan yang ditawarkan adalah “Kampung Ramadhan“. Suasana berbuka puasa dengan suasana kampung akan didapatkan di sini. Makanan-makanan tradisional sunda dari mulai awug, getuk hingga asinan sampai ke mie kocok ada di buffet-nya. Restoran yang luas dan nyaman dengan dekorasi buffet-nya yang ngampung benar-benar membuat sejuk saat berbuka. Tambahan penyejuk lainnya adalah siraman rohani berupa tausiah menjelang beduk maghrib dari ustadz-ustadz yang khusus didatangkan oleh Novotel.

Dalam buka bersama kali ini, Tim WarnaNusantara dijamu oleh Novotel Bandung dengan sajian unggulan Nasi Pepes Tutug Oncom sebagai menu utama dengan Fussion Italian Dessert sebagai menu penutupnya. Kedua menu ini bisa kita dapatkan di Restoran Novotel bukan hanya di bulan puasa saja, kita bisa pesan kapan saja. Sebetulnya andalan utama dari Novotel adalah Iga Balado namun kedua menu ini direkomendasikan untuk anda coba, tidak kalah enaknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nasi Tutug Oncom adalah makanan tradisional nusantara yang berasal dari daerah Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurut Pupuhu Caraka Sundanologi Bandung Adang S, sejak tahun 1940-an makanan ini sudah disajikan sebagai teman sarapan. Awalnya, oncom tersebut hanya dibakar dan ditambah garam, tanpa diberi bumbu macam-macam. Oncom bakar tersebut lalu dijadikan teman makan nasi, disajikan dengan teh tanpa gula, oncom bakar biasanya dimakan pada pagi hari sebagai teman sarapan. “Orang Sunda zaman dulu, meski punya peliharaan ayam atau ikan, tidak pernah makan hewan peliharaan tersebut. Hewan-hewan tersebut baru dipotong saat Lebaran tiba,” lanjut beliau. Kebiasaan suku Sunda tersebut membuat oncom seolah menjadi makanan wajib, bisa dipastikan pada zaman dahulu hampir setiap rumah memiliki kebiasaan memasak nasi tutug oncom, selain rasanya yang gurih, pembuatan nasi tutug oncom ini relatif mudah dan murah. Belakangan ini nasi tutug oncom kembali muncul dan menjadi salah satu santapan idola di Bandung. Dalam hal ini, Novotel Bandung menyajikan Nasi Pepes Tutug oncom ala-nya.

Bagi yang belum mengetahui, oncom adalah sebuah makanan produk dari hasil fermentasi sama seperti tempe dimana hasil fermentasinya dilakukan oleh beberapa jenis kepang, yang membedakannya adalah  bahwa pada oncom hasil olahan dinyatakan siap diperdagangkan setelah kapang menghasilkan spora, sementara pada tempe hasil olahan diperdagangkan sebelum kapang menghasilkan spora (baru dalam tahap hifa). Biasa disajikan dengan dibungkus daun pisang yang membuat rasa berbeda, demikian pula dengan nasi tutug oncom novotel. Menggunakan ayam pejantan dan ikan bilis sebagai lauknya, disertai tahu dan tempe sebagai pelengkap. Tidak lupa pelengkap lain lalaban berupa timun, kacang panjang dan kol putih. Terbayang rasanya, untuk mengkabulkannya silahkan datang langsung ke Novotel Hotel.

Untuk bagian akhir, sajian hidangan Fusion Italian Dessert benar-benar penutup yang pas. Tiga buah makanan fussion yang disajikan dalam satu piring.  Gaya kuliner fussion adalah praktik menggabungkan makanan dan gaya memasak dari berbagai sumber untuk menciptakan hidangan dengan rasa baru. Demikian halnya Fusion Italian Dessert ini yang memiliki rasa unik. Sekali lagi, silahkan datang langsung dan mencobanya di Novotel Hotel Bandung.

 

Sumber tulisan lain : – www.kulinologi.co.id

– www.catatansejarah.com

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *