Januari 26, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Pesona di Barat Sumatera

Sumatera Barat bukan hanya terkenal dengan makanan khasnya yang lezat saja namun juga keindahan alamnya yang indah. Menempati posisi barat pantai sumatera dengan beribukotakan Padang dengan mayoritas sukunya beretnis Minangkabau. Terdiri dari dataran rendah di pantai barat dan dataran tinggi vulkanik yang dibentuk oleh Bukit Barisan. Terdapat 29 gunung yang tersebar di 7 kabupaten salah satunya adalah Gunung Marapi.

Gunung Marapi adalah gunung teraktif di Sumatera. Terletak di Kabupaten Agam dapat terlihat di Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang dan Kabupaten Tanah Datar. Berada di ketinggian 2.891 mtr diatas permukaan laut. Walaupun berstatus aktif, sudah meletus labih dari 50 kali semenjak akhir abad ke-18 namun keindahannya sungguh luar biasa. Tidak hanya itu saja, jika kita terus bergerak ke arah Kota Bukittinggi ada salah satu andalan wisata lainnya yaitu Ngarai Sianok.

Ngarai yang curang dan berkelok, berkedalaman lebih dari 100 mtr, Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh. Membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 mtr, merupakan bagian dari patahan yang memisahkan Pulau Sumatera menadi dua bagian memanjang atat disebut juga patahan semangko. Patahan yang membentuk dinding curam bahkan tegak lurus dan membentuk dinding yang curam. Jaman dulu jurang ini disebut juga sebagai kerbaouwengat atau kerbau sanget karena banyaknya kerbau liar yang hidup bebas di dasar ngarai itu. Kini bisa diarungi dengan menggunakan kano dan kayak. Kekayaan flora dan fauna akan kita jumpai di sana seperti bunga rafflesia serta fauna seperti: monyet ekor panjang, siamang, simpai, rusa, babi hutan, macan tutul dan juga tapir. Lanjut ke daerah Payakumbuh, tepatnya 30 km sebelah timur kotanya, kita akan terpesona oleh jalan berkelok atau kelok sembilan.

Kelok sembilan merupakan luas jalan berkelok yang terletak 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, tepatnya jalan provinsi Sumatera Barat menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarimalak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam; Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau. Di sekitar Jalan Kelok 9 saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. Terhitung, jembatan ini enam kali menyeberangi bolak balik bukit.

Di dalam kota, salah satu yang menarik kita kunjungi adalah Jam Gadang. Terletak di tengah Kota Bukittinggi. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan Bahasa Minangkabau yang berarti “jam besar.” Sejarahnya Jam Gadang ini selesai dibangun pada tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris atau controleur Fort de Kock (Bukittinggi sekarang) pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Arsitektur menara jam dirancang oleh yazid Rajo Mangkuto, peletakan batu pertama dilakukan oleh putra pertama Rook Maker yang pada saat itu berusia 6 tahun. Biaya pembuatannya cukup fantastis, 3.000 Gulden. Dikarenakan banyak diperhatikan orang, hal ini yang menjadikannya sebagai penanda titik nol Kota Bukittinggi.

Sebelah Barat Pulau Sumatera memang menjanjikan kenikmatan bukan hanya indra perasa kita namun juga indra penglihatan. Tak sabar untuk menunggu berkunjung kesana lagi.

 

Foto oleh Fadli Shaputra, Kontributor Warna Nusantara

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *