September 1, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Perantau yang Tidak Lupa dengan Peninggalan Leluhurnya

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang terkenal dengan panganannya. Bahkan salah satu makanan terenak di dunia berasal dari sini. Selain rendang tentu saja panganan lainnyapun terkenal pula. Ketenaran makanan Sumatera Barat ini ditengarai karena banyak kita temui Rumah-Rumah Makan Padang yang tersebar hampir diseluruh penjuru nusantara. Kemahiran leluhur dalam meramu rempah-rempah hingga menjadi makanan yang diwariskan turun-temurun dan kemudian si pewaris resep tersebut menjalani adat dengan merantau dan membuka rumah makan yang menjadikan makanan ini nomor satu bukan hanya di nusantara bahkan dunia. Salah satu pewaris kuliner Sumatera Barat yang hingga kini otentik mempertahankan rasanya dan tentu saja merantau keluar dari tempat asalnya adalah Rumah Makan Pak Datuk. Perantau yang tidak lupa dengan peninggalan leluhurnya.

Leluhur Suku Minangkabau, suku mayoritas yang mendiami Pulau Sumatera bagian barat meninggalkan warisan yang berharga bagi penerusnya, resep-resep masakan yang tiada tara. Dikarenakan banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa, makanan di daerah inipun kebanyakan menggunakan kelapa sebagai salah satu bahannya. Pelabuhan Teluk Bayur yang merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Pulau Sumatera dan merupakan salah satu pelabuhan yang berpengaruh dalam perdagangan hasil bumi masa lalu turut berpengaruh pada makanannya pula. Kedatangan pedagang dari Arab, India serta pulau-pulau lainnya memberikan dampak yang signifikan dalam dunia kuliner minangkabau. Panganan seperti kari dari india adalah salah satunya. Bermacam varian makanan tercipta dari bumbu ini. Santan dan gulai menggunakan bahan dasar kelapa yang notabene tersedia banyak di sana. Warisan yang sangat berharga ini diturunkan ke penerus-penerusnya dan sebagian besar dari mereka membawanya ke daerah perantauan.

 

Salah satu perantau yang membawa harta itu adalah Alm. H. R. Dt Mudo. Beliau merantau  ke Kota Dumai pada tahun 1978 dengan berjualan makanan sumatera barat di kaki lima Jalan Datuk Laksamana, Dumai. Hingga kini Rumah Makan ini berlokasi di tempat yang sama dengan menenmpati bangunan permanen milik sendiri. Makanan Minang Kabau yang terkenal di sini adalah ayam gulai dan dendeng batokok. Resep-resep untuk makanan yang ditawarkan di Rumah Makan Pak Datuk ini menggunakan resep yang dipergunakan neneknya dahulu. Hingga kini generasi ke – 3 nya masih menggunakan resep-resep ini.

Olahan ayam adalah unggulan dari Rumah Makan Pak Datuk. Keempukan serta lembutnya serat dari ayam ini yang membuatnya terkenal hingga kemana-mana. Ditambah dengan rasa kaya akan rempahnya yang mengimbangi si ayam kampung. Sebenarnya dengan kuah gulai dengan cita rasa yang tinggi menjadi unggulannya. Hingga kini rumah makan ini memiliki lebih dari sepuluh cabang yang tersebar di Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Rumah Makan Pak Datuk merupakan perwakilan dari perantau-perantau Sumatera Barat yang sukses menjalankan usaha dengan bermodalkan warisan dari leluhurnya, makanan yang kaya rasa. Bahkan berkat mereka pula makanan yang salah satunya adalah rendang, makanan terlezat di dunia bisa tersebar dan dikenal di Nusantara bahkan dunia.

Liputan Fadly Syaputra, Kontributor Warna Nusantara

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *