Juni 8, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Pengukuran Bahan Makanan

1. Berat

Bagaimana mengukur berat bahan makanan? Mengukur harus melalui metode yang akurat dengan cara menimbang bahan, ini adalah cara umum untuk bahan makanan padat dan timbangan harus benar. Bnetuk timbangan kecil sering dipakai di dapur karena lebih tepat untuk menimbang bahan dalam jumlah kecil. Untuk menentukan timbangan bahan harus diketahui perbedaan berat bahan dalam keadaan kotor dan berat bahan yang bisa dimakan (edible portion). Pada resep yang biasa hanya mencantumkan berat yang dipakai, untuk itu harus ada penjelasan; jika dalam resep disebut “1 kg kentang” sebelumnya harus ditulis setelah dikupas bersih, jika dala resep ditulis “1 kg kentang setelah dikupas diiris” berarti kebutuhan kotornya lebih dari 1 kg kentang.

 

2. Volume

Ukuran volume adalah ukuran isi untuk bahan cair. Mengukur cairan umumnya lebih tepat dan ketepatannya lebih akurat dengan memakai ukuran standar secara internasional yaitu 1 (liter), dl (desiliter), ml (mililiter). Bahan yang padat umumnya tidak diukur dengan volume karena dengan cara ini tidak akan mendapat hasil yang tepat. Bahan makanan kering seperti gula dan tepung biasanya di toko diukur dengan timbangan meskipun kadang di dapur dengan volume. Mengukur bahan kering dengan volume harus dipereskan dengan memakai pisau atau spatula dan disesuaikan dengan petunjuk resepnya, kalau pemakaian kecil seperti untuk bumbu menggunakan sendok ukuran standar internasional, bisa sendok makan (sdm) atau sendok teh (sdt) karena kalau memakai timbangan sangat kecil ukurannya.

 

Tuti Soenardi dan Tim Yayasan Gizi Kuliner Jakarta, Teori Dasar Kuliner, Gramedia Pustaka Utama

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *