Januari 12, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Pempek Kuliner Khas Palembang

Cerita seputar Pempek kuliner khas Palembang tentunya tidak luput dari perkembangan kuliner indonesia yang tidak bisa dilepaskan dari akulturasi dengan bangsa lain terutama dengan Cina. Bangsa perantau ini memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan kuliner di Indonesia. Salah satu makanan yang merupakan akulturasi tersebut adalah pempek.

Begitu orang menyebutkan nama pempek, langsung akan tersmbung dengan kata asal makanan tersebut yaitu Palembang. Ibukota Propinsi Sumatera Selatan ini berpopulasi + 1,7 juta jiwa yang memadati 358,55 km2 wilayahnya. Kota ini tidak dapat lepas dari Kerajaan Siwijaya, kerajaan bahari terbesar se- Asia Tenggara pada jamannya. Berdasarkan letak geografisnya yang startegis kota ini banyak dikunjungi pedagang-pedagang dari manca negara, salah satunya para saudagar Tiongkok yang kemudian suku bangsa ini berbaur dan menetap di Palembang atau kerajaan Sriwijaya dulunya.

Kembali ke asal-muasal pempek, makanan ini deiperkirakan mulai ada pada abad ke-16. Pempek berasal dari kata “apek” yang merupakan panggilan untuk orang tua keturunan tionghoa. Dari sini saja bisa terlihat dari mana asal makanan ini. Konon si Apek ini mengolah ikan-ikan dari Sungai Musi menjadi makanan yang sekarang kita kenal dengan nama pempek.

Pempek berbahan dasar tapioca dan ikan. Ikan-ikan yang dipergunakan untuk membuat pempek berasal dari Sungai Musi namun sekarang ada pula yang menggunakan ikan dari laut.

Ada bermacam jenis pempek, yang terkenal diantaranya pempek kapal selam, lenjer, adaan dan pempek kulit ikan. Sebetulnya ada 10 jenis pempek, seperti yang ditulis oleh merdeka.com tanggal 29 Desember 2013. Kesepuluh jenis tersebut adalah: pempek kapal selam, pempek bulat atau adaan, pempek lenjer besar dan kecil, pempek pastel, pempek panggang, pempek keriting atau kerupuk, pempek telur kecil, pempek lenggang, model dan tekwan. Diantara jenis-jenis pempek ini, pempek kapal selamlah yang paling terkenal. Disamping modelnya yang besar menyerupai kapal selam, pempek jenis ini sangat mudah diingat namanya.

Disamping kelejatan pempeknya kita tidak boleh melupakan cuko atau kuahnya. Rasa pedas dan asam yang khas seolah menyeimbangi kegurihan ikan yang berasal dari pempeknya. Bahan dasar gula merah membuat warna cuko menjadi khas yaitu coklat tua.

Tak bisa diragukan darimana asal pempek.  Walaupun makanan ini adalah makanan akulturasi namun tempat ditemukan dan asal bahannya, asli Palembang.

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *