Para Foto Kopi
September 5, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Para Foto Kopi

Cukilan dari buku yang terkenal The History of Java yang melukiskan betapa pada masa itu kopi sudah mulai ditanam di Nusantara walaupun mungkin tidak dikonsumsi oleh rakyatnya sendiri. Dari catatan inipun menandakan kualitas kopi nusantara yang diakui dunia. Melalui pergerakan gelombang ketiganya, saat ini penggemar kopi bukan hanya sekedar menikmati saja namun mulai belajar mengenai varietas, olahan, hingga asal-usulnya. Tentu saja tak ketinggalan para penikmat kopi dari balik lensa kamera, para Foto Kopi.

Foto Kopi hanya sebuah nama saja yang dibuat oleh Firman Sodiq, Manager MG&Co Eatery untuk acara yang digagasnya bersama Warna Nusantara. Acara ini dibuat tentu saja untuk para pecinta kopi dan mereka yang suka mengabadikan kopi ini dari kameranya baik kamera canggih hingga ke selular pintar. Dengan mengundang profesional di bidangnya sebagai pengisi materi workshop dan sekaligus juri foto.

Acara workshop dikemas sangat ringan layaknya perbincangan warung kopi namun ilmu yang didapat lumayan banyak. Selain belajar komposisi, pencahayaan, dan penataan objek disini disampaikan pula mengenai estetika memotret kopi. Semua ilmu yang didapat langsung dipraktekan di tempat, dan tentu dilombakan. Hasilnya terlalu standar kaal dibilang hanya memuaskan, bagus-bagus hingga akhirnya tim juri pun lumayan kerepotan menentukan pemenangnya. Akhirnya Juri memutuskan juara 1 pada lomba ini foto hasil karya Irwan Suandi, diikuti oleh karya Wahyu Webe dan Yudiari Widyawati sebagai pemenang ke – 2 dan ke – 3. Rencananya sendiri acara Foto Kopi ini akan digelar setup bulan oleh MG&Co Eatery, ditempatnya yang sama Jl. Taman Cempaka No. 7 Bandung.

“Tanaman kopi yang dibawa ke Jawa oleh pemerintah kolonial sekitar abad ke -18, menjadi salah satu tanaman yang dimonopoli oleh Pemerintah Belanda. Mulai dari penanaman, perawatan, sampai pengangkutan hasil ke gudang pemerintah dilakukan oleh penduduk atas paksaan dan tekanan serta berbagai tindak kekerasan lain oleh para mandor yang diupah pemerintah. Sebelum tahun 1808, perkebunan kopi hanya di Distrik Sunda. Hanya ada beberapa kebun di wilayah timur, dengan produksi tidak mencapai sepersepuluh bagian yang ada. Namun, di bawah pemerintahan Marshal Daendels, tanaman ini tumbuh di berbagai lahan dan semua perkebunan hanya pada kopi terkecuali, dan akhirnya hampir seluruh propinsi di Jawa dipenuhi kebun kopi,” Thomas Stamford Raffles. Ingin mengembalikan kejayaan kopi nusantara seperti jaman ini, ayo promosikan terus salah satunya dengan mengupload sebanyak-banyaknya tentang kopi kita, Foto Kopi.

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *