April 15, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Ngopi Kopi di Kopi Diaboli

“To me, the smell of fresh-made coffee is one of the greatest inventions.” – Hugh Jackman

Meminum kopi adalah merupakan tradisi turun temurun Masyarakat Nusantara. Di Tatar Priangan pada umumnya, kopi dan teh merupakan komoditi eksport favorit Pemerintah Kolonial. Dalam rangka menutupi kerugian akibat Perang Jawa, Pemerintah Kolonial menerapkan politik cultuur stelsel (tanam paksa). “Dari beberapa jenis tanaman yang diwajibkan seperti: tembakau, gula, nila, kayu manis, kopi dan teh, maka wilayah Priangan paling banyak menghasilkan dua jenis yang terakhir, kopi dan teh. Begitu berpaut erat, usaha membudi-dayakan tanaman kopi dengan kehidupan rakyat Priangan, sehingga sering kita mendengar ungkapan dalam  dalam Bahasa Sunda “ngopi.” Yang merangkum pengertian luas dari segala macam bentuk acara makan kecil (snack). Meski pada kesempatan itu air kopi tidak dihidangkan, namun orang masih menyebutkan – Ngopi!”  (Haryoto Kunto, Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, Hal 21).  Hingga kini biji kopi yang dihasilkan perkebunan di Nusantara merupakan salah satu yang terbaik di dunia hanya saja seperti diutarakan oleh Kang Yoyon dan Kang Abu pengelola Kopi Diaboli, masyarakat kita tidak dapat mengolahnya dengan baik.

Khusus untuk  Kopi Diaboli, Kang Abu dan Kang Yoyon menyajikan kopi yang berbeda dengan kopi-kopi lain. Sebagai pecinta kopi mereka tidak ingin menampilkan kopi yang standar, kopi itu harus enak dilihat dan dirasa. Memang komoditi yang dihadirkan di Kedai ini dari total 200 menu sebagian besar adalah kopi, baik kopi standar internasional hingga tradisional. Berpengalaman selama 8 tahun menjadi barista menjadikan Kang Yoyon hafal akan racikan kopi.  Untuk menu internasional resep yang digunakan sudah standar namun untuk menu tradisional dipergunakan racikan-racikan khusus. Yang menjadi pembeda, rasa dimana jenis kopi yang digunakan adalah kopi unggulan, serta cara penyajiannya. Namun demikian tamupun dihibur dengan atraksi menggambar kopi yang dihadirkan live.

Kunci lainnya dari kenikmatan kopi adalah cara penggilingan yang benar karena dari proses ini dapat menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda. Proses ini harus benar dilakukan karena kopi itu hidup. Ada dua jenis kopi, arabica dan robusta, Kopi arabica memiliki tingkat keasaman yang lebih dibanding robusta, komposisi yang tepat akan menghasilkan kopi yang mengandung asam rendah. Seperti Kopi Tubruk Traktor yang ada di Kopi Diaboli, dijamin tidak membuat asam lambung naik jadi aman dikonsumsi oleh penderita maag.

Kopi Diaboli berlokasi di Jalan Badaksinga No. 2 Bandung, tepatnya di Cafe Gulali, yang menjadi unggulannya adalah Burning Capucinno. Walaupun demikian menu Kopi Keclak dan Kopi Tubruk yang mewakili jajaran menu tradisional tidak kalah peminatnya. Sengaja menu-menu tradisional ini dihadirkan di sini karena pengelola tidak mau berketergantungan dengan mesin pembuat kopi.

Diakui Kang Yoyon sedari kecil sudah dijejali kopi oleh orang tuanya yang menjadikannya seorang pecinta kopi. Orang harus menyukai dan mencintai kopi terlebih dahulu sebelum mau terjun ke dunia ini karena ilmu kopi itu tidak ada hentinya. Yang dirasakannya kopi bisa membuat orang tenang.

Merasa kopi dari perkebunan nusantara memiliki kualitas yang baik bahkan bisa jadi yang terbaik. Sebagai contoh sebuah jenis kopi impor dari Italia yang harganya bisa mencapai Rp 500.000,- per kilogramnya, ternayata dihasilkan dari perkebunan kita. Dikarenakan memiliki alat untuk mengolah kopi ini dengan baik, maka hal tadi bisa terjadi. Untuk itu diperlukan pengetahuan yang baik dalam hal pengolahan kopi. Sebagai masukan, Kang Yoyon memberikan tips untuk dapat menghasilkan kopi yang baik; pertama, biji kopi yang segar; kedua, menggilingnya dengan baik hingga menemukan komposisi yang pas; ketiga, suhu air yang dipergunakan harus pas suhu derajatnya.

Kopi yang enak dihasilkan tidak dengan proses yang instan namun diperlukan bahan kopi yang baik dan segar, namun yang terpenting adalah bagaimana cara mengolahnya. Bagi pecinta kopi seperti Kang Yoyon dan Kang Abu, menyajikan kopi yang terbaik bagi pecinta kopi lainnya yang datang ke Kopi Diaboli adalah merupakan suatu kebanggaan.

Liputan Irvan Minz Priono & Awil_Wilman (Kontributor Warna Nusantara)

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *