Mungkinkah Peradaban Tertua Berasal dari Nusantara
Maret 3, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Mungkinkah Peradaban Tertua Berasal dari Nusantara

“I do not believe that civilization will be wiped out in a war fought with the atomic bomb. Perhaps two-thirds of the people of the earth will be killed.” – Albert Einstein

Singkatnya mungkin yang dimaksud oleh Albert Einstein diatas adalah tidak ada yang dapat membinasakan peradaban, sedikitnya tetap saja akan meninggalkan bekas. Walaupun bekas-bekas ini hingga kini masih meninggalkan misteri. Misteri tentang asal-muasal manusia. Ada pendapat nenek moyang manusia adalah kera yang berjalan tegak, tak sedikit pula yang membantahnya. Ada yang berkeyakinan situs machu pichu di Peru, Amerika Selatan tidak sedikit yang mengatakan piramid di Giza, Mesir. Bagaimana dengan Nusantara? Mungkinkah peradaban tertua berasal dari nusantara?

Bagi pecinta pelesir, tidak ada salahnya untuk datang ke Situs Gunung Padang. Situs yang tepatnya terletak di Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur Jawa Barat merupakan situs peninggalan prasejarah era megalitikum. Hingga kini masih dalam penelitian pemerintah Indonesia. Salah satu dugaan kuat bahwa keberadaannya lebih tua dari Piramida di Giza, Mesir adalah hasil penelitian tentang bebatuan disana yang menunjukan umur batu disana. Diduga kuat pula dari temuan bentuknya bahwa situs ini dahulu kala dipergunakan sebagai tempat pertemuan ketua adat suku sunda kuno.

Sebetulnya situs ini sudah ditemukan oleh arkeolog dari Belanda pada tahun 1914 namun benar-benar mulai dilakukan penelitian pada tahun 1970-an. Sama seperti Candi Borobudur yang ditemukan pertama kali sudah tertutup tanah dan menyerupai bukit demikian pula situs Gunung Padang, walaupun luasnya jauh lebih besar, kurang lebih 900 m². Hingga kini masih diteliti oleh ilmuwan dalan dan luar negeri bahkan penemuan terbaru mendapatkan alat musik purba disana. Ditemukannya ruangan yang sama seperti di Piramid Mesir membuat banyak teka-teki tentang hubungan dari keduanya.

Jika ingin berwisata kesana, walaupun Pemerintah Indonesia belum meresmikannya sebagai objek wisata, cukup berkendaraan, letaknya diantara Kota Cianjur dan Sukabumi, tepatnya diperempatan Kecamatan Warung Kondang. Tempatnya cukup curam apalagi diwaktu hujan jadi disarankan menggunakan sepatu yang anti selip, selain tentu menghindari terpeleset juga benturan langsung kaki kita dengan batuan yang keras dan tajam. Tangga-tangga yang akan banyak kita lalui sangat cocok untuk penggemar wisata hiking. Kontur tanahnya yang labil akibat dari tumpukan bebatuannya menyebabkan terbatasnya jumlah pengunjung yang diperbolehkan naik. Karena diduga dulunya dipakai sebagai tempat pemujaan suku sunda kuno maka tempat ini hingga kini masih difungsikan sama oleh penganutnya, jangan heran karena itu kita akan dibekali kain untuk dikenakan layaknya kita berwisata ke Pura Suci di Bali.

Bebatuan yang digunakan untuk menyusun Situs di Gunung Padang setelah diteliti ternyata berusia 14.500 hingga 25.000 tahun sebelum masehi. Jauh lebih tua dari Piramid dan jaman kenabian Muhammad Saw. Sunda sebagai perwakilan dari nusantara secara keseluruhan (karena belum ada situs lain yang berumur lebih tua dari ini di Indonesia) sudah memiliki tata kelola negara yang baik salah satunya tata adat budaya atau bahkan agama. Mungkin saja salah satu wahyu diturunkan di bumi nusantara sebelum akhirnya wahyu tersebut diturunkan kembali untuk disempurnakan oleh Rasulullah. Teka-teki yang pada saatnya nanti akan terjawab, wallahualam. Mungkin juga peradaban tertua berasal dari Nusantara? Kembali wallahualam.

 Liputan Yudiari Widyawati, Kontrobutor Warna Nusantara

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *