Merindukan Pertanyaan yang Lain
Maret 15, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Merindukan Pertanyaan yang Lain

“Biarlah kehidupan di dalam lapas adalah proses untuk menjalani kehidupan di luar, bukanya kehidupan di luar yang menjadi proses untuk menjalani hidup di dalam lapas.” – Ibu Kartini, Eks Warga Binaan, Pengelola Warung Modus

Kesalahan apa yang kamu lakukan sehingga bisa masuk ke sini, adalah pertanyaan yang lumrah dilontarkan oleh masyarakat ketika bertemu dengan warga binaan atau lebih terkenl dengan sebutan narapidana. Walaupun pertanyaan yang wajar saja dilntarkan namun sebetulnya sebagai seorang warga binaan lebih merindukan pertanyaan yang lain.

 

Setidaknya itu yang disampaikan oleh Ibu Kartini dalam acara pembukaan Warung Modus, sebuah rumah makan yang dikolola oleh anggota Permata Warna, komunitas yang beranggotakan eks warga binaan. Acara yang dihadiri oleh para pennggerak sosial ini diantaranya, Iwapi Kota Bandung, Perempuan Bandung Bersatu, Kompakers Bandung, Gerakan Nasional Anti Korupsi, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Kota Bandung serta budayawan Kota Bandung, Acil Bimbo.

Seperti diutarakan oleh Bapak Medi Mahendra, Ketua Harian LLKS Kota Bandung serta Pembina Permata Warna, para mantan warga binaan ini jangan diposisikan sebagai peminta-minta tapi posisikan serta beri kesempatan untuk sama-sama berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat. Sama halnya dengan apa yang ditambahkan oleh Ibu Kartini, “Kami tidak mampu bersaiung secara keilmuan ataupun material. Hanya ingin bekerja  dengan baik dan benar, maka diperlukan perhatian dari masyarakat untuk tidak memandang sebelah mata dan menerima kami di tengah kehidupan bermasyarakat.”

Warung Modus berlokasi di Jalan Sersan Bajuri KM. 12, Bandung, tepatnya diseberang Kampung Gajah. Keunikan disini selain dapat menikmati makanan yang enak, disetiap meja diletakan pasal-pasal KUHP. Alasan disimpanya pasal-pasal ini adalah sebagai pengingat kita untuk tdak melakukan hal-hal yang dilarang jika kita tidak ingin menjadi pesakitan. Dalam buku menu tertulis KUHP, bukan Kitab Undang-undang Hukum Pidana melainkan Kitab Urutan Hidangan dan Panganan. Nama-nama menu pun unik seperti Pil BK yang merupakan kesingkatan dari Pilihan Bandeng Kering.

Memang Tuhan menciptakan masa lalu untuk tidak dapat kita lalui lagi, hanya menjad kenangan yang harus menjadi pelajaran bagi hidup kita kedepannya. Masa depan tentu itu yang akan kita jalani. Sudah sewajarnya kerinduan Ibu Kartini serta rekan-rekan mantan binaan  akan pertanyaan yang lain selain kesalahan masa lalunya, dapat kita wujudkan. Memberi mereka kesempatan untuk mengganti kesalahan masa lalunya dengan karya, sesuatu yang membuat Sang Pemilik Masa Depan tersenyum. “Jadi mulailah mengganti pertanyaan kesalahan apa yang kamu lakukan sehingga bisa masuk ke sini,  menjadi apa yang bisa kami perbuat sehingga kalian tidak menjadi narapidana,” demikian seperti diutarakan oleh Ibu Kartini.

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *