Agustus 15, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Merayakan 17 Agustus Gak Mesti ke Gunung

“Mencari jalur tersulit tapi mencari kemudahan untuk mencapai puncak.” – Mamay S. Salim, EIGER Adventure Service Team Manager

Daya tarik gunung bagi para pecinta alam memang sangat luar biasa. Walaupun ketika kita bertanya pada mereka kenapa harus berlelah-lelah mendaki gunung bahkan bertaruh nyawa untuk menaklukannya jawabannya tidak mereka ketahui. Bahkan seorang Sir Edmund Hillary, ketika ditanya kenapa harus menaklukan Mt. Everest jawabannya hanya “karena gunungnya ada di sana.” Demikian pula dengan fenomena pengibaran bendera pusaka di puncak gunung menyambut hari kemerdekaan yang biasa dilakukan para Pecinta Alam. Namun tahun ini nampaknya tidak banyak gunung yang dapat didaki ketika 17 Agustus seiring banyak ditutupnya jalur pendakian seiring cuaca dan alam yang sedang tidak bersahabat. Namun jangan khawatir, dengan adanya acara EIGER Independence Sport Climbing Competition 2015, merayakan 17 Agustus gak mesti ke gunung.

EIGER Independence Sport Climbing Competition 2015 atau disingkat (EISCC 2015) adalah sebuah kejuaraan panjat tebing tingkat nasional yang diselenggarakan oleh EIGER dalam rangka mencari dan melahirkan pemanjat-pemanjat tebing dengan prestasi nasional atau bahkan internasional. Tidak kurang 200 peserta dari berbagai daerah di nusantara bahkan beberapa atlit dari Malaysia dan Singapura mengikuti acara ini. Ajang ini pun dijadikan momentum oleh beberapa atlit nasional untuk mencari catatan terbaik atau ajang pemanasan sebelum menghadapi Pra Qualifikasi PON dan PON 2016. Acaranya sendiri dilaksanakan pada tanggal 15 – 17 Agustus 2015. Khusus pada tanggal 17 Agustus 2015 akan diadakan acara yang diberi tema Rock Master dimana dalam acara ini akan diadakan eksebisi lomba panjat tebing yag diikuti oleh legenda-legenda panjat Indonesia. Kategori yang dilombakan tahun ini adalah Lead & Speed Climbing kategori putra dan putri. Acara ini pun dirangkai dengan acara pengenalan aktivitas komunitas slacklines, lembaga studi ular dan talk show mengenai panjat tebing serta live musik.

Acara yang sudah menjadi agenda tahunan EIGER sejak tahun 2000 ini diharapkan mampu mempopulerkan olahraga panjat tebing kepada masyarakat umum. Lewat acara ini pula muncul nama-nama atlit panjat tebing yang sudah menorehkan prestasinya di kancah internasional, sebut saja: Yuyun Yuniar, Ronald Mamarimbing, Nurmansyah, Hj. Wilda, Ponti Hardiyanto, Gelar Pandu, Abudzar dan lain-lain. Acara ini pun sebagai bentuk konsistensi dan dukungan dari EIGER untuk olah raga ini.

Tentu saja ajang kali ini diharapkan mampu melahirkan atlit-atlit panjat tebing berprestasi nasional bahkan internasional. Acara ini pun sebagai bentuk konsistensi dari EIGER yang tahun ini memfokuskan diri pada Tropical Adventure Life, bukan hanya bagi pemanjat saja namun juga para petualang-petualang sejati. Sama seperti yang biasa Kang Mamay S. Salim, EAST Manager Eiger, pikirkan ketika akan memanjat tebing, Mencari jalur tersulit tapi mencari kemudahan untuk mencapai puncak”. Lewat peralatan adventure-nya berusaha mewujudkan tujuan utama naik gunung, “kembali ke rumah dengan selamat.” Pesan terakhir, jadi kapan kita akan mencintai alam kita sebelum kita dekat dengannya. 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *