Juni 1, 2015
Warna Nusantara (335 articles)
0 comments
Share

Menyaksikan Keeksotisan Bandung dengan Cara yang Unik

Surga bagi kaum pendatang hingga mereka ingin singgah lagi dan lagi ke kota ini. Seolah sudah disusun sedemikian rupa oleh kaum kolonial dulu Kota Bandung pada jamannya menjadi kota tujuan pelesir meneer-meneer. Mengutip dari Buku Wajah Bandung Tempo Doeloe karya Haryoto Kunto, Halaman 263, “Menurut Official Yearbook – K.P.M. 1937-1938, keadaan turisme di Kota Bandung adalah sebagai berikut: “The treveler to The East, whether tourist or businessman, may on his voyage, or even before, have been given advice: Don’t forget a stay a Bandoeng!” (Para pelancong ke Dunia Tmur, apakah dia seorang wisatawan atau pedagang, dalam perjalanan atau sebelumnya, selalu mendapat nasihat: Jangan lupa, mampir dulu ke Bandung!) Kemudian ditulis juga: Sebenarnya lebih tepat kalau nasihat itu meniru pepatah lama yang mengatakan: “Lihat Kota Naples, baru boleh mati”. Jangan lupa, anda belum melihat Indonesia (Netherland Indies) kalau belum mengunjungi tanah Pasundan yang cantik molek. Kota Bandung akan menjadi pusat utama (the very centre) dari kehidupan turisme di Indonesia – sebuah titik pertemuan para wisatawan Australia, Amerika, Belanda dan Inggris. Maka pada zaman keemasannya Kota Bandung itulah lahir ungkapan dalam Bahasa Inggris: Don’t Come to Bandung, If You Left a Wife At Home!”(Majalah Mooi Bandoeng, Juli 1937) Seperti juga orang Belanda mengatakan: “Bandoeng is het paradijs, der aardsche schoonen; Daarom is het goed daar te women’ (Bandung adalah sorga permai di atas dunia, oleh sebab itu, sebaiknyalah bermukim di sana!) Walaupun tentu saja kondisi sosial dan budayanya serta kondisi alam yang sudah banyak berubah. Perubahan yang mempengaruhi tujuan berwisata ke Bandung yang tadinya ke eksotisan alam menjadi wisata kuliner dan belanja. Walaupun demikian sisa-sisa keasrian alamnya masih bisa dinikmati hingga kini. Demikian pula dengan Harris Hotel Ciumbuleuit yang sengaja mengundang tamunya untuk menyaksikan keeksotisan Bandung dengan cara yang unik.

 

 

 

 

 

HARRIS Hotel Ciumbuleuit – Bandung memiliki 210 ruangan dengan gaya modern- minimalis beserta 10 ruang meeting – yang masing-masing dapat mengakomodasi 50 hingga 100 orang. Sky Pool, Kid’s Pool, HARRIS Café, Juice Bar, H’Sweet Corner, Sky Lounge, Dino Kids Club, H-Spa & Happy Feet Reflexology, HARRIS Boutique dan HARRIS Ballroom seluas 1000 meter persegi, dapat menampung hingga 1.500 orang. Di lokasi yang strategis yaitu kawasan bisnis di utara Bandung, HARRIS Hotel Ciumbuleuit hanya berjarak 20 menit berkendara dari Bandar Udara Internasional Bandung dan 15 menit dari Stasiun Kereta Bandung. Merupakan hotel HARRIS ke-18 yang bernaung di bawah TAUZIA Hotel Management, memiliki pemandangan kota yang baik, lewat sky pool dan sky lounge-nya, kita bisa menikmati pemandangan indah Kota Bandung. Pemandangan ini semakin indah dinikmati dimalam hari bersama menu hidangan khas Harris Hotel. Memang Harris Hotel sangat ingin mengeplorasi Bandung lewat kecantikan dan keunikannya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan kompetisi photo hunt hitam-putih pada Desember 2014 dengan tema ‘The Secret Garden of Bandung’, 6 foto terbaik diumumkan pada acara grand lounching serta 54 foto avorit lainnya dipajang disana.

Keeksotisan Kota Bandung yang unik rasanya akan seperti biasa saja ketika kita menikmatinya dengan cara yang biasa pula. Bagaimanapun jika kita menikmatinya diatas gedung tinggi sambil berenang? Coba saja di Harris Hotel Ciumbuleuit, Bandung.

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *