Maret 4, 2015
Warna Nusantara (335 articles)
0 comments
Share

Menjadi Diri Sendiri Ala Chef Oded

“Dibekali ilmu memasak dari orang-orang yang belajar memasak secara otodidak yaitu ibu-ibu rumah tangga.” – Chef Dedi ‘Oded’ Sutardi

Berawal dari masa remaja yang sering naik gunung, menuntutnya mandiri untuk bisa memasak sendiri hingga akhirnya terbiasa memasak untuk teman-temannya adalah awal dari ketertarikannya dengan dunia kuliner. Lulus dari SMA di tahun 1990 melanjutkan sekolah sesuai dengan minatnya ke Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Hingga akhirnya karier di dunia kuliner berawal dengan bekerja di Papua selama 3 tahun. Memperoleh ilmu memasak menu western dan european ketika bekerja di kapal pesiar, membawanya melanglangbuana hingga ke Perancis, Italia hingga ke Kuba.

Berkarier di Kuba bukan hanya menambah pengetahuan dalam memasak namun juga pengetahuan berbahasanya. Selama bekerja di sana Chef Dedi Sutardi atau oleh rekan-rekannya biasa dikenal sebagai Chef Oded memperoleh penghasilan sampingan dari bekerja menjadi pemandu wisata, sambil pula memperkenalkan makanan nusantara ke kedutaan Kuba. Selama di Italia tanggungjawab yang diembannya adalah harus menguasai 30 jenis pasta. Hingga akhirnya pulang kampung ke Bandung bekerja di Restoran masakan sunda hingga akhirnya sekarang menjabat sebagai Executife Chef di Ardjuna Boutique Hotel.

Merasa terus bertambah ilmu setiap berpindah kerja dengan mendapatkan pengajaran dari chef-chef yang ada. Namun guru yang baik untuk masakan nusantara adalah ibu-ibu rumah tangga. Pengetahuan mereka akan masakan nusantara yang notabene otodidak namun darisanalah ilmu-ilmu yang sangat berharga di dapat. Bahkan ilmu-ilmu ini yang dia representasikan sewaktu mengikuti expo kuliner di Budapest, Rumania. 

Hal yang unik dilakukannya ketika bekerja di Eropa adalah satu kopor penuh berisi rempah-rempah dan bahan makanan nusantara, bahkan hingga daun pisang sampai dengan ulekan turut serta didalamnya. Waktu itu crew dari Indonesia kesulitan mendapatkan makanan yang pas dengan lidah mereka, Chef Oded yang menyiapkan makanan khas nusantara bagi mereka

Selama berkelana di Eropa, Chef Oded selalu berusaha merepresentasikan masakan nusantara. Tidak khawatir makanannya ditolak selama makanan tersebut dapat diterima di lidah mereka. Agar bisa demikian makanan tersebut sedikit dikombinasi tanpa menghilangkan kekhasannya, contohnya makanan seperti pepes ayam ditambah dengan rempah mereka. 

Menurutnya diperlukan peran serta pemerintah untuk melestarikan masakan nusantara. Ambil contoh saja negara Thailand dan Vietnam yang pemerintahnya memberikan subsidi untuk rumah makan yang ada di luar negeri. Orang-oorang Eropa sendiri sampai mempertanyakan ketiadaan rumah makan nusantara di sana padahal secara rasa dan keunikan makanan nusantara bisa lebih unggul. Hal ini pun terjadi ketika Chef Oded menjadi Duta Indonesia di Budapest, Rumania untuk merepresentasikan 30 ikon kuliner nusantara. Acara ini sampai diliput oleh 7 media elektronik besar.  Bahkan soto ayam dijadikan ikon di hotel penyelenggara tersebut.

“Kuncinya adalah langkah pemerintah dan pelaku kuliner yang sejalan, komunikasi yang berkesinambungan dan sejalan antara pemerintah dan pelaku kuliner, pemerintah harus tahu dunia kuliner itu seperti apa, harus ada orang yang menguasai dibidangnya.” sarannya. Kita harus optimis bahwa kuliner nusantara dapat bersaing dan jangan jadikan dia seolah tamu di negeri sendiri.

“Jadilah diri sendiri jangan sungkan untuk belajar. Menghadapi persaingan yang ketat seperti saat ini harus selalu inovatif. Percaya diri terhadap masakan nusantara, tidak usah malu mengolah masakan dari daerah asal,” Sarannya bagi penerusnya. Yang terakhir, hotel-hotel harus menambah porsi makanan nusantara, jadikan masakan nusantara itu sebagai ciri khasnya.

Liputan Donnie Kurniawan, Senior Reporter dan Fadli Shaputra, Kontributor Warna Nusantara

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *