Maret 27, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Mengikuti Kemana Angin Berhembus, Chef Deden Setiawan

Kariernya di bidang kuliner sudah tidak bisa disebut sebentar. Berawal di tahun 1992 dengan memulai jabatan terbawah di dapur, hingga kini menjadi Executive Chef di Golden Flower Hotel, Bandung. Di dunia ini hatinya tertambat, bagaimanapun perkembangan dunia kuliner, turun dan naikknya, akan selalu diikuti, Chef Deden Setiawan mengikuti kemana angin berhembus.

“Kuliner Nusantara itu luar biasa kalau diolah dengan benar.” – Chef Deden Setiawan

Banyak yang tidak menyadari bahwa kuliner nusantara itu biasa-biasa saja bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kuliner barat dan asia lainnya. Hal itu ditampik oleh Chef Deden Setiawan. Menurutnya, “kuliner nusantara itu luar biasa kalau diolah dengan benar. Menyajikan masakan nusantara bisa lebih menghemat biaya, disamping itu kebanggannya terhadap bangsa ini bisa direpesentasikan lewat ini.” Tidak aneh jika masakan nusantara ini menjadi menu utama di hotel tempatnya bekerja, sedangkan menu western dan asia lainnya hanya menjadi menu pendampingnya. Ternyata memang masakan nusantara ini bisa masuk ke semua kalangan, bagi masyarakat nusantara tentu bisa diterima dan wisatawan asingpun bisa pula menikmatinya. Bahkan wisatawan asing yang sudah biasa menginap di Hotel Golden Flower Bandung ketagihan dengan sajian menu nusantara di sana. Bagi Chef Deden Setiawan kejujuran adalah hal yang utama. Ketika menyajikan masakan oriental yang berbahan tidak halal maka dia akan menggantinya dengan bahan yang halal karena tidak berkah memberi makanan yang haram dan tentu saja dosa karena berbohong pada konsumen. Selanjutnya tentu saja bahan tersebut diganti dengan bahan yang halal.

Kerja itu memerlukan ketekunan dan keseriusan, selama kita bekerja dengan baik penuh totalitas orang akan melihat hasil kerja kita. Selalu mengambil yang baik dari perkataan seseorang, wajar saja jika kita salah kita terima omelan, dibalik omelan itu pasti ada hal-hal yang baik. Selama menjadi pemimpin di dapur Chef Deden Setiawan tidak segan menegur anak buahnya yang salah karena sudah menjadi kewajiban dan jika tidak kelak akan menjadi beban. Jujur juga diterapkan di dapurnya, sekecil apapun dilarang mengambil sesuatu yang bukan miliknya.  Chef Deden Setiawan akan mendorong anak buahnya yang ingin berpindah tempat pekerjaan karena itulah yang akan menghasilkan pengalaman. Lagipula bekerja di dapur itu memiliki tingkat kejenuhan yang tinggi, jika kejenuhan itu menghinggap maka akan berpengaruh kepada kreatifitas seseorang. Anak buah dituntut berkreasi sebanyak mungkin didapurnya hal ini untuk kemajuan karier mereka juga kelak.

Menyadari bahwa kariernya suatu saat akan berakhir, sedari sekarang Chef Deden Setiawan sudah mempersiapkannya sedari dini. Bersama anaknya yang kebetulan menekuni bidang yang sama, mereka mulai mempersiapkan usaha. Tentu saja usahanya itu tidak jauh dari dunia kuliner. Rencananya dia akan membuka tempat makan dengan menu sehat ayam organik. Namun hal ini belum bisa dia tekuni karena menurutnya bekerja itu pilihan, kita harus memilih salah satu agar bisa fokus. Jadi untuk sementara ini mengikuti kemana angin berhembus saja.

 

 

 

Liputan Chef Rahmi Johan, Kontributor Warna Nusantara

 

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *