Mengenal Kombinasi Makanan Serasi
Agustus 26, 2016
Warna Nusantara (336 articles)
0 comments
Share

Mengenal Kombinasi Makanan Serasi

Tampil menarik adalah dambaan hampir seluruh manusia terutama wanita. Salah satu kritaria penampilan menarik ini salah satunya adalah tubuh yang langsing. Cara yang paling popular dilakukan adalah dengan mengurangi asupan makanan atau diet. Ada yang diet dengan ekstrim ada pula yang wajar-wajar saja. Salah satu yang menarik ingin kita bahas adalah Food Combining atau Kombinasi Makanan Serasi.

Kombinasi makanan serasi atau lebih popular dengan sebutan food combining sejarahnya berakar pada pola makan alamiah yang diterapkan oleh Bangsa Esseni di Palestina 2000 tahun yang lalu. Pola ini mengikuti ajaran-ajaran murni Kitab Taurat. Ajaran-ajaran yang ada pata Kitab Taurat ini diantaranya; tidak menggabungkan roti dengan daging pada waktu bersamaan, susus dengan daging; tidak memakan darah, bangkai dan dan daging binatang yang diharamkan seperti babi, ikan tanpa sirip dan insang atau binatang melata; tidak makan berlebihan dan mengutamakan makanan alamiah; mengharuskan puasa yang dilakukan secara berkala. Dalam perkembangan modernnya pola makan ini dipopulerkan kembali sekitar tahun 1800-an di Jerman dan banyak diikuti oleh bangsa-bangsa Eropa lain hingga ke Amerika dan Australia.

Secara harfiahnya food combining sendiri adalah metode pengaturan asupan makanan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh, khususnya yang berhubungan dengan system pencernaan. Efek pola makan ini meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancer dan pemakaian energy tubuh juga lebih efisien. Dalam pola ini perilaku makan kita dituntut agar secara sadar mengoptimalkan masukan dan penyerapan zat gizi dengan cara mengkonsumsi makanan yang serasi saja setiap kali makan serta mendayagunakan fungsi sistem pencernaan dengan cara menyesuaikan apa yang dimakan dengan kebutuhan asam basa dan siklus alamiah tubuh agar metabolisme seimbang.

Makanan yang baik adalah semua makanan segar yang memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita yaitu mengandung unsur-unsur hidrat arang, protein, lemak, vitamin, mineral, air dan zat-zat penting lainnya seperti serat, enzim dan antioksidan. Hidrat arang, protein dan lemak merupakan unsur-unsur gizi yang memegang peran utama dalam setiap proses pencernaan, sedangkan unsur-unsur lain seperti vitamin dan mineral berperan membantu proses metabolisme unsur-unsur gizi utama di dalam tubuh. Suatu jenis makanan diklasifikasikan sebagai hidrat arang, protein ataupun lemak jika kandungan unsur gizi minimal sekitar 20% dari total nilai gizi yang dikandung oleh makanan itu.

Sebagian besar makanan mengandung semua unsur gizi yang diperlukan tubuh manusia terutama hidrat arang, protein dan lemak. Kadar masing-masing unsur gizi tersebut dalam setiap jenis makanan tidak ada yang sama, tetapi secara keseluruhan umumnya setiap jenis makanan memiliki satu unsur gizi dominan. Secara alamiah, kondisi ini selaras dengan pencernaan manusia yang tidak memiliki kemampuan mencerna unsur-unsur gizi yang sama dominannya sekaligus. Pencernaan manusia tidak dapat mentolerir unsur dominan yang berbeda. Campuran aneka macam makanan yang unsur-unsur dominannya berbeda akan mengubah komposisi unsur makanan secara total. Akibatnya, kadar unsur yang tadinya tidak dominan bisa menjadi sama atau hampir sama kadarnya dengan unsur yang sudah dominan.

 

Andang Gunawan, Food Combining Kombinasi Makanan Serasi Pola Makan untuk Langsing dan Sehat, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2000

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *