Januari 27, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Mengangkat Harkat dan Martabat Jengkol

Apa makanan yang enak tapi kita malu mengakui kita suka makanan itu? Bisa jadi jengkol jawabannya. Memang makanan ini bagi kebanyakan orang di Nusantara bisa menggugah selera makan walaupun aroma bau yang dikeluarkan setelahnya ….yaa cukup lumayan. Mungkin aroma bau ini yang membuat si jengkol agak terpinggirkan. Malu rasanya berbicara setelah makan jengkol, orang-orang pasti tahu dari mencium bau mulut kita. Memang kasian juga nasib si jengkol, walaupun digemari namun orang-orang malu untuk mengakuinya.

Walaupun demikian, di Bandung tepatnya di Jalan Banteng nomor 50, ada sebuah cafe yang mengangkat makanan ini sebagai menu unggulannya. Salah satu alasan Gun Gunawan pemilik cafe D’Jengkol membuka cafe ini adalah ingin memfasilitasi orang-orang yang suka tapi malu-malu dengan jengkol. Dia percaya bahwa orang-orang yang seperti ini banyak jumlahnya. Dengan tampilan yang lebih modern pengunjungpun merasa lebih menikmati makanan jengkol ini. Walaupun demikian layanan siap antar pun disediakan cafe D’Jengkol sebagai fasilitas bagi yang masih malu juga makan di sana. Pokoknya semua keinginan penggemar jengkol bisa difasilitasi oleh cafe ini. Jangan takut bagi yang tidak suka jengkol karena menu yang tidak mengandung jengkol pun tersedia di sini.

Sebetulnya usaha Cafe D’Jengkol ini merupakan kelanjutan dari usaha rumah makan yang sempat dirintis keluarga Gun Gunawan yang terputus sekitar 20 tahun yang lalu. Rumah makan ini berkonsep sama, mengangkat jengkol sebagai jagoannya. Sebelum cafe ini dibuka, si jengkol dijual berbentuk sambal jengkol yang dikemas dan dijual secara online. Permintaan membludak akan sambal jengkol ini yang menambah keyakinan Gun Gunawan untuk membuka cafe d’Jengkol. “Boleh dibilang cafe ini dalah proyek idealis keluarga, dari keluarga penggemar jengkol, percaya bahwa yang menggemari jengkol itu banyak. Alhamdulillah sudah banyak jengkollers sejati yang datang ke sini,” sambung Gun Gunawan. Jengkollers adalah sebutan bagi penggemar jengkol sejati, dari mereka-mereka inilah masukan tentang menu, rasa dan lainnya datang karena mereka ini tidak hanya suka jengkol saja tapi betul-betul ahli tentang jengkol tersebut.

Menu yang menjadi andalan di Cafe D’Jengkol adalah Nasi Goreng mix Sambal Jengkol. Semur jengkol sebagai ikon makanan ini sudah pasti ada tersedia. Yang pasti dari semua menu-menu jengkol ini, ga bisa kita bandingkan keempukan dan resapan bumbu pada jengkolnya. Semua menu jengkol ini memang diolah khusus dengan cara dan resep dari keluarga yang sudah turun temurun. Gun Gunawan memberikan masukan buat penggemar jengkol, untuk mengurangi bau tak sedap setelah memakan jengkol bisa dicoba dengan memakan mentimun atau beras. Kedua makanan ini dipercaya bisa sebagai penetralisir bau karena sifatnya yang dapat mengikat bau.

Jengkol yang dalam bahasa ilmiah dikenal dengan Archidendron pauciflorum, memang diperlakukan kurang layak oleh penggemarnya. Namun dengan hadirnya Cafe D’Jengkol, di mana si Jengkol menjadi bintang utama, harkat dan martabatnya mulai terangkat. Jadi tunggu apa lagi? Siap-siap saja menjadi anggota jengkollers.

 

 

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *