Mencintai Tanah Air Lewat Pesta Kesenian Bali
Juni 22, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Mencintai Tanah Air Lewat Pesta Kesenian Bali

Bali memberikan pesonanya melalui beragam kebudayan dan kesenian. Selain alamnya, musik, tarian dan juga patung adalah tiga bidang kesenian yang sampai sekarang menjadi eksplorasi kreativitas seni masyarakatnya. Menampung hasil karya cipta, seni dan aspirasi berkesenian baik kesenian hasil rekonstruksi, seni hasil inovasi, atraksi kesenian serta apresiasi seni dan budaya masyarakat , Almarhum Prof.Dr.Ida Bagus Mantra pada tahun 1979 menggagas dan memprakasai suatu wadah pesta rakyat yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) yang dikenal hingga sekarang. Merupakan ajang mencintai tanah air lewat pesta kesenian Bali.

Dalam sejarah perjalananya Pesta Kesenian Bali (PKB) umumnya selalu dibuka oleh pejabat tinggi Negara, hanya pada Pesta Kesenian Bali (PKB) yang pertama kali tahun 1979 dibuka oleh Almarhum Prof.Dr.Ida Bagus Mantra yang saat itu menjabat sebagai Gubnur Kepala Daerah Tinkgkat I Bali sekaligus sebagai penggagas Pesta Kesenian Bali (PKB). Selebihnya pembukaan dilaksanakan oleh menteri, Wakil Presiden dan Ibu Negara. Presiden Joko widodo tahun ini membuka pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) yang ke 38 di depan monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala, Denpasar. Sapunapi Gatrane? (bagaimana kabarnya?) itulah ucapan pembuka yang dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo dihadapan masyarakat Bali dalam pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2016. Pesta Kesenian Bali bukan semata-mata pesta rakyat atau festival seni tetapi memiliki fungsi dalam budaya pendidikan dan penggerak ekonomi rakyat, itulah yang disampaikan oleh presiden dalam pidato pembukaan.

Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) sendiri melibatkan ribuan seniman dari sembilan Kabupaten/Kota di bali juga melibatkan perguruan tinggi Negeri dan Swasta, partisipan seniman Nusa Tenggara Timur serta luar negeri India dan Perancis berlangsung mulai 11 Juni-09 Juli 2016 di Taman Budaya-Art Center. Pesta Kesenian Bali (PKB) 2016 kali ini mengusung tema “Karang Awak” yang memiliki arti Mencintai Tanah Kelahiran, memiliki makna yang sangat dalam yang menjadikan kita mencintai tanah kelahiran seperti mencintai diri sendiri.

?

 

Mengulas sedikit tentang seni tari Bali, terdapat berbagai jenis tarian dengan fungsi yang berbeda-beda misalnya untuk upacara-upacara keagamaan, menyambut tamu, pertunjukkan drama atau musikal, dan masih banyak lagi. Berdasarkan fungsi ritual dan sosialnya seni pertunjukan Bali dibagi dua yaitu seni upacara atau seni wali dan babali, dan seni tontonan/hiburan/balih-balihan. Seni wali dan babali meliputi jenis-jenis kesenian yang umumnya memiliki nilai-nilai religius, sangat disakralkan karena melibatkan benda-benda sakral. Pementasannya tidak boleh sembarangan melainkan harus pada waktu dan tempat tertentu dan berkaitan dengan upacara ritual. Pagelaran kesenian lebih ditujukan untuk kepentingan upacara daripada menghibur penonton. Seni Wali, yaitu seni yang dipentaskan khusus pada hari suci, tempat suci dan bagian seninya telah ditentukan oleh suatu keputusan sastra seperti Tari Rejang, Pendet, sanghyang, Baris dan Wayang sapuleger. Seni Bebali, yaitu seni yang dipentaskan untuk mengiringi upacara Yadnya di pura-pura atau di luar pura, ciri khas kesenian Bebali adalah pentas seni yang memakai lakon seperti seni pewayangan dan topeng. Seni balih-balihan meliputi jenis-jenis kesenian yang lebih menonjolkan nilai-nilai entertainmen dan estestis, yang pertunjukannya lebih bersifat dan bersuasana sekuler. Dapat dipentaskan kapan dan di mana saja tanpa ada batasan waktu, tempat dan peristiwa yang mengikat.

Tentu saja bukan hanya masyarakat Bali yang mencintai tanah kelahirannya, kita sebagai saudara sebangsapun tak kalah cintanya. Karena memiliki kapasitas kecintaan yang sama tentunya kewajiban menjaganyapun sama besarnya. Untuk yang akan menghabiskan liburan hari raya disant, tidak ada salahnya mengunjungi Pesta Kesenian Bali.

Seperti dilaporkan oleh : Putu Nirawati (Kontributor),

Sumber tulisan lain : website http://www.tembi.net – Rumah Sejarah dan Budaya , Buku Selayang Pandang seni Pertunjukan Bali penulis I Wayan Dibia, Buku Filsafat Seni Sakral dalam Kebudayan Bali Penulis I wayan Watre

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *