Membuat Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama
Agustus 8, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Membuat Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama

“Produk yang dikemas dengan baik akan mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumennya baik segi rasa, keamanan hingga prestisenya.” – Mohamad Firsan, Owner Rumah Kemasan Bandung

Sepertinya peribahasa jangan menilai sesuatu dari luarnya tidak berlaku bagi kemasan sebuah produk. Tentu saja di era industri kreatif seperti sekarang ini orang bukan hanya berlomba-lomba untuk memproduksi barang yang inovatif namun tentu saja dapat dipasarkan dengan luas. Salah satu strategi pemasaran yang jitu tentu saja dari kemasan yang membuat jatuh cinta pada pandangan pertama.

 

Demikian awal perbincangan dengan Mohamad Firsan, pencipta kemasan-kemasan unik melalui industri kreatif Rumah Kemasan Bandung.  Kita bandingkan saja sebuah produk yang sama dijual dengan kemasan yang berbeda, yang satu dikemas secara asal-asalan dengan menggunakan plastik saja dan satunya dikemas dengan kemasan yang bagus dan desain yang menarik. Tentu harga produk yang dikemas asal-asalan akan lebih murah dari yang dikemas dengan sebaik mungkin karena hanya biaya kemasan hanya plastik saja yang dikeluarkan tetapi dari segi penjualan bisa jadi yang dikemas lebih baiklah yang akan banyak dibeli. Kenapa demikian karena produk yang dikemas dengan baik akan mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumennya baik dalam segi rasa, keamanan hingga prestise-nya. Maka tak jarang kemasan itu lebih mahal daripada produknya, seperti contohnya galon air mineral, tapi dia bisa bertahan lama dan bisa diisi ulang. Memang mahal namun secara fungsí bisa dipakai. Bahkan sebuah produk yang nilai jualnya kurang bagus, diberi kemasan yang notabene lebih mahal mampu mengangkat harga produknya bahkan layak dijual ke luar negari.

Menjalani industri kreatif ini dari tahun 2006. Diawali sebagai tenaga kontrak Departemen Perindustrian, menjadi mentor para pengusaha UMKM. Tujuh tahun mengabdi dan medapatkan pengalaman dalam hal kemasan. Memang secara otodidak karena diakuinya tidak ada seorangpun yang membina. Namun memang tampaknya hal ini didapat pula karena ketertarikannya kepada dunia seni terutama desain, hobinya sejak lama membantu teman membuat desain logo produk, hingga grup band. Hingga akhirnya di tahuh 2013 memberanikan diri membuka usaha kreatif Rumah Kemasan Bandung.

Mengawali Rumah Kemasan Bandung dengan tiga orang temannya hingga kewalahan menerima order dan desain hingga akhirnya bertambah dengan tenaga lepasan. Selain mendesain sekarang ini Rumah Kemasan Bandung sudah mampu memproduksi sendiri kemasannya. Memang segmen yang dibidiknya UMKM karena untuk produk berskala pabrikan yang secara masif memproduksi barang, belum mampu terpenuhi. Untuk industri semacam ini Mohamad Firsan hanya memberikan jasa desain produk. Menyasar ke usaha ini juga karena seperti kita ketahui bahwa UMKM ini berkembang dengan sangat pesat, untuk Kota Bandung sendiri ada ribuan jumlahnya. Ini adalah pasar yang potensial bagi usahanya walaupun pada awal sempat cemas akan kelangsungan usaha Rumah Kemasan Bandung.

Memang kecemasan yang tidak terbukti, hingga kini ribuan produk UMKM sudah dibantu berkembang melalui desain dan produk kemasannya. Bukan hanya Bandung namun pelosok Nusantara, dari Aceh hingga ke Merauke Papua, dari Buru hingga ke Kupang. Uniknya dari sebegitu banyak produk yang sudah dibantu hanya sebagian kecilnya saja yang bertatapan muka atau datang ke kantornya langsung, sekarang berlokasi di Graha Kompas Gramedia, Lt. 4, Jl. R.E. Martadinata No. 46, Bandung. Promosi dilakukan secara online baik melalui website maupun media sosial. Pernah suatu ketika klien dari Sintang, Kalimantan jauh-jauh datang ke Bandung hanya untuk memastikan keberadaan kantornya.

Kebanyakan memang produk makanan walaupun pernah menggarap kemasan untuk produk yang lain dari mulai boneka hingga ke megasin peluru senapan angin, dari desain yang penuh corak hingga ke desain yang minimalis seperti yang sekarang sedang tren. Memberikan edukasi tentang tren kemasan ini kepada kliennya adalah tugas lain dari Rumah Kemasan Bandung. Hingga akhirnya sekarang konsumen mulai berani menampilkan sesuatu yang berbeda terhadap kemasan tersebut seprti contohnya desain yang nyeleneh dan pemakaian warna hitam.

Menurutnya kemasan yang baik itu meliputi tiga kriteria. Yang pertama fungsinya, kemasan itu wadah atau bungkus sehingga tugas pertamanya adalah melindungi produknya dari akibat-akibat lain, seperti jatuh, bocor,  dan kemasukan udara. Fungsi lainnya, orang atau pembeli produk tidak kesulitan membukanya serta produk tersebut aman untuk pembeli. Yang terakhir adalah adalah desain.

Fungsi terakhir ini memegang peranan penting karena dari tampilan yang bagus maka akan berpengaruh kepada penjualan. Bagaimana tampilan dari produk itu bisa tertangkap secara mudah oleh mata, tentunya tidak berlebihan dan tidak pula banyak kekurangan. Bukan hanya sekali namun kembali dan kembali lagi, sama seperti seseorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama.

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *