Memasak Hanya 5 Menit
April 12, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Memasak Hanya 5 Menit

“Memasak itu membutuhkan strategi.” – Chef Rochendi, Direktur Van Hangel Catering, Chef Legend ICA BPD Jabar

Banyaknya ibu rumah tangga yang bekerja diluar rumah pada saat ini menimbulkan perubahan terhadap peran fungsinya sebagai penyedia makanan di rumah. Ibu tidak lagi memiliki waktu luang untuk berlama-lama di dapur. Fenomena ini memunculkan maraknya aneka jajanan dan makanan instant. Kita tidak dapat menyalahkan para Ibu yang berkarier di luar rumah, mungkin metode memasaknya saja yang harus diubah, dari lama dan ribet menjadi Memasak hanya 5 menit.

Bagaimana caranya bisa demikian? Seperti diutarakan oleh Chef Rochendi, bahwa “memasak itu memerlukan strategi”. Dalam memasak makanan nusantara yang begitu kaya variannya, rempah-rempah dan bahan-bahan yang segar adalah kuncinya. Berbeda dengan makanan eropa yang bahan-bahannya lebih instan, semua sudah berbentuk bahan jadi, tinggal memasak saja. Karena mudah didapat dan ada sebagian opini yang berpendapat bahwa dengan menggunakan bahan segar rasa makanannya akan lebih gurih maka pemakaiannya dalan masakan nusantara adalah suatu kewajiban. Untuk mensiasatinya maka strateginya itu dengan meluangkan waktu dalam seminggu 1 atau 2 jam untuk meracik bumbu dasar. Bawang putih, bawang merah atau rempah-rempah lainnya dihaluskan dengan cara diblender dibumbuhi minyak sedikit dan disipan dalas lemari pendingin dalam kondisi tertutup. Sehingga pada saatnya sudah tidak perlu memikirkan lagi lamanya mengolah rempah-rempah tinggal ambil sesuai kebutuhan kemudian memasak dengan cepat. Kalaupun masih harus mempersiapkan bahan dan rempah tadi sekarang sudah  banyak yang menjual bahan jadi dan itu kualitasnya suddar bagus kecuali di pasar tradisional masih ada yang nakal. Jadi kalau masih malas beli saja rempah yang sudah jadi kemudian simpan di lemari pendingin.

Hal yang menjadi bahan pemikiran Chef Rochendi ketika sering didapatinya perubahan sosial di masyarakat khususnya mengenai pola hidup dalam makanan. Dulu yang jago memasak itu ibu, perempuan harus selalu bisa masak. Mungkin karena ibu-ibu jaman dulu umumnya tidak beraktifitas di luar sehingga hari-harinya dihabiskan di dapur. Sekarang sudah berubah banyak wanita berkarier, pulang larut malam, sudah capek sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk memasak dan membuat makanan. Seperti kita ketahui memang memasak makanan nusantara yang enak dan otentik judah terbayang sebelumnya akan lamanya mengolah dan memasaknya. Dengan demikian orang yang mau memasak sudah membayangkan lebih dulu harus mengupas bawang, jahe, laos, kemudian diulek, belum proses memasaknya yang lama, sudah malas duluan, mendingan beli saja. Melihat seperti ini makin kesini makin banyak perempuan yang tidak bisa memasak karena beranggapan masakan itu nusantara itu sulit dan lama akhirnya muncul ide bagaimana supaya memasak itu praktis.

Tidak lama lagi Chef  Rochendi akan berkolaborasi dengan koleganya Chef Arief Susanto akan meluncurkan buku 5 menit memasak. Tentu saja tujuannya untuk meringankan beban iba-ibu untuk kembali ke dapur. Resep-resep yang diberikan oleh Chef Rochendi lumayan banyak, semuanya merupakan hasil dari pengalaman eksperimennya dari kariernya bekerja di hotel, mengikuti eksebisi dan lomba hingga keluar negari, menjadi ketua tim penyaji makanan Konferensi Tingkat Tinggi hingga Konferensi Asia Afrika dan yang terakhir menjadi angota tim penyaji makanan untuk Ratu Astrid dari Belgia. Pengalaman yang tenta saja menghasilkan komatar yang balk dari penikmat makanannya terdahulu. Lewat bukunya nanti sera strateginya tadi diharapkan kaum perempuan indonesia akan kembali ke trahnya, menadi rate rumah tangga, ratu yang akan selalu dirindukan keluarga melalui makanan yang ia sajikan di meja makannya.

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *