Januari 23, 2014
Maman Abdurahman (21 articles)
0 comments

“Lema” Kuliner Khas Suku Rejang

Mungkin belum banyak yang mengetahui apa, dimana dan bagaimanakah kehidupan dari suku bangsa kita yang satu ini, Suku Rejang. Karena memang asal usul suku ini tidak terdokumentasikan secara baik lantaran faktor faktor tertentu. Sehingga kisahnya hilang ditelan ketidaktahuan generasi masa lalu. Namun keturunan asli Rejang sampai saat ini masih tetap eksis. Kisah lengkap Suku Rejang, mulai dari asal kedatangannya di Nusantara dan budaya yang diterapkan akan Anda lihat dibagian akhir artikel ini. Yang jelas Warnus akan ajak dulu mencicipi salah satu peninggalan berharga berupa kuliner khas  Suku Rejang, namanya Lema.

Tahukah Anda, kuliner bernama ‘Lema’ ini lebih populer di negara Jepang ketimbang di Nusantara? Mengapa bisa demikian? ternyata usut punya usut lidah Jepang lebih kena dengan makanan khas ciptaan Suku Rejang ini. Nah terus kenapa orang Jepang yang lebih berjodoh lidahnya dengan Lema? Bukannya asalnya dari Nusantara tercinta Indonesia ini? OK, WN akan bedah satu satu.

Bahan bahan Lema terdiri dari rebung yang dicincang-cincang dan dicampur ikan air tawar seperti ikan mujair, sepat, maupun ikan-ikan kecil yang hidup di air tawar. Setelah cincangan rebung yang dicampur dengan ikan tersebut diaduk-aduk, maka adonan tersebut disimpan ke dalam wadah yang dilapisi dengan daun pisang dan ditutup rapat-rapat. Proses fermentasi ini membutuhkan waktu minimal selama tiga hari. Setelah itu, baru adonan lema tadi dimasak dan dimakan dengan nasi. Nah sampai sini mungkin sudah ada gambaran kenapa Lema berorientasi citarasa Jepang.

Mengenai cita rasa yang dihasilkan lema, makanan ini sebenarnya termasuk dari selera khas Sumatera. Lema meleburkan rasa asam dan pedas, serta mencipta aroma yang unik tapi gurih setelah dimasak. Setelah masak, lema biasanya dimakan sebagai lauk. Lema lebih mantap dimakan dengan lalapan seperti kabau, jering, atau petai. Nah mulai nih alasan kenapa setelah Jepang mengenal Lema langsung cucok dengan lidah mereka.

Ternyata Lema  telah menjadi komoditi ekspor ke Jepang, meskipun banyak juga suku Rejang yang tidak mengetahui hal itu. Lema dikemas secara modern ke dalam kaleng. Kemasannya tidak berbeda dengan kemasan kornet ataupun sarden yang biasa dijual di warung maupun toko-toko manisan modern lainnya. Lema telah dijadikan makanan pengganti dari tradisi orang Jepang yang biasa memakan ikan mentah yang telah terbukti penyebab penyakit Minamata di Jepang. Rasa lema yang sesuai dengan selera Jepang, menjadikan lema makanan favorit yang dikenal secara internasional di Jepang. Mengenai asal usul Lema, secara nyata tidak dipublikasikan bahwa makanan tersebut asal mulanya dari karya salah satu suku bangsa di Indonesia, Suku Rejang.

Katanya mau diceritakan juga kisah Suku Rejang bisa nemplok di Nusantara? Boleh simak kisahnya disini “Asal Usul Suku Rejang“.

Tapi kalau mau coba untuk membuat Lema ala Rejang di rumah, boleh simak resepnya juga di sini “Resep Membuat Lema ala Rejang

Sumber: Wikipedia, Foto:  Pemdakab Rejang Lebong

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *