Oktober 7, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Kupat Tahu Gempol yang Tetap Jempol

Kupat tahu merupakan salah satu makanan favorit di Bandung. Kupat tahu sesuai dengan asal namanya kupat dalam Bahasa Indonesia disebut ketupat dan tahu. Sesuai dari namanya tadi bisa kita gambarkan bahwa kupat tahu itu adalah makanan dengan bahan ketupat, tahu dan toge dengan dicampuri bumbu kacang. Makanan yang serupa dengan kupat tahu ini adalah ketoprak dan kupat tahu magelang. Yang membedakan ketiganya adalah bumbu dan pelengkapnya. Untuk kupat tahu ini tidak menggunakan bihun layaknya ketoprak dan kupat tahu Magelang. Persamaannya biasa disajikan untuk sarapan pagi. Dari sekian banyak penjaja kupat tahu di Bandung, salah satu yang bisa kita sebut sudah melegenda adalah Kupat Tahu Gempol.

Kupat Tahu Gempol sesuai namanya berlokasi di Jl. Gempol, Bandung. Tepatnya di depan sebuah lokasi bekas Pasar Gempol. Mereka sudah berlokasi di sini sedari tahun 1975. Sebetulnya sebelum tahun itu Ibu Hajjar sebagai pendahulu kupat tahu gempol ini sudah membantu membuat kupat tahu semasa tinggal di kampungnya, Singaparna, Tasikmalaya. Seperti kita ketahu bahwa daerah ini adalah sentra pembuatan kupat tahu di Jawa Barat. Hingga sekarang para penjual kupat tahu selalu memasang embel-embel Singaparna di belakang nama kupat tahunya. Setelah pindah ke Bandung mereka akhirnya mengembangkan usaha kupat tahu ini di Jl. Gempol hingga akhirnya diteruskan oleh generasi berikutnya, Bu Hajjah Yayah.v

Sebenarnya bukan hanya Kupat Tahu Gempol saja yang sudah dijalankan secara turun-temurun, demikian halnya dengan pelanggannya. Pelanggan yang bukan hanya dari Bandung saja melainkan sudah dari luar kota biasanya tahu tentang kupat tahu ini dari orang tuanya dulu yang bersekolah di Bandung. Mulai dari kalangan biasa hingga artis, gubernur dan menteri adalah pelanggannya. Sebut saja para personil P-Project yang biasa sarapan karena kebetulan kantornya dekat, Gubernur-Gubernur Jawa Barat sedari Bapak Solihin G.P. hingga gubernur sekarang  Bapak Ahmad Heryawan. Menteri Pekerjaan Umum, Dr.(HC) Ir. Djoko Kirmanto, Dipl.HE dan mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Bapak Hatta Rajasa juga pelanggan Kupat Tahu Gempol. Konon mereka berdua ini berlengganan sejak bersekolah di Institut Teknologi Bandung. Apa yang membuat mereka masih menyukai kupat tahu ini adalah karena konsistensi rasanya yang tidak berubah.

Menurut Ibu Enung, penerus generasi ke-3 dari Kupat tahu Gempol,yang membedakan kupat tahu ini dengan yang lainnya adalah pemakaian kerupuk merah serta bumbu kacangnya yang asli. Bumbu kacangnya memang terasa lebih kental bahkan bisa dipakai sebagai bumbu sate. Memang pesan dari pendahulu-pendahulunya bahwa untuk penggunaan bahan-bahan ini jangan ada yang dirubah sedikitpun. Untuk tahu yang digunakan juga sudah menjadi lengganan mereka turun-temurun dengan kualitas yang sangat dijaga.

Kupat Tahu Gempol sudah beroperasi selama 29 tahun dan memiliki 2 cabang, d’Kios Dago dan d’Kios Setiabudi. Memberdayakan keluarga dalam produksi dan penjualannya. Sebagai tanda penghormatan bagi penemu dan pendirinya, Ibu Enung memberikan biaya royalti untuk Ibu Hajjar. “Agar tidak lupa sama akar rumput karena berkat mereka kita ada sampai sekarang.

Demikianlah Kupat Tahu Gempol yang secara turun temurun hingga generasi ketiga-nya sekarang tetap konsisten dengan rasa hingga pelanggannya rindu untuk datang hingga turun temurun juga. Tetap jempol untuk Kupat Tahu Gempol.

 

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *