Oktober 15, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Kenikmatan Kopi Lokal Asli Jawa Barat

“Kopi itu bukan hanya edukasi namun pula history” – firman, Supervisor Mgnco Eatery

Menurut catatan Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Hindia Belanda ketika Inggris berkuasa 1811 – 1816, “tanaman kopi yang dibawa ke Jawa oleh pemerintah kolonial sekitar abad ke -18, menjadi salah satu tanaman yang dimonopoli oleh Pemerintah Belanda. Mulai dari penanaman, perawatan, sampai pengangkutan hasil ke gudang pemerintah dilakukan oleh penduduk atas paksaan dan tekanan serta berbagai tindak kekerasan lain oleh para mandor yang diupah pemerintah. Sebelum tahun 1808, perkebunan kopi hanya di Distrik Sunda. Hanya ada beberapa kebun di wilayah timur, dengan produksi tidak mencapai sepersepuluh bagian yang ada. Namun, di bawah pemerintahan Marshal Daendels, tanaman ini tumbuh di berbagai lahan dan semua perkebunan hanya pada kopi terkecuali, dan akhirnya hampir seluruh propinsi di Jawa dipenuhi kebun kopi.” (Thomas Stamford Raffles, The History of Java, Hal. 82). Catatan harian dari Raffles sedikit mengambarkan asal muasal kopi di Jawa Barat. Walaupun pada akhirnya perkebunan ini tergeser pamornya oleh perkebunan teh seiring dengan permintaan komoditinya yang bergeser walaupun demikian kopi Jawa Barat pernah menjadi idola ekspor Eropa. Hingga kini hanya segelintir saja perkebunan kopi di Jawa Barat. Demikian pula dengan Kedai atau cafe yang menggunakan komoditi kopi Jawa Barat sebagai unggulannya. Beda dengan disini, kita bisa merasakan kenikmatan kopi lokal asli Jawa Barat.

Mgnco Eatery adalah sebuah caffee yang berlokasi di Taman Cempaka No. 7 Bandung, sudah hampir dua tahun ini hadir menemani pecinta kopi. Silahkan tanyakan tentang kopi yang anda coba, dijamin sang pelayan akan mampu menjawabnya. Bisa demikian? karena seluruh orang yang terlibat di Mgnco Eatery akan dilatih untuk dapat mampu menjawab pertanyaan sekitaran kopi. Mgnco Eatery sendiri  berasal dari Morning Glory, perusahaan kopi asli dari Jawa Barat yang bermarkas di Bandung.

Perusahaan asli dari Jawa Barat ini mengelola beberapa perkebunan kopi. Beberapa perkebunan kopi ini dikelola secara bergilir, dari mulai di Sumedang, Pangalengan, Gunung Halu dan Garut. Untuk saat ini sedang berfokus di Manglayang dan Cilengkrang, demikian seterusnya hingga satu daerah tersebut dirasa sukses maka akan mengembangkan daerah lainnya. Sesuai dengan slogannya, one cup one smile, maksudnya lewat secangkir kopi yang dinikmati maka akan memberikan senyuman atau manfaat bagi para penanam kopinya, pegawai cafe hingga ke pelanggannya. Morning Glory sendiri membuka kesempatan kerjasama bagi yang akan membuka coffee shop, cafe, resto atau bahkan hotel. Dengan cara ini diharapkan akan banyak orang yang mendapatkan maslahatnya.

Sebetulnya bukan hanya kopi yang dapat kita nikmati disini namun juga makanannya seperti   makanan-makanan lightmeal, tiga varian sop buntut; bakar, goreng dan original, western steak, dori dan lainnya. Makanan yang dibuat sengaja rasanya dibuat untuk mengimbangi kenikmatan kopi Jawa Barat khas Morning Glory.

Tren kopi yang sedang naik saat ini memang menjadikan coffee shop semakin menjamur. Dampaknya tentu saja makin banyak penikmat kopi yang terpuaskan. Demikian pula dengan Tren Latte Art yang semakin maju dari segi keahlian dan penampilannya. Pengetahuan tentang kopi juga dengan sendirinya akan bertambah. Walaupun demikian sebetulnya ada yang terlewatkan dari mereka karena “kopi itu bukan hanya edukasi namun pula histori,” demikian ungkap Bapak Firman, Supervisor Mgnco Eatery. Orang perlu tahu juga tentang searah dari kopi, sejarah kopi yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan Kota Bandung, Ibukota propinsi penghasil kopi terbesar di dunia. “Bahkan penimbangan kopi pertama di Indonesia dilakukan di Savoy Homann Bandung,” sambungnya menutup perbincangan.

 

 

 


Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *