Oktober 10, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Jurus Bisnis Si Boim di Dunia Foodcourt

“Selain mempelajari food and beverages-nya kita juga harus mempelajari civil enginering, accounting dan cost control.” – Yudi Boim, Pemilik dan Pengelola Justus Burger & Steak dan Justus Asian Grill

Memang tekad seseorang bisa menjadi awal dari kesuksesan. Tekad itu yang dimiliki oleh Yudi Boim ketika pertama kali membuka Kedai di Foodcourt sebuah mall di Bandung tepatnya Bandung Trade Center. Tekadnya untuk tidak bekerja lagi kepada orang lain bahkan memberi pekerjaan bagi yang lainnya. Sepulang bekerja dari Kapal Pesiar sepuluh tahun lalu, Yudi bertekad untuk membuka usaha sendiri. Pilihan usahanya adalah dengan membuka gerai jus di foodcourt sebuah mall di Bandung. Pilihan usaha yang diambilnya ini dipengaruhi oleh keterbatasan permodalan yang ia miliki. Setelah sepuluh tahun berjalan total 14 gerai sudah ia buka hampir di semua foodcourt mall di Bandung dengan memakai brand Justus Steak & Burger dan Justus Asian Grill.

Terinspirasi ketika pulang dari bekerja di kapal pesiar, sewaktu berangkat dari Bandara Udara di Virginia, Amerika Serikat yang menyajikan minuman semacam smoothies, minuman jus-nya dikembangkan menyerupai minuman-minuman tersebut. Akhirnya minuman sejenis tadi laku dipasaran. Mendaptkan animo yang besar akhirnya salah satu mall lain di Bandung, Bandung Electronic Center menawarinya untuk membuka gerai. Tidak cukup sampai disitu saja latar pendidikan dan pengalamannya menjadi chef mendorongnya untuk menciptakan sesuatu yang lebih dan akhirnya tercipta makanan burger dan steak. Dengan harganya yang ekonomis diharapkan penikmat Justus ini mendapatkan makanan yang lebih dari cukup. Tahun-tahun berikutnya mendapatkan tawaran untuk membuka gerai di mall-mall lain dan akhirnya bisa memiliki 14 gerai. Justus ini membuka gerai hanya di mall-mall Bandung saja karena Yudi Boim ingin menguatkan sistem terlebih dahulu sebelum dipasarkan ke luar kota. Pertengahan tahun 2015 untuk brand Justus Asian Grill akan dicoba dipasarkan di Jakarta.

Perjuangan mengembangkan usaha ini tidak hanya dengan modal nekad saja. Dimulai dengan melatih beberapa anak lulusan SMA yang nantinya akan menjadi tenaga handal untuk bekerja di Justus hingga akhirnya mereka ini menjadi manager di sana. Pendapatan karyawan Justus perbulan tergolong tinggi untuk ukuran penjaga gerai lainnya. Memang Yudi Boim merasa wajib untuk berbagi kesejahteraan dengan karyawannya. 

Sebelum memutuskan akan mengambil suatu bidang usaha kita harus fokus dengan bidang usaha tersebut. Pelajari tentang bidang usaha yang akan kita geluti, pelajari mekanisme perusahaannya. Selain mempelajari food and beverages-nya kita juga harus mempelajari civil, engeneering, acounting dan cost control. Pelajari pula proyeksi keuangan dan membuat statement keuangan serta budgeting dan targeting.  Dalam menentukan harga makanan yang kita jual pertama-tama kita pelajari dulu segmen pasarnya. Harus memiliki instuisi bisnis yang kuat dalam menentukan lokasi yang tepat. Lokasi sangat menentukan kesuksesan usaha terutama usaha kuliner. Kadang memang ada yang bilang asal makanan itu enak posisi dimana juga bakalan dikejar. Hal itu berlaku jaman dulu, untuk saat ini dengan persaingan banyak hal tadi tidak berlaku apalagi untuk membuka gerai di foodcourt, harus benar-benar ada dalam radar pandangan orang.

Hal paling berat adalah menjaga kualitas makanan yang sama di semua gerai-nya. Memang hal itu naik turun muncul. Hal pendorong utama adalah sumber daya manusianya. Sebisa mungkin kesalahan yang disebabkan oleh SDM tadi bisa ditekan dengan sistem controlling yang ketat. Selama ini hal tersebut bisa dijalankan dengan baik sehingga kesalahanpun masih bisa ditolerir. Setiap kasus yang ada selalu dicari permasalahan dan cara penanggulangannya lewat penelitian. Sekecil apapun kesalahan diperbaiki. Karyawan-karyawan yang loyal bekerja selama beberapa tahun dan memiliki pengalaman serta sudah mengenal seluk-beluk perusahaan diajak duduk bersama dalam membangun usaha bersama. Hal ini sangat penting dalam rangka memperluas jaringan usaha kita.

Dari segi rekrutmen karyawan poin terpenting adalah attitude. Pengetahuan atau knowladge yang terbatas bisa ditutupi dengan hal itu. Percuma saja memiliki kepintaran yang baik tapi berprilaku buruk dan pada akhirnya tidak bisa bekerjasama dengan kita. Biasa menarik dan melatih anak SMA hingga mahir, setelah itu kita berikan motivasi. Banyak karyawan yang menganggap Yudi Boim bukan lagi boss mereka tapi lebih merasa seperti kakak sendiri. Karena merasa kesuksesan Yudi Boim dapat diperoleh berkat bantuan karyawannya maka ia pun selalu mencurahkan perhatian dan waktunya untuk mereka. Mengembangkan lingkungan kerja yang bermoral adalah hal yang dikampanyekannya.

Hingga kini total 120 karyawan yang bekerja di 14 gerai Justus Burger & Steak dan Justus Asian Grill namun Yudi Boim merasa masih belum mencapai kesuksesan. Baginya, jika sudah merasakan sukses dia bisa tidur dan otaknya tidak bisa dipergunakan lagi. Hal yang sangat dia hindari. “Belajar harus terus tiada hentinya,” ujar Yudi Boim. Namun dalam hal bersyukur amat sangat bersyukur atas keberlimpahan yang diterima. Merasa usaha dirintis dari nol hingga sebesar sekarang cintanya pada Justus tidak luntur dan ingin menjaganya terus.

Tidak pernah bermimpi memiliki usaha ini baginya hidup itu adalah perjalanan. Dijalani dengan berusaha dan berdoa. Keinginan untuk membahagiakan keluarga dan orang tua. Selain hal-hal diatas kunci suksesnya adalah berbakti kepada orang tua, membayar zakat dan tidak berlaku buruk pada karyawannya. Melihat anak dan istrinya bahagia adalah ajimat yang mumpuni, secapek apapun akan dijalani buat mereka. Hal penting lainnya adalah jujur dalam keuangan. Maksudnya disiplin dalam menggunakan uang, hanya mengeluarkan untuk kebutuhan saja. Sambungnya menutup perbincangannya dengan Warna Nusantara.

Membuka gerai di foodcourt mall memang menggiurkan. Bukan hanya modal uang dan nekat saja, intuisi bisnis dan belajar terus-menerus sangat diperlukan dalam memulai usaha ini.  Setelah anda mempelajarinya langsung tidak ada salahnya membuka gerai ini dan ikuti nasihat Yudi Boim.

 

Foto oleh Donny Kurniawan, Senior Kontributor Warna Nusantara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *