September 11, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

How to be a Food Stylist

“In the past, food stylists probably had to do things like paint chickens with Bovril to make them look tastier, but, honestly, everything we do could be eaten at the end of a shoot – although it sometimes might be a bit cold.” – Annie Hudson, Food Stylist.

Tak jarang orang tertarik untuk memilih menu di sebuah restoran melalui foto makanannya yang dipampang di dinding atau buku menu. Dikarenakan hal ini pula foto makanan dijadikan salah satu alat promosi restoran dan perusahaan makanan serta usaha-usaha yang berkaitan lainnya. Foto-foto yang indah dan sudah pasti menggugah selera makan ini merupakan hasil jepretan sang juru kamera. Tentu saja hasil terbaik dari mereka yang sangat dibutuhkan konsumennya. Sebetulnya dalam menghasilkan foto produk makanan yang baik dalam industri fotografi profesional bukan hanya dibutuhkan fotografer yang handal saja namun juga diperlukan peran seorang Food Stylist. Apa dan bagaimana food stylist ini kita simak saja dalam artikel  ini, How to be a Food Stylist.

Food Stylist bisa kita artikan sebagai juru tata produk makanan, sama seperti fashion stylist, hair stylist dan stylist-stylist lainnya hanya objeknya saja yang berbeda dimana objek yang digunakannya adalah produk makanan atau minuman. Tugas utamanya adalah menata makanan seindah mungkin sebelum sang fotografer mengambil gambar lewat lensa kameranya. Melalui keahliannya inilah dihasilkan foto-foto yang menggoda pengunjung untuk mencoba makanannya.

Nampak seperti mudah namun sebetulnya tidak demikian, diperlukan kejelian mata dan kecermatan dalam menyusun makanan hingga dihasilkan tatanan makanan yang detail dan artistik. Untuk mendapatkan hasil ini diperlukan pengalaman dan keahlian yang khusus. Tidak heran banyak dari food stylist ini memiliki latar belakang pekerjaan sebagai chef atau individu yang memiliki kecakapan dalam bidang nutrisi dan teknik memasak, namun tidak menutup kemungkinan profesi food stylist digeluti dengan tanpa memiliki latar belakang tadi.

Sebetulnya ada hal yang penting selain keahlian dengan spesifikasi khusus seperti di atas yang harus dimiliki oleh seorang food stylist. Hal terpenting tersebut adalah ketertarikan kita akan dunia kuliner. Orang yang memiliki passion di dunia kuliner biasanya memiliki referensi khusus terhadap penyajian makanan. Matanya akan lebih jeli dengan tatanan makanan yang salah atau kurang enak dilihat karena dia terbiasa melihat makanan yang disantap atau dia lihat di buku dan majalah. Jadi bisa dikatakan orang yang memiliki passion dengan industri kuliner ini secara langsung memiliki bakat terpendam akan dunia kuliner. Ditambahkan dengan kesabaran, ketelitian serta tentu saja kerja keras maka anda akan siap menjadi food stylist.

Belajar terus dari referensi buku-buku kuliner pun akan sangat membantu kerja seorang food stylist. Bahkan ada yang berkarier di dunia ini setlah mendapatkan cukup pengalaman dari tempatnya bekerja dulu. Jangan cepat puas dan terus berimajinasi. Tahu terlebih dahulu akan produk yang mau ditonjolkan. Setelah terkumpul modal ada baiknya anda sedikit demi sedikit mencicil properti yang mampu menunjang keindahan si foto. 

Karier food stylist ini sangat terbuka lebar mengingat masih jarangnya orang ngeh akan pekerjaan ini padahal imbalan yang ditawarkan cukup menggiurkan. Bahkan imbalannya bisa melebihi sang fotografer sendiri.

Menghasilkan foto produk makanan yang indah dan menggugah selera makan itu dihasilkan bukan saja dari apiknya sang fotografer mengambil sudut pandang foto tetapi juga penataan yang indah sang food stylist. Kerjasama yang baik antara keduanya ini bisa jadi yang merangsang mata kita untuk memilih menu tertentu ketika kita berkunjung ke sebuah restoran.

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *