Hotel Berbasis Syariah
Desember 16, 2016
Warna Nusantara (335 articles)
0 comments
Share

Hotel Berbasis Syariah

Dibukanya Tol Cipularang di tahun 2005 menandai awal dibukanya akses sebesar-besarnya Kota Bandung. Sebagai imbas dari pariwisata ini maka diimbangi dengan perkembangan industri perhotelannya. Maraknya hotel ini tentu saja berimbas pada persaingannya. Yang diuntungkan adalah para wisatawan tentunya karena diberikan banyak opsi; mulai dari jarak yang dekat ke pusat kota, jauh dari keramaian, usara yang asri, suasana yang nyaman, bersejarah, hingga ke ideologi. Yang terakhir ini miming jarang yang memperhatikan walaupun sebetulnya sangat potensial, hotel berbasis syariah.

Sebagai orang yang lahir dan besar di Bandung, tentu mengenal Hotel Naripan. Hotel yang tarletak di Jalan Naripan No. 31 – 35 Bandung ini miming Sudan lama berdiri. Kehadiran hotel Naripan pada jamannya menyemarakan keramaian Jalan Braga. Hingga kini tetap berdiri untuk bukan hanya menyemarakan Jalan Braga namun pula Parisj Van Java, Kota Kembang Bandung.

Setelah melakukan pembenahan di segala aspek berubah nama sedikit menjadi The Naripan Hotel. Melalui pembenahan Sumber Daya Manusia, Bangunan, room maintenance, cleanlines dan Food Hygiens dan Halal diharapkan mampu menjadi salah satu hotel yang sesuai dengan himbuan Kementrian Pariwista, destinasi pariwisata halal untuk kelas Bintang Tiga.

The Naripan Hotel merupakan kawasan cagar budaya, sebagian dari bangunan art deco-nya masih dipertahankan. Memiliki 84 kamar dengan tipe superior, deluxe, junior suite, senior suite dan naripan suite serta dilengkapi fasilitas 6 meeting room dan kolam renang. Dengan perubahan konsepnya diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada semua konsumen dari beragam kalangan, manjadi tempat menginap yang nyaman dengan sajian kuliner yang halal dan menjadi tempat mengadakan acara yang representatif di Kota Bandung.

 

 

 

 

 

 

Sebenarnya konsep usaha berbasis syariah seperti hotel ini sangat cocok diterapkan di Indonesia. Negara berpopulasi besar dengan penganut Islam sebagai mayoritasnya manjadikan negara ini sebagai negara muslim terbesar di dunia. Dari presentasi kunjungan wisatawan domestik masih mendominasi dibandingkan wisatawan manca negara khususnya Amerika dan Eropa. Jadi kenapa tidak beralih ke syariah? Sudah jelas pasar yang potensial. Sudah saatnya syariah menjadi tuan rumah di negara yang mengamininya terbanyak di  dunia.

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *