Gak Harus Pergi ke Semarang
Februari 26, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
1 comment

Gak Harus Pergi ke Semarang

Semarang sebagai ibukota dari Jawa Tengah, kota pelabuhan yang terkenal dengan budaya akulturasinya, terutama dalam hal kuliner. Banyak makanan khas yang bahkan menjadi ikon dari kota itu seperti lumpia dan bandeng presto. Makanan pertama mulai ada sekitar pertengahan tahun 1960-an, makanan sejenis rollade dengan bahan utama daging dan rebung ini pertama kali diciptakan oleh seorang tionghoa yang menikah dengan wanita Semarang, berkembang dan secara besar-besaran hingga kini diproduksi dan menjadi ikon kuliner Kota Semarang. Makanan ke dua, bandeng presto diketemukan oleh seorang Ibu asal daerah sekitar Semarang, merupakan makanan olahan bandeng dimana setelah diproses melalui teknik presto atau menggunakan uap air berkekuatan tinggi hingga akhirnya didapatkan bandeng yang lunak hingga ke tulang-tulangnya. Karena keduanya sudah menjadi ikon kuliner Kota Semarang maka wajar saja jika makanan ini paling banyak dicari untuk dijadikan cendera mata termasuk warga Bandung yang berkunjung kesana. Namun sekarang sepertinya warga Bandung gak harus pergi ke Semarang untuk mendapatkannya.

Untuk anda Warga Bandung penggemar lumpia atau bandeng presto silahkan datang ke Jalan Cimanuk No. 39 tepatnya di Delish, cafe dengan suasana taman yang asri. Walaupun demikian sang pemilik menyebut tempat ini adalah kedai yang semua produknya bisa dibawa pulang. Jadi jangan kaget ketika anda mencoba menu nasi langgi, yang didapat akan berbeda dengan aslinya di Semarang sana karena selain nasi uduknya yang sama lauk-lauknya banyak menggunakan produk-produk yang ada di Delish sendiri.

Yang kita tahu jika kita mendapatkan oleh-oleh Bandeng Presto dari Semarang maka yang didapat adalah bandeng yang sudah melalui proses presto atau bisa dikatakan setengah matang. Selain bandeng presto seperti tadi disini akan didapatkan produk-produk olahannya seperti bandeng sambal hijau, bandeng bumbu bali, pepes bandeng dan masih banyak lagi. Jangan khawatir akan keotentikannya karena semua bahan bandeng presto ini asli didatangkan dari negeri asalnya, Semarang. Semua bandeng presto diolah di Semarang untuk selanjutnya disajikan dengan varian yang beragam di Delish.

Demikian pula halnya dengan Lunpia, bahan-bahan utama seperti rebung didatangkan dari Semarang bahkan tepung untuk membuat kulitnya didatangkan pula dari sana. Produk Delish dirasa berbeda karena lebih memperhatikan kacantikan bentuk lunpia dibandingkan aslinya dari Semarang yang setelah diproduksi secara masal tidak lagi memperhatikan hal ini. Bahkan rebung yang dipakai terasa lebih lembut walaupun tanpa mengurangi sensasi mengunyahnya. Untuk mengimbangi suasananya yang nyaman saat ini tersedia pula gerai kopi dimana selain bisa bersantai pengunjung ditemani varian kopi.

Awal dari Delish sendiri adalah usaha keluarga dari Ibu dan anak perempuannya. Sang Ibu yang punya banyak waktu ketika suaminya pensiun berkeinginan untuk menurunkan resep-resep yang dimilikinya. Resep-resep ini sendiri didapat dari hasil mengumpulkan dan berbagi antar sesama ibu-ibu. Sang anak yang kebetulan pula Ibu rumah tangga menjadi marketing dari produk-produk si Ibu. Permasalahannya adalah jarak tinggal yang jauh dimana si Ibu di Semarang sedang anak tinggal di Bandung. Untuk memudahkan dipilih penjualan secara online dengan nama produk lunpia delish. Seiring waktu berjalan ternyata respon yang didapat cukup baik hingga akhirnya dipilih tempat untuk memudahkan mereka berjualan, di Jalan Cimanuk No. 39 Bandung. Nama Delish sendiri diambil dari kependekan kata delicious.

Bandeng presto dan lumpia, kuliner ikon dari Kota Semarang sudah menjadi menu wajib dibawa sebagai cinderamata bagi pelancong yang pulang dari sana. Kadang kala ketika lama tidak mengkonsumsinya muncul pula rasa kangen untuk menikmatinya. Sekarang rasanya pelipur lara itu sudah bisa kita dapatkan kapanpun. Khususnya bagi Warga Bandung yang kangen atau bahkan belum pernah mencoba, silahkan datang langsung saja ke Delish.

 

 

 

 

 

 

Comments

  1. […] ini membuatnya diundang untuk menjadi juri tamu kompetisi kopi. Seperti acara yang diadakan oleh Delish Cafe, tanggal 27 Mei 2016 lalu, dimana Rio didapuk sebagai juri undangan dalam acara Fun Battle Best […]

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *