Mei 10, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Farah Quinn, The New Queen of Indonesian Culinary

“Chef is not a glamorous jobs.” – Farah Quinn

Tidak dapat dipungkiri bahwa tv dapat mendongkrak popularitas seseorang. Demikian halnya dengan Farah Quinn. Kemunculannya di sebuah stasiun tv pada akhir tahun 2008 membuatnya terkenal. Kemunculan chef cantik dengan resep-resep masakannya berhasil merubah pandangan orang tentang dunia chef yang hanya digeluti oleh laki-laki dan ibu-ibu saja. Menyajikan makanan-makanan yang mudah dibuat dan tentu saja pesonanya menjadikannya Ratu Kuliner baru di Indonesia. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak bermunculan acara-acara kuliner yang mencoba mengalahkan pesonanya. Namun apa mau dikata, pesona sang ratu tak bisa ditundukan.

Sebetulnya apa yang didapatkan oleh Farah Quinn sekarang ini tidak digapai secara instan. Berkarier dari nol selama belasan tahun di bidang kuliner di Amerika mulai dari pelayan di restoran jepang hingga mengelola dan memiliki restoran sendiri pernah dia lakoni.

Perkenalan Farah Quinn dengan dunia kuliner berawal dari kebiasaannya membuatkan kue-kue resep dari ibunya untuk teman-teman sekamarnya sewaktu bersekolah di Amerika. Dari situlah awal dia mengenal kata “Pastry Chef”. Krisis moneter yang menerpa Indonesia berpengaruh pula pada jalan hidupnya. Farah yang tidak pernah bercita-cita menjadi seorang chef – ketika itu dia sedang menempuh pendidikan Finance, akhirnya beralih mengambil pendidikan Pastry Art di Pennsylvania Culinary School. Untuk membiayai kuliah dan hidupnya sehari-hari sehabis kuliah, malamnya dia bekerja di restoran. “Merangkak dari bawah” demikian istilah yang dia sebutkan untuk menceritakan awal kariernya hingga akhirnya dapat memiliki restoran sendiri.

Lagi-lagi krisis moneter yang merubah jalan hidupnya. Restoran yang ia miliki di Phoenix, Arizona dijualnya. Gayung bersambut, tawaran untuk membawakan acara kuliner di stasiun tv Indonesia membuatnya terkenal hingga saat ini. Walaupun harus menyajikan makanan yang ringan (mudah disajikan) berbeda dengan basic ilmu yang dikuasainya yaitu Pastry Art namun hal itu tidak sulit baginya. Passion dan kecintaan pada dunia memasak membuat semua yang anda masak menjadi makanan yang luar biasa.

Passion itu yang harus dimiliki oleh seseorang jika ingin sukses menjadi chef. Harus menyadari bahwa bisa menjadi chef itu harus memulai dari bawah. “Chef itu bukan pekerjaan yang glamor, bekerja dibidang ini membutuhkan kerja keras,” demikian saran Queen Farah Quinn bagi para chef muda di Indonesia.

Exclusive Interview Farah Quinn dengan Donnie Kurniawan, Senior Reporter Warna Nusantara

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *