September 30, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Energi Full Power Leon Koil Band

Dunia musik dan makanan sepertinya memang tidak dapat dipisahkan. Keduanya bersinergi untuk bisa menghasilkan energi. Setelah menyalurkan energi yang kuat di dunia musik kali ini Leon, Drummer Koil Band ingin memberikan energi lewat jalan yang lain, jalan kuliner. Energi full power Leon Koil Band.

Leon Koil Band menyalurkan energi full power dalam aksinya menggebuk drum di band beraliran metal, kali ini Leon membagi energi full powernya dalam usaha kuliner. Setelah kuliah untuk dapat tetap eksis di dunia band tidak memungkinakannya untuk bekerja kantor, padahal dia tahu penghasilan menjadi anak band itu tidak dapat menutupi kebutuhan pribadi dan keluarganya. Di tengah kerisauannya itu kebetulan ada seorang teman yang menawarkan tempat usaha restoran beserta peralatannya. Bermodalkan tabungan dari bermain band, Leon memulai usaha rumah makannya itu tanpa memikirkan kendala yang akan timbul. Masalah pertama yang muncul adalah kurangnya perencanaan keuangan sehingga modalnya habis hanya untuk merenovasi restoran, padahal dia masih harus mengeluarkan dana untuk menggaji koki yang handal. Seperti kita ketahui peranan koki ini dalam restoran sangatlah vital. Karena rumah makan mau tidak mau harus jalan, Leon lantas tidak kehabisan akal, baginya situasi kepepet ini menjadikannya motivasi.

Hanya mampu menggaji tiga orang karyawan tanpa seorang pun koki bukanlah halangan yang berarti. Untuk menutupi kekosongan posisi koki, Leon nekat turun ke dapur. Teringat akan masakan ibundanya di rumah yang lezat, ia pun ingin menghadirkan di rumah makannya. Leon belajar memasak dari nol kepada sang ibunda.

Ibunda yang berasal dari Sulawesi Utara mengajarkan Leon memasak masakan khas Manado salah satunya menu dengan bahan dasar rica-rica. Menu masakan sehari-hari di rumah dipelajari dan dikreasikan menjadi menu andalan di rumah makannya. Mencoba berinovasi terus dengan resep sang bunda ditambah dengan resep inovasinya menghasilkan makanan yang sekarang diminati oleh banyak pengunjung Legoh. Rumah Makan Legoh adalah nama yang diplih untuk tempat usaha kulinernya ini. Nama Legoh diambil dari nama belakang keluarganya, Leon Ray Legoh.

Sekarang kedua tangan Leon tidak hanya lihai bermain drum saja tapi juga lihai mengolah bahan makanan di dapur. Sebetulnya hal ini memerlukan proses yang panjang dan tentu saja mental yang kuat. Seorang Leon yang terbiasa hidup bebas tanpa terikat aturan harus terbiasa bangun subuh untuk berbelanja ke pasar dan setelahnya berpeluh memasak di dapur.

Demikian halnya dengan Rumah Makan Legoh yang mengalami pasang surut. Sejak berdirinya di tahun 2004 hingga 2008 rumah makan ini buka dengan mengikuti jadwal manggung Leon, jika sibuk manggung ya tutup. Hingga akhirnya Leon mendapatkan koki yang bisa dipercaya mengurus dapurnya. Hingga sekarang Rumah Makan Legoh konsisten mempertahankan menunya dan dikunjungi banyak peminat. Jangan tanyakan kenapa bisa bertahan seperti itu karena Leon sendiri mengaku tidak tahu.

“Bertahan, tekun dan sabar” prinsip inilah yang dipegang teguh Leon. Tidak tergiur oleh usaha distro layaknya teman-teman band lainnya, dia konsisten di jalur kuliner. Selama enam tahun rumah makannya ini sepi pengunjung namun dengan keyakinan bahwa suatu saat keadaan akan berbalik, dia teguh menjalankan usahanya. Betul saja, di tahun 2010 hingga sekarang rumah makannya ramai dikunjungi.

Tidak sedikitpun membawa embel-embel ketenaran bandnya ke dalam rumah makan karena ia merasa penggemarnya akan kecewa ketika melihat sang panutan yang garang di atas panggung ternyata berpeluh di dapur. Karena itu jangan heran jika kita berkunjung ke Rumah Makan Legoh tidak akan terdengar hentakan keras musik Koil yang ada ketenangan dan nikmatnya makanan khas Legoh.

Leon Ray Legoh yang selama ini kita kenal sebagai drummer yang penuh energi dengan bandnya Koil ternyata memiliki energi lebih yang ia salurkan di Rumah Makan Legoh-nya. Bisa jadi energi yang dikeluarkan melebihi energi yang biasa dia keluarkan saat menabuh drum, energy full power.

 

Executive Interview Yudiari Widyawati, Kontributor Warna Nusantara

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *