Inovasi Tiada Henti Kang Daan P-Project
Juni 12, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Inovasi Tiada Henti Kang Daan P-Project

 

“Siapa yang tahu, siapa yang punya Donut Madu? Nah, itu bukan punya saya.” – Daan Aria P-Project

Kang Daan Aria seorang pentolan Grup Parodi Musik asal Bandung, P-Project, disela-sela kesibukannya menjadi Pembicara, Moderator dan MC serta sesekali tampil bersama Grup Parodinya masih sempat mengembangkan kemampuan di bidang Menejerial dan hobi kulinernya. Usaha kuliner yang dipilih Kang Daan adalah dengan membuka Toko Waralaba Donut Madu. Cerita tentang usaha barunya ini beliau sampaikan langsung saat berkunjung ke Redaksi Warna Nusantara.

Syarat- syarat yang relatif mudah, memiliki sertifikasi halal dan berbasis Syariah adalah alasan dari Kang Daan membuka waralaba Donut Madu ini. Selain itu alasan utamanya adalah ingin memajukan produk dan waralaba lokal. Diawali dari menjadi konsumen dari Donut Madu hingga menjadi salah satu waralabanya, niat menjalankan usaha kuliner Kang Daan pun dimulai. Pengalaman baru yang mengasyikan ketika harus mencari karyawan sendiri dimana hal tersebut menjadi salah satu persyaratan dari membuka waralaba, beliau yang turun tangan sendiri dengan menempelkan brosur-brosur lowongan pekerjaan di SMK-SMK sekitar tokonya, mewawancara hingga akhirnya memiliki lima orang karyawan serta memberikan pelatihan dalam proses produksi donut. Dipilihnya sumber daya manusia dari tingkatan SMK karena memang tingkatan ini yang dianggap sesuai dan memenuhi kriteria. Pemilihan lokasi SMK yang dekat tokonya juga dipilih agar karyawannya nanti tinggal di dekat area toko.

Pengalaman baru yang di dapat tidak berakhir disitu saja, harga yang sudah ditentukan oleh produsen yang notabene relatif rendah harus dapat menutupi semua biaya produksi yang dikeluarkan menjadi tantangan tersendiri. Beruntungnya Kang Daan dan sekeluarga hobi kuliner, dari situ beliau berinovasi dengan topping-topping donut yang sudah menjadi standar dan diuji sendiri hasil terutama rasanya. Hasil inovasi barunya ini sangat bermanfaat dimana konsumen Donut Madu yang kebanyakan sudah hafal dengan rasa donutnya, menemukan rasa baru, disamping itu bentuk-bentuk yang menarik dari donutnya membuat orang penasaran dan tertarik mencobanya. Bahkan inovasi Kang Daan kadang pula menggunakan bahan-bahan mahal yang didatangkan dari luar negeri, walaupun harganya tidak sesuai dengan yang ditentukan namun  hal ini diperlukan untuk memperkenalkan produk. Pengenalan produk ini penting karena waralaba Kang Daan yang lokasinya berada di tengah Kota tepatnya di jalan Palasari, Bandung berbeda dengan waralaba Donut Madu lainnya yang berada dipinggiran kota. Sesuai dengan harganya memang Donut Madu ini memiliki pangsa pasar menengah ke bawah. Dalam membantu pemasaran produknya dipergunakan media sosial untuk membuka jaringan disamping adanya layanan antar langsung untuk memudahkan pembeli mendapatkan donutnya. Promosi langsung juga dilakukan dengan cara membawa produk Donut Madu ke acara-acara pengajian yang diikuti Kang Daan. Salah satu inovasi yang unik lainnya adalah produksi Donut Persib. Donut ini khusus dikeluarkan bertepatan dengan jadwal Persib bertanding. Mungkin salah satu bentuk kecintaan dan dukungan Kang Daan untuk Persib Bandung namun demikian Donut ini pun terbilang laris.

Kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan waralaba ini adalah dalah hal pememenuhan standar kualitas donut karena dalam memenuhi standar tersebut dibutuhkan jam terbang. Terbantu dengan terbiasa mengkonsumsi Donut Madu jadi secara pribadi sudah memiliki standar khusus terhadap pemenuhan standar tadi. Hal ini juga yang membuat Kang Daan sangat rewel terhadap rasa donut yang dihasilkannya. Bahkan demi menjaga kualitas pernah satu ketika dia tidak menjual satu etalase donutnya yang dia rasa kurang pas dalam segi kualitas dan rasa. Hal ini diperlukan untuk menjaga nama baik produk terhadap kosumennya terutama konsumen yang baru datang mencoba Donut Madu. Salah satu rekor yang dihasilkan waralaba Kang Daan yaitu menyiapkan 1.000 donut dalam satu hari pada acara sunatan masal yang diadakan oleh salah satu bank nasional.

Sebetulnya kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam membuka usaha waralaba bisa diatasi dengan mengikuti standar-standar yang sudah diterapkan oleh pemilik merk. Keterlibatan langsung ke dalam kepengurusan waralaba juga sangat berpengaruh dalam pengembangan usaha ini. Seperti halnya Kang Daan yang ikut langsung ke dalam pengurusan waralabanya, sedari membuka tokonya sendiri, merekrut karyawan, memberikan pelatihan, memasarkan produknya. Hal lain yang tak kalah penting adalah berinovasi tiada henti sehingga produknya bisa diterima oleh masyarakat. Dengan pengalaman baru yang di dapat serta kesulitan yang dihadapi tak terasa usaha waralaba yang dijalani Kang Daan dengan istri sudah berjalan satu tahun. Dengan hanya mengandalkan penjualan produk dalam negeri ini terbukti dari semua produk penjualan selain donutnya yang benar-benar diproduksi dan dimiliki dalam negeri, waralaba Donut Madu Kang Daan menjadi salah satu waralaba yang sukses di Nusantara.

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *