April 10, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Anthony John O’Connell Director of Culinary, Papandayan Hotel, Bandung

“The greatest dishes are very simple.” — Auguste Escoffier

Sebuah kebanggaan baginya untuk menyajikan makanan yang memberikan kepuasan dan kenikmatan bagi yang lain. Hal itu yang selalu menjadi motivasinya untuk menggeluti dunia makanan – chef. Baginya hidangan sederhana yang biasa kita temui di rumah-rumah adalah hidangan favorit, yang terpenting adalah dengan siapa anda menikmatinya, apapun juga hidangannya. Nikmati makanan itu secara seimbang dan perhatikan pula kesehatan, makanan itu adalah esensi kehidupan, jika kita ingin menikmati keseimbangan hidup, keseimbangan apa yang kita santap adalah esensi dari hal tadi, demikian filosopinya.

Anthony John O’Connell – Director of Culinary, Papandayan Hotel, Bandung. Chef berkewarganegaraan Australia ini telah memulai karier kulinernya semenjak berusia 15 tahun di salah satu restoran di Perth, Australia. Setelah berpengalaman di sana kemudian lanjut di Pamelia Hilton dan kemudian berlanjut ke Hyatt Hotels, Australia. Semenjak darisana pengalamannya bertambah dari bekerja di Timur Tengah dan Asia hingga akhirnya ke Indonesia. Diawal kariernya menjadi chef, dia sangat mengidolakan master-master chef dari Perancis seperti Raymond Blanc, The Roux Brothers dan Escoffier.

Setelah beberapa lama tinggal di Indonesia, ia semakin akrab dengan masakan Indonesia. Menurutnya Indonesia memiliki banyak sekali varian makanan dengan masing-masing daerah memiliki karakter dan keunikan. “Saya bahagia melihat beberapa makanan tradisional Indonesia yang kembali disajikan pada saat ini, saya sangat berharap hal ini terus berlanjut, akan sangat mengecewakan jika makanan-makanan ini hilang dengan alasan mengikuti perkembangan jaman,” ujarnya. Menyukai banyak macam makanan Indonesia – selama tidak mengandung MSG, dihidangkan secara tradisional dan mengandung nilai historis.

Chef Anthony berpendapat bahwa perbedaan yang mencolok antara masakan barat dan masakan Indonesia terletak pada kombinasi rasa, didapati beberapa kesamaan dalam teknik memasak dan bumbu-bumbu dasarnya, hanya kombinasi dari ramuan bumbu-bumbu rempah dan rasa yang membuat masakan Indonesia menjadi sangat unik. Namun demikian setiap masakan memiliki keidentikan masing-masing, dapat dikatakan bahwa cara memasak lebih sukar diikuti tergantung pada latar belakang keahlian chefnya, jika anda meminta seorang chef yang berpengalaman dimasakan Cina untuk menyajikan makanan klasik Perancis, chef tersebut akan mengalami kesulitan. Berdasarkan pengalamannya, apapun teknik penyajian makanannya, fokusnya tetap pada keseimbangan.

Menutup perbincangan, ujarnya banyak chef-chef muda Indonesia memiliki passion dan bangga akan warisan kuliner bangsanya, hal ini sangat bagus untuk membuka ide dan lebih banyak menyerap ilmu.

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *