Kuliner

Nusantara terhampar luas di lintas khatulistiwa dengan khasanah budaya yang beragam menyuratkan keunikannya. Berbicara mengenai budaya di suatu daerah salah satu yang termasuk kedalamnya adalah kuliner. Kuliner ini selain berbeda-beda seiring dengan adat istiadat daerah bersangkutan, sama seperti di tempat-tempat

Imlek Nusantara

Imlek atau perayaan Tahun Baru Cina mulai dikenal dan dirayakan pada era reformasi setelah pada jaman orde baru dirayakan oleh sebagian Suku Tionghoa Nusantara secara sembunyi-sembunyi. Pengakuan dari pemerintah atas etnis cina menjadi salah satu suku di Nusantara telah membuka batas

“The First Law of Pies: ‘No Pastry, No Pie.” – Janet Clakrkson, Pie: A Global History Keberadaan kuliner di Industri Perhotelan Nusantara sangat penting posisinya. Bahkan mugkin bisa disebut bahwa keberadaannya mampu menarik pengunjung yang banyak layaknya penawaran kamar hotel. Pengelola

“All you need is love. But a little chocolate now and then doesn’t hurt.” – Charles M. Schulz Jika diadakan survey tentang makanan favorit di dunia, mungkin bisa jadi cokelat jawabannya. Cokelat menurut pengertiannya adalah sebutan untuk hasil olahan makanan

Penulis menghadiri acara Localicious 3 (8-9/11/2014) yang dilaksanakan oleh ICA BPD Jabar dan tim manajemen Kota Baru Parahyangan.   Dalam acara tersebut terdapat hal yang menarik perhatian penulis, yaitu keberadaan truk makanan yang atraktif atau dikenal pula dengan istilah foodtruck.  Penulis

[vc_row][vc_column][vc_column_text] To be blind is not miserable; not to be able to bear blindness, that is miserable. – John Milton Panca indera adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan bagi manusia. Kelima indera ini bisa jadi merupakan syarat hidup manusia. Namun

Pasar Klewer adalah salah satu situs budaya di kota Solo. Pasar ini sudah ada semenjak jaman kolonial. Setidaknya demikian jika kita mengambil pengertian bahwa pasar itu adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Menurut sejarahnya Pasar Klewer merupakan tempat pemberhentian kereta

Sensasi kenyalnya, waktu dikunyah bumbu rasa manis khas pada gurita keluar dan bercampur dengan bumbu dagingnya,” kata Netty, wisatawan dari Medan. Netty seorang mahasiswa di salah satu universitas di Medan yang sedang berlibur, tidak meninggalkan kesempatan untuk menikmati sate gurita

Naluri manusia purba pertama yang telah mampu memanfaatkan api untuk memasak makanannya adalah dengan membuat daging panggang. Teknik menusuk daging dengan kayu sebagai pegangan sekaligus penahan panas, adalah teknik dasar membuat sate pada masyarakat modern. Diduga sate mulai berkembang di

Mungkin belum banyak yang mengetahui apa, dimana dan bagaimanakah kehidupan dari suku bangsa kita yang satu ini, Suku Rejang. Karena memang asal usul suku ini tidak terdokumentasikan secara baik lantaran faktor faktor tertentu. Sehingga kisahnya hilang ditelan ketidaktahuan generasi masa