Juni 23, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Catatan Kenangan Chef David Suhardja

Sebenarnya naluri memasak Chef David Suhardja atau kita kenal dengan Chef Dave sudah ada sedari kecil. Semenjak umur 6 tahun dia sangat senang ketika diajak ke pasar oleh neneknya. Walaupun becek, jorok dan bau hal yang tidak menjadi masalah karena dia senang bisa melihat kue jajanan pasar, ayam kampung yang mau dipotong, daging sapi segar dan berbagai tipe karakter pengunjung pasar. Dia ingat betul Ibu Ani guru tata boga di SMP Waringin Bandung yang memberikan pelajaran teori terbaik yang telah merubah kejenuhannya akan pelajaran PKK dan memasak. Tidak suka mata pelajaran matematika membuatnya memutuskan untuk bersekolah di Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata Sandhy Putra, Bandung. Lebih menyukai mata pelajaran House Keeping dan Front Office apalagi kalau sudah praktek. Belum suka memasak alasannya karena harus berdiri lama dan bumbu-bumbu yang sulit dimengerti. Hingga akhirnya kecintaan akan dunia memasaknya timbul ketika melaksanakan kerja praktik di Hyatt Regency Bandung. Ingatannya kembali pada masa itu. Dia ingat pada saat itu Chef Franciscus Andi Wibowo yang mengajarkannya langsung cara menguliti wortel dimana saat itu dia belum bisa melakukannya. Sedikit-sedikit belajar dan akhirnya bisa membuat sendiri lama kelamaan membuatnya tertarik akan dunia kuliner.

“Bagi saya belajar itu tidak pernah mengenal usia dan jangan pernah malu untuk bertanya. Saya selalu ingat belajar dengan beberapa Chef mengenai masakan dan teknik-teknik lainnya. Semua catatan mereka pun masih saya simpan sampai sekarang karena itu adalah memori yang tidak pernah terganti.”

Sangat berterima kasih kepada dosen-dosen dan kakak-kakak kelas di STPB atau NHI Bandung yang telah mendidik dan memperkenalkan Western Food. Hingga sekarang pelajaran yang mereka berikan masih diingatnya. Mendapatkan ilmu yang sangat berharga ketika bekerja praktik di Fujiya Hotel Miyanoshita, Hakone – Kanagawa, Jepang dimana di sana dia belajar tentang makanan Perancis. Banyak mendapatkan ilmu makanan klasik Perancis hingga kebudayaannya. Selulus sekolah di STPB tahun 2003 pengalamannya di Tamani Cafe Bandung dan Kemang Jakarta membuatnya berkeinginan untuk bekerja di sebuah opening team hotel atau restoran. Untuk selanjutnya pada rentang waktu 2004 sampai dengan 2014 bergabung dengan preopening team di beberapa restoran dan hotel seperti Longhorn Steak and Ribs Dago Plaza Bandung, Souk Madinat Jumeirah Dubai (Jam Base), Bawang Merah Restoran Sapu Lidi, Novotel Hotel Bandung, Banana Inn Hotel and Spa Bandung, Hilton Bandung, Fat Cow Steak House Bandung, Anggrek Shopping Hotel dan Anggrek Gandasari Hotel Bandung.

Semenjak bergabung dengan Anggrek Shopping Hotel Bandung dibawah management PT. Akur Pratama – Yogya Group di tahun 2009 Chef Dave sudah tertantang untuk dapat membuat menu yang benar-benar memiliki karakteristik dan budaya dan juga harus disukai oleh banyak kalangan. Pada akhirnya Chef Dave berhasil menciptakan Sop Buntut ala Anggrek Shopping Hotel Bandung. Hidangan yang hingga saat menjadi menu favorit di Anggrek Hotel Bandung. Salah satu yang menjadikannya idola karena benar-benar tradisional dari segi bahan dan pengolahannya. Selama 3 tahun menciptakan resep-resep untuk dijalankan teamnya agar memudahkan dalam segi pekerjaan.

Orang dapur itu harus tahu cara memasak dan kekhasan dari makanan yang dimasaknya. Caranya mencoba dan mempelajari makanan hingga datang langsung kedaerah asalnya telah menghasilkan menu-menu tradisional sensaional. Resep iga diungkep memakai bumbu kuning, bawang putih gula merah yang dipadukan dengan kecap jadi semacam semur iga, melihat masakan oriental yang disadurkan ke masakan halal dengan mengganti bahan dengan menggunakan jamur yoko serta memasukan bumbu khas batak andaliman; Petis tahu, makanan kampung campuran karedok sunda dengan bumbu petis jawa dengan teknik ulekan sendiri; Iga Bakar Penyet, Iga bakar yang dipipihkan dengan rasa disesuaikan lidah Bandung yang suka pedas dengan memakai cabai yang ditanam sendiri – Cabai Domba; Back Rib, Rib Nourish dengan American Style-nya, rasa kecap, aroma smokey yang didapat dari kelapa, karamel; dan Nasi Goreng Buntut, nasi goreng bergaya oriental food dimana tidak menggunakan bahan kecap. Menu-menu tadi adalah menu tradisional Chef Dave yang menjadi unggulan di Anggrek Shopping Hotel dan Anggrek Gandaria Hotel Bandung manage by PT. Akur Pratama – Yogya Grup. Memasak itu harus tegas yang penting simpel tapi enak.

 

 

 

 

 

 

 

Baginya belajar tidak mengenal usia dan jangan pernah malu untuk bertanya. Dia selalu ingat belajar masalah Cost Control dari Chef Syarif Hidayat dan almarhum Chef An-an, belajar memasak chinesse food dari Chef Riyono dan Chef Afong, belajar masakan Nusantara dari Chef Yanto Firdo dan Chef Dedi. Semua catatan mereka masih disimpannya sampai sekarang karena itu adalah memori yang tidak pernah terganti.

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *