Berkumpulnya Juara Juara Bakso di Bandung
Mei 30, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Berkumpulnya Juara Juara Bakso di Bandung

“Para juara tidak dibuat di arena. Para juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka – sebuah hasrat, sebuah impian, sebuah visi. Mereka memiliki keterampilan dan kemauan, tetapi kemauanlah yang terbesar.” – Muhammad Ali

Juara adalah yang unggul. Juara adalah pemenang. Juara adalah yang terbaik.  Juara adalah Bandung. Bukan bermaksud sombong tetapi ini yang menjadi tekat pemimpin kota dan tentunya keinginan pengisinya. “Juara,” sepertinya belum, tetapi kemajuan tidak bisa dikatakan “kalah.” Fasilitas kota banyak yang terbenahi, sarana berkumpul masyarakat pun demikian hingga piala adipura yang judah lama tidak diraih berhasil direbut. Seolah kembali ke fitrahnya kota yang dari jaman kolonial juara dalam menarik wisatawan ini kembali menjadi kota yang paling ingin dikunjungi para pelancong. Di jaman itu pula terkenal dengan acara tahunannya yang bernama Jaarbeurs atau bursa dagang tahunan yang bisa mendatangkan para tuan-tuan penguasa tanah perkebunan di nusantara. Walaupun hingga kini tidak ada yang bisa menandingi kehebatannya, sebuah festival dagang yang mampu mendatangkan wisatawan, ironisnya ditengah padatnya acara seremonial kota yang ada hampir tiap minggu. Namun sebuah pencerahan dengan munculnya acara Festival Baso Juara akhir pelan kemarin. Sebuah event berkumpulnya juara-juara bakso di Bandung.

Seperti diungkapkan oleh Ratih Siti Hilwiyah, selaku ketua pelaksana acara Festival Baso Juara ini, makanan bakso ini khusus di nusantara disukai oleh berbagai kalangan. Event ini bukan hanya mencoba mengangkat pedagang bakso yang ada di tengah kota namun pula mereka yang menjajakan dagangannya dipinggiran. Tidak mudah memang melihat banyak serta menyebarnya pedagang bakso di Bandung. Pertama-tama yang dilakukan oleh tim penyelenggara adalah mendata serta melakukan survey pedagang-pedagang bakso yang ada serta mencari peminat untuk mengikuti acara ini hingga pada akhirnya terkumpul sebanyak 48 tukang bakso. Tidak main-main arena dari pedagang-pedagang tersebut terkumpul beragam jenis bakso yang unik dan bahkan beberapanya merupakan legenda-legenda bakso di Bandung. Besarnya animo pada acara ini terbukti dengan pengunjung yang datang. Di hari pertama saja acara ini dihadiri oleh lebih dari 3.000 pengunjung. Hingga ditutupnya acara pada gari minggu 29 Mei 2016 total pengunjung yang hadir lebbig dari 5.000 orang.

Diadakan di Jalan Soekarno (Cikapundung) Bandung, yang saat ini menjadi salad satu tujuan wisata baru menjadikan acara ini bukan hanya diramaikan oleh Warganya saja namun pula wisatawan-wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Bandung. Salah satu tujuan diadakannya memang demikian, menjadi event yang dapat menarik wisatawan dalam bahkan hingga luar negeri. Festival kuliner yang tematik yang mengusung makanan bakso ini memang pertama kali diadakan di Indonesia, harapan salas satu pengunjung yang mewakili lainnya tentunya saja adanya acara ini lagi dengan pedaling bakso yang lebih banyak lagi yang tanpa berlama-lama lagi segera diamini oleh Ratih Siti Hilwiyah, ketua penyelenggaranya. Bahkan rencananya Festival Baso Juara akan mengadakan roadshow ke kota-kota lain di Jawa Barat.

 

Berikut ini adalah pedagang-pedagang bakso yang meramaikan acara Festival Baso Juara; Mie Baso banda, Baso Sukasenang, Baso Tahu Arul, Baso Tasik Bu Lelly, Mie Tegalega, Yoels Batagor Kuah Instan, Baso Citamiang, Hamzah Ramen, Bator Fitri, Cuankie Bandung, Mie Baso Ias, Steak Baso, Batagor Hanhan, Mey Batagor, Baso Tahu Cendana BTC, Baso Neng Iin, Republik Dimsum & Noodle, Mie Ayam Baso Jamur Sely’s Raya, Dapoer Chep I’One, Warung Baso AZ, Mie Kocok Holis, Kazoku Ramen & Sushi, Baso Malang Langgeng, Baso Lope, Mie Baso Suci, Batagéor Yona, Serius Batagor, Mangkok Ariwani, Baso Cak Masrur, Baso Barokah, Cuankie Ceuceu, Mie Baso Mas Tato, Cuankie CLBK, Batagéor Mie Kocok Kang AG, Batagor Ceu Eci, Rojali 55, Baso Tahu Ramen, Bator H. Yunus, Baso Tahu Lemur Kuring, Baso Symphony, Baso Tahu & Batagor Cihuy, Mymo Baso Ceker, Baso Duren Mrafat.

Juara adalah sebum kata yang digunakan oleh pemimpin kota dan diamini oleh penduduknya sebagai penyemangat untuk memajukan Bandung ke martabat yang sesungguhnya. Jargon ini pula yang dousing oleh Festival Baso Juara. “Para juara tidak dibuat di arena. Para juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka – sebuah hasrat, sebuah impian, sebuah visi. Mereka memiliki keterampilan dan kemauan, tetapi kemauanlah yang terbesar,” ujar seorang Muhammad Ali. Diwali oleh hasrat dan impan  untuk mengumpulkan para juara bakso di satu tempat, dibantu oleh visi yang tepat untuk memulainya, hingga dengan kemaun yang kuat maka Festival Baso Juara pun terwujud. Festival yang mengusung jargon sang pemimpin sebagai bentuk dukungan walaupun tidak sebaliknya, sebuah terobosan yang significant ditengah makin monotonnya acara-acara serupa. Kita tunggu saja kelanjutannya.

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *