Oktober 19, 2015
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Bandung Lautan Chef

Sejarah hari jadi Kota Bandung tidak bisa lepas dari pengaruh Herman William Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang memangku jabatannya selama 3 tahun, tepatnya tahun 1808 hingga 1811. Sejarah menuliskan peran terbesarnya adalah pembangunan Jalan Raya Pos Anyer – Panarukan. Bandung atau tepatnya Jalan Asia – Afrika sekarang adalah salah satu jalur yang dilewatinya. Pada suatu ketika sang Gubernur Jenderal berjalan ke suatu tempat, tepatnya di depan Kantor Redaksi Harian Pikiran Rakyat sekarang, sambil menancapkan tongkatnya sambil berkata, “zorg, dats als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” yang kira-kira artinya, “coba usahakan, bila aku datang kembali, di tempat ini telah dibangun sebuah kota!” (Victor Ido, “Indie in den Gooden Ouden Tijd,”). Tempat ini sekarang terkenal menjadi titik “0” kilometernya Kota Bandung. Jalur jalan yang di melewati kota ini ternyata terletak 11 kilometer dari ibukotanya, Karapyak, Dayeuhkolot. Hingga pada tanggal 25 Mei 1810, Daendels mengeluarkan surat perintah kepada Bupati Bandung untuk memindahkan ibukotanya ke pinggir jalan raya.  Pindahnya ibukota ke Bandung bersamaan dengan pengangkatan Raden Suria menjadi Patih Parakanmuncang. Kedua momentum tersebut dikukuhkan dengan besluit (SK) tanggal 25 September 1810. Maka tanggal ini secara yuridis formal ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bandung. Hingga kini tanggal ini diperingati sebagai hari jadi Kota Bandung. Tepat menginjak usia yang ke-205-nya Pemerintah Kota Bandung bersama 6 komunitas diantaranya; kuliner, body painting, tari dan musik  memecahkan rekor dunia. Salah satu dari komunitas tersebut adalah ICA BPD Jabar, sebagai perwakilan dari komunitas kuliner. ICA BPD Jabar menurunkan banyak Chef anggotanya, hingga pada hari itu bisa disebut sebagai Bandung Lautan Chef. 

ICA BPD Jabar dalam acara ini turut berpartisipasi dalam membuat rekor kuliner yaitu memasak 205 porsi nasi goreng dan 100 masakan tradisional untuk para tamu undangan. Turut pula hadir dan berpastispasi chef-chef yang tergabung dalam ICA BPD Jabar yakni legend chef Rochendy, chef Johan, chef Ibnu, chef Nadya, chef Mahdi, chef Suhendar dan chef wendy. Selain para chef beberapa sekolah pariwisata ikut berpartisipasi dengan mengirimkan sisw-siswinya. Total 300 orang yang terlibat secara khusus dalam pemecahan rekor kuliner ini. Secara khusus acara ini dipersembahkan sebagai hadiah hari jadi Kota Bandung.

Sebenarnya bukan hanya ini saja yang dipersembahkan oleh ICA BPD Jabar. Organisasi sebagai wadah inspirasi para chef di Jawa Barat ini telah mengharumkan nama Jawa Barat khususnya Kota Bandung dengan rekor-rekor dunia lainnya. Kedepannya diharapkan acara-acara besar yang diadakan oleh ICA BPD Jabar turut berbuat suatu hal yang positif bagi kota Bandung tercinta. Dirgahayu Bandung.

Sumber Tulisan Lain : Haryoto Kunto, Wajah Bandoeng Tempo Doeloe, Granesia 2008

Liputan Fadly Shaputra, Kontributor Warna Nusantara

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *