Bakso Legenda di Festival Baso Juara
April 18, 2016
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Bakso Legenda di Festival Baso Juara

Menurut sejarahnya bakso atau masyarakat sunda biasa menyebutnya dengan baso diciptakan sebagai bentuk kasih sayang anak kepada ibunya. Konon pada akhir abad ke-17 adalah seorang Meng Bo yang tinggal di kota kecil Fuzhou, Tiongkok, membuat olahan daging empuk berbentuk bulat seperti mochi yang mudah dikonsumsi oleh ibunya. Alasan Meng Bo menciptakan makanan ini karena ibunya yang gemar mengkonsumsi daging sedang sakit hingga tidak mampu memakan daging yang keras. Bakso ini sendiri pada akhirnya berkembang disana hingga para perantau-perantau dari Tiongkok yang berdatangan ke nusantara membawa dan memperkenalkan disini. Tidak diketahui bagaimana hingga akhirnya ada dan berkembang di Kota Bandung seperti sekarang ini yang pasti keberadaannya lebih dari setengah abad. Setidaknya kehadiran Mie Bakso ini adalah sebagai pembuktiannya. Bakso legenda ini akan hadir di Festival Baso Juara.

Pada jaman dahulu daerah Tegallega merupakan salah satu pusat keramaian di Kota Bandung. Lapangannya yang hingga kini ada, sering dipergunakan sebagai tempat pegelaran yang besar. Pada jaman kolonial lapangan tegalega dipergunakan sebagai area pacuan kuda. Bahkan pada masa ini keberadaannya mengalahkan fungsi Lapangan Gasibu. Hingga akhir 90-an kawasan ini masih ramai sebagai tempat hiburan dan wisata belanja. Bahkan pada masa itu pula berdiri Taman Ria ditengah lapangan tegallega. Hingga kini peninggalan ini masih jelas terlihat melalui toko-toko yang berjajar disepanjang jalan otista. Adalah Mie Bakso Tegallega yang menjadi saksi ramainya kawasan ini pada masa itu.

Berdiri di Jalan Otista tepatnya di seberang Toko Buku Dahlan dari tahun 1967. Hanya memiliki satu cabang di Jalan Kopo no. 151, yang dibuka sejak tahun 1977. Kedua tempat ini dikelola oleh kakak beradik, hingga kini pengelolaannya dibantu oleh generasi berikut. Awalnya hanya menjajakan mie bakso saja hingga tahun 1977 menunya ditambah dengan varian mie lainnya, mie kocok dan mie ayam.

Selain rasa kelezatan bakso serta kentalnya rasa rempah pada kuahnya yang dipertahankan hingga kini, konsep kekeluargaanpun diusung. Dimana orang tidak hanya sekedar makan dan langsung pulang, ada pendekatan kekeluargaanya, datang karena ada memori didalamnya. Kakek-nenek, ayah-ibu, anak hingga sekarang ke cucu hadir untuk menikmati Mie Bakso Tegalega. Bahkan banyak dari mereka mengenang tentang tempat bahkan varian makanan lain semisal pindang telur yang tertata rapih dijajakan di sana.

Mie Bakso Tegallega sudah lebih dari 4 dekade hadir di Kota Bandung. Melalui kesederhanaan dan tentu saja pendekatan kekeluargaannya kini menjadi tujuan wisata kuliner pecinta bakso. Festival Baso Juara yang rencananya diselenggarakan pada tanggal 28 – 29 Mei 2016 di Jalan Soekarno, Bandung, merupakan salah satu bentuk apresiasi baik itu bagi para produsen maupun konsumennya. Berkat keduanya ini Mie Bakso terutama yang ada di Kota Bandung tetap lestari bahkan banyak dicari. Tidak hanya yang unik namun juga melegenda.

 

 

 

 

 

 

 

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *