Januari 18, 2014
Warna Nusantara (340 articles)
0 comments

Back to Nature

“A good meal ought to begin with hunger.” – French Proverb

Pegunungan dengan udara yang sejuk adalah sebuah pelarian yang sempurna dari kepenatan kota. Hirupan udara yang kita hisap dalam-dalam melewati hidung dan berakhir dengan memenuhi paru-paru sanggup menghilangkan segala beban pikiran. Namun singkatnya waktu liburan mempengaruhi jarak objek wisata yang kita tuju. Berbicara mengenai kesejukan pegunungan, kesegaran udara dan bonusnya medan yang ekstrim dengan jarak yang masih bisa berkompromi dengan kota Jakarta maka Gunung Gede jawabannya. Di Gunung ini kami menemukan sensasi lainnya, sensasi kuliner yang tak pernah kita bayangkan bisa kita nikmati.

Jalan yang terjal menanjak, hampir tidak ditemukan jalan datar sangat menguras stamina. Perjalanan yang tidak kami bayangkan semula bahkan perbekalan yang kami siapkanpun seadanya, alhasil setengah perjalan perbekalan habis. Beruntung dua pandu kami dapat membaca situasi. Dari mereka kami diperkenalkan dengan dauh pohpohan yang di Gunung Gede banyak tumbuh.

Daun pohpohan ini saya ingat pertama kali saya lihat di sajian masakan Jepang di sebuah restoran Jepang ternama. Daun inipun terkenal di masyarakat dikonsumsi sebagai lalaban. Daun ini dengan lahapnya kami santap setelah kami liat pandu kami memakannya lebih dulu. Keamanannya teruji, itu yang ada dibenak kami setelah melihat pandu kami kondosinya baik-baik saja sehabis memakan daun ini. Rasanyapun tidak seperti yang kami bayangkan, tidak ada rasa pahit. Setelah memakan beberapa daun ini rasa laparpun mereda. Ini dimungkinkan karena pohpohan mengandung 6,9 gr karbohidrat.

Disuatu pagi setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam dari Jakarta, akhirnya tiba di kaki Gunung Gede, tepatnya di Cibodas, . Gunung Gede dengan ketinggian 2.958 mtr diatas permukaan laut cukup menantang untuk didaki terutama untuk kami – pendaki pemula. Kesejukan gunung ini sudah terasa dari mulai kita masuk pintu gerbang, pepohonan rapat memenuhi gunung ini, wajar saja dikarenakan hutan dikawasan salah satu jenis yang paling kaya floranya di Indonesia. Gunung Gede juga memiliki keanekaragaman ekosistem yang terdiri dari formasi-formasi hutan submontana, montana, subalpin, serta ekosistem danau, rawa dan savana. 

Daun pohpohan yang dalam bahasa latinnya Pilea melastomoides disamping mengandung karbohidrat juga mengandung beberapa gizi seperti; energy, protein, lemak, fosfor, besi, vitamin A, Vitamin C, Vitamin B1, air dan kalsium. Daun ini memiliki kandungan kalsium yang tinggi dibandingkan dengan tumbuhan lain, disamping itu mengandung air yang mambuat kami tidak merasa kehausan. Dari kandungan kalsium yang tinggi daun ini baik dikonsumsi untuk anak usia pertumbuhan dalam hal membantu pertumbuhan tulang.

 

Daun pohpohan ini langsung kami petik dari pohonnya tanpa kami cuci terlebih dahulu karena seperti apa yang pandu kami jelaskan bahwa daun ini sudah tiap hari dicuci oleh embun pagi yang hinggap didaunnya. Perjalanan kami berhenti di Air Panas, 5,3 km dari gerbang Cibodas. Kelelahan kami terbayarkan setelah mandi di air panas yang mengalir di sungai kecil. Sangat alami. Perjalanan yang sangat berkesan.

 

Perjalan ini mengajarkan kami betapa alam telah menyediakan segalanya untuk kita. Dimulai dari tanahnya, airnya dan udaranya. Semuanya kembali kepada kita, apakah kita mau kembali kepada alam.

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *