Posts From Warna Nusantara

“Seblak adalah produk bumbu.” – Kang Abu, Pemilik dan Pengelola Seblak Pedo Eco Bandung sebagai salah satu kota tujuan kuliner nusantara sepertinya tak pernah kehabisan mengeluarkan makanan yang khas. Dari makanan nusantara, barat, asia, fushion dari ketiganya, hingga makanan tradisional

“The only time I feel alive is when I’m painting.” – Vincent van Gogh Setidaknya seseorang merasa dihargai ketika dia merasa eksistensinya diakui. Tidak hanya untuk sekedar singgah dan menerima ucapan terima kasih namun kembali karena merasa memberikan sesuatu pada

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak potensi gastronomi. Ketika menapakkan kaki di Bandara Haji Raja Fisabilillah, tanda tanya besar muncul, akan mendapat sensasi apa di Pulau Bintan. Pulau ini berada di propinsi Kepulauan Riau, dengan Tanjungpinang sebagai ibu kotanya. Kota ini terletak di pantai

Intiwhiz Hospitality Management adalah jaringan hotel manajemen berdiri sejak 2010, merupakan salah satu anak perusahaan PT. Intiland Development Tbk  yang bergerak di bidang hospitality dan bisnis perhotelan dengan visi untuk menjadi jaringan hotel yang paling diminati dan bertumbuh pesat di

Salah satu makanan asimilasi Tionghoa yang bertahan hingga kini adalah Tauco. Bagi yang belum mengetahui, tauco adalah bahan makanan yang berfungsi sebagai penyedap, dengan berbahan utama kedelai yang diolah dengan proses fermentasi. Makanan ini sudah mulai dikembangkan menjadi industri di Nusantara

Sebuah acara yang menarik kembali di helat di Bandung beberapa waktu kemarin. Acara yang dinamai Bandung Food Ingredients ini merupakan acara yang bukan hanya gelaran produsen-produsen bahan makanan saja namun juga merupakan ajang pembelajaran kuliner bagi masyarakat. Salah satu pengisi acara

Kariernya di bidang kuliner sudah tidak bisa disebut sebentar. Berawal di tahun 1992 dengan memulai jabatan terbawah di dapur, hingga kini menjadi Executive Chef di Golden Flower Hotel, Bandung. Di dunia ini hatinya tertambat, bagaimanapun perkembangan dunia kuliner, turun dan

“Bisa dikatakan seperti seorang pria yang jatuh cinta pada gadis pujaannya, dia akan mendandani, merawat dan menjaganya.” – Andreas Wihardja, Sesepuh Sanggar Seni Budaya ECO Bambu Cipaku     Hari Minggu 22 Maret 2015, Kota Bandung mendapatkan satu hadiah yang istimewa.

Sudah selayknya yang kuat membantu yang lemah, yang kurang beruntung dibantu oleh yang mampu. Di Nusantara ini, budaya tepo seliro dijalani turun temurun hingga kini. Walaupun tampaknya sudah agak memudar namun budaya ini tidak akan lepas dengan mudahnya.  Semangat untuk membantu

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam kepedulian bidang pendidikan. Peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan perwujudan Bandung bersih bebas polusi dan pribadi yang sehat dengan berolahraga.” – Asep Supardi, President Yayasan KAGUM Cerdas Bangsa.   Setelah sukses menggelar acara KAGUM Night Charity Bikeke